Bangkitkan Perekonomian Masyarakat Sumberwaru Melalui Budidaya Ikan Kerapu

Bangkitkan Perekonomian Masyarakat Sumberwaru Melalui Budidaya Ikan Kerapu

Panen Kerapu merupakan peningkatan ekonomi kerakyatan buah hasil Dompet Dhuafa-BCA Syariah © Dompet Dhuafa

Indonesia memiliki anugerah laut yang begitu luas dengan berbagai sumber daya ikan di dalamnya. Indonesia adalah negara kepulauan terbesar di dunia, karena luas laut dan jumlah pulaunya.

Panjang pantai Indonesia mencapai 95.181 Km dengan luas wilayah lautnya mencapai 5,4 juta Km2. Angka tersebut mendominasi total luas teritorial Indonesia sebesar 7,1 juta Km2.

Potensi tersebut menempatkan Indonesia sebagai negara dengan karunia sumber daya kelautan yang besar. Termasuk keanekaragaman hayati dan non-hayati kelautan terbesar.

Namun sumber daya kelautan tersebut, belum dapat maksimal pemanfaatannya. Nelayan Indonesia juga masih jauh dari kata sukses dan makmur.

Masyarakat pesisirnya juga masih berada dalam level ekonomi yang cenderung begitu saja. Melihat kondisi tersebut, Dompet Dhuafa bersama BCA Syariah, bercita-cita memajukan perekonomian para nelayan Indonesia, khususnya di pesisir Situbondo, Jawa Timur.

Kolaborasi #JanganTakutBerbagi Dompet Dhuafa dengan BCA Syariah tersebut, mengambil lokasi Desa Sumberwaru, berada di dekat Taman Nasional Baluran.

Potensi lokal kelautan, sentra nelayan dan pertanian, melimpah di Sumberwaru. Bentangan pantai yang menghadap taman nasional, seharusnya menjadi potensi peningkatan ekonomi masyarakat pesisir.

Namun kehidupan warga di lokasi tersebut, rata-rata penghasilan penduduknya hanya Rp 20 ribu per hari. Padahal mereka memiliki kekayaan lokal, yang jika dimaksimalkan akan mendongkrak perekonomian masyarakat Sumberwaru.

“Di Sumberwaru, Dompet Dhuafa melihat potensi lokal yang begitu kaya. Baik dari sektor kelautan maupun pertanian. Namun, masyarakat setempat belum dapat memaksimalkannya. Sehingga di 2017, kami di Dompet Dhuafa menginisiasi adanya program pemberdayaan masyarakat ‘Sentra Perikanan Pesisir Situbondo’ dengan tujuan mendongkrak perekonomian masyarakat setempat,” jelas Sulis Tiqomah, Manager Corporate Partnership Dompet Dhuafa Filantropi.

Pada guliran program tersebut, sebanyak 25 kepala keluarga tercatat sebagai penerima manfaat pemberdayaan, di sentra budidaya perikanan Kerapu. Kali ini, sentra budidaya ikan kerapu mengambil teknik budidaya jaring atau keramba apung dan pembenihan.

Dalam pelaksanaannya, masyarakat penerima manfaat tergabung dalam Gabungan Kelompok Nelayan dan mendapatkan pelatihan, pendampingan, serta pengembangan kemampuan di bidang budidaya kerapu.

Kerapu dipilih untuk dibudidayakan di Sumberwaru, mengingat ikan tersebut memiliki nilai jual tinggi dan merupakan salah satu komoditi ekspor Indonesia. Sejak bergulir pada 2017, program tersebut kini membuahkan hasil.

Masyarakat mulai terampil sebagai pembudidaya Kerapu jaring apung. Bahkan akhir April ini, para penerima manfaat program juga tengah panen dan menikmati hasil budidayanya.

“Alhamdulillahnya di program tersebut, kami tidak berjalan sendirian. Ada BCA Syariah yang turut menyalurkan semangat berbagi untuk memberdayakan masyarakat peisisir Situbondo. Kini penerima manfaat sudah memanen hasilnya,” tambah Sulis Tiqomah.

Sementara itu, Yanto Tanaya, selaku Kepala Satuan Kerja Bisnis dan Komunikasi BCA Syariah mengatakan,

“Merupakan suatu kebanggan bagi kami dapat ikut serta dalam program pemberdayaan perekonomian masyarakat pesisir Situbondo. Dana sosial yang kami salurkan melalui Dompet Dhuafa merupakan zakat dari nasabah yang dititipkan melalui BCA Syariah sehingga merupakan sebuah amanah bagi kami. BCA Syariah berkomitmen untuk menjalankan amanah tersebut dengan penuh tanggung jawab. Oleh karena itu, kami menyalurkan dana zakat nasabah melalui mitra kami yaitu Dompet Dhuafa dalam salah satu program unggulannya yaitu budidaya ikan kerapu.”

“Kami turut senang dengan bergulirnya program tersebut. Mengingat program tersebut sudah menunjukkan hasilnya dan masyarakat perlahan terangkat perekonomiannya, sekaligus menjadi potensi perekonomian baru di Sumberwaru,” ungkap Yanto.

Pilih BanggaBangga0%
Pilih SedihSedih0%
Pilih SenangSenang0%
Pilih Tak PeduliTak Peduli0%
Pilih TerinspirasiTerinspirasi100%
Pilih TerpukauTerpukau0%

Artikel ini dibuat oleh Kawan GNFI, dengan mematuhi aturan menulis di GNFI. Isi artikel ini sepenuhnya menjadi tanggung jawab penulis. Laporkan tulisan.

Editor:
Aditya Jaya Iswara

Upaya Selamatkan Harimau Sumatera dari Kepunahan oleh Berbak Sembilang Sebelummnya

Upaya Selamatkan Harimau Sumatera dari Kepunahan oleh Berbak Sembilang

Ini Daftar Operator Telko yang Sudah Menjajal Jaringan 5G di Indonesia Selanjutnya

Ini Daftar Operator Telko yang Sudah Menjajal Jaringan 5G di Indonesia

0 Komentar

Beri Komentar

Silakan masuk terlebih dahulu untuk berkomentar memakai akun Anda.