5 Manfaat Ini Saya Dapat dari Komunitas Penulis

5 Manfaat Ini Saya Dapat dari Komunitas Penulis

Ilustrasi menulis © Pexels

Menulis, akhirnya membuat saya menemukan sesuatu yang selalu membuat rindu, penyemangat mengisi hari-hari. Lalu saya menyebutnya dengan sebuah passion, yang membuat saya mantap menyantumkan kata “penulis” dalam kolom pekerjaan pada tiap formulir yang saya isi.

Berbagai genre tulisan pun saya coba buat dan rasakan proses penulisannya, membaca lagi hasilnya dan menimang-nimang tulisan mana yang paling membuat saya senang.

Rasanya perlu banyak amunisi untuk membuat karya-karya ini layak uji. Lalu saya mulai mengikuti berbagai training penulisan, mulai dari kelas artikel, kelas blog, sampai kelas prosa liris.

Dari kelas-kelas yang saya ikuti saya menjadi punya banyak teman baru yang juga suka menulis tentunya. Dari mereka inilah saya mengenal dan kemudian bergabung dengan komunitas penulis.

Beberapa komunitas penulis pun saya ikuti, dan aktif terlibat dalam kegiatan penulisan di dalamnya. Di antaranya dengan mengikuti challenge, membuat buku antologi, juga ikut terlibat dalam kepengurusan komunitas.

Satu dari sekian komunitas penulis yang saya aktif di dalamnya adalah komunitas Ibu-ibu Doyan Nulis. Dari IIDN ini, saya sudah dua kali mendapat hadiah karena aktif dalam diskusi dan sharing tulisan.

Tidak terasa hampir satu tahun saya berkecimpung dalam dunia literasi termasuk bergabung dalam komunitas para pegiat aksara. Dari keanggotaan tersebut saya mendapat lima manfaat yang membuat saya semakin bangga menjadi penulis.

Wawasan dan ilmu penulisan

Tiap komunitas penulis punya program kegiatan untuk memperluas wawasan dan menambah ilmu tentang kepenulisan. Biasanya hasil sharing yang berisi ilmu penting saya simpan dalam catatan, supaya mudah saya cari ketika dibutuhkan. Dari obrolan sesama anggota wawasan tentang dunia literasi makin luas lagi.

Mengasah kemampuan menulis

Biasanya untuk menghidupkan komunitas, pengurusnya membuat challenge atau tantangan untuk menulis tentang tema dan jenis tulisan tertentu. Kalau tidak gara-gara challenge barang kali saya belum pernah membuat cerpen-sesuatu yang masih sulit buat saya.

Jejaring semakin luas

Manfaat dari jejaring baru yang saya dapat dari berkomunitas adalah banyaknya kesempatan mengikuti kelas-kelas penulisan baru yang belum pernah saya ikuti. Kelak jejaring inilah yang akan menjadi tempat untuk saya mengenalkan karya-karya yang saya bukukan.

Mengikuti berbagai lomba penulisan

Lomba penulisan yang saya ikuti memang belum banyak, karena saya memang penulis pendatang baru, sehingga awal ikut dalam komunitas saya hanya sebagai pengamat yang menyerap banyak ilmu dari anggota lainnya.

Buat saya, mengikuti lomba adalah sarana mencari tahu seberapa bagus tulisan kita. Menang atau kalah itu urusan kedua, tetapi yang pertama adalah membuktikan bahwa kita memang mampu menulis.

Kekalahan membuat saya belajar untuk menulis lebih baik lagi, dan kemenangan yang baru beberapa saya raih, menjadi penyemangat untuk membuat karya lagi.

Mendapat banyak hadiah

Buat saya, hadiah adalah bonus dan selebrasi dari berhasilnya kita membuat karya tulisan. Hadiah yang saya dapat pun beragam mulai dari pulsa, buku, voucher training, bahkan voucher uang muka umrah dan uang tunai.

Hadiah paling besar yang saya peroleh adalah ketika saya memenangkan lomba artikel yang diselenggarakan kompotren Daarut Tauhid Bandung, berupa uang tunai dan pulsa telpon sebesar Rp 500 ribu.

Komunitas penulis kemudian menjadi semacam rumah yang hangat untuk saya. Tempat bertemu orang-orang tercinta, membicarakan hal yang dekat dan penuh manfaat.

Saling berbagi, saling memberi, dan saling memberi dukungan. Meskipun rumah dan para penghuninya tidak pernah bertemu secara nyata, tetapi saya menemukan cinta di sana.

Pilih BanggaBangga67%
Pilih SedihSedih0%
Pilih SenangSenang0%
Pilih Tak PeduliTak Peduli0%
Pilih TerinspirasiTerinspirasi33%
Pilih TerpukauTerpukau0%

Artikel ini dibuat oleh Kawan GNFI, dengan mematuhi aturan menulis di GNFI. Isi artikel ini sepenuhnya menjadi tanggung jawab penulis. Laporkan tulisan.

Editor:
Aditya Jaya Iswara

Ibu-ibu Doyan Nulis dan Geng Salihah Menulis, Dua Komunitas Perempuan yang Menjadi Pembuka Jalanku Sebelummnya

Ibu-ibu Doyan Nulis dan Geng Salihah Menulis, Dua Komunitas Perempuan yang Menjadi Pembuka Jalanku

Suhu Hingga Minus 7 Derajat Celcius, Mengapa Embun Beku Dieng Datang Lebih Awal? Selanjutnya

Suhu Hingga Minus 7 Derajat Celcius, Mengapa Embun Beku Dieng Datang Lebih Awal?

0 Komentar

Beri Komentar

Silakan masuk terlebih dahulu untuk berkomentar memakai akun Anda.