15 Persen Sekolah di Kukar Sudah Pakai Program PINTAR

15 Persen Sekolah di Kukar Sudah Pakai Program PINTAR

Pertemuan Sharing for Best Practice yang membahas diseminasi program PINTAR © Tanoto Foundation

  • Sebanyak 15 persen sekolah di Kukar telah memakai program PINTAR.
  • Hal itu dijabarkan dalam sebuah pertemuan Sharing for Best Practice, 28 Mei lalu.
  • Untuk 85 persen sisanya, dibutuhkan kerja sama dari pihak-pihak terkait agar program PINTAR bisa semakin menyebar luas.

Dalam sebuah pertemuan Sharing for Best Practice yang diadakan oleh Kemendikbud bekerja sama dengan Tanoto Foundation, dipresentasikan kemajuan program PINTAR di masing-masing daerah.

Di hadapan para tamu undangan yang terdiri dari guru, kepala sekolah, stakeholder Dinas Pendidikan, dan Kabid Pendidikan Dasar Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kutai Kartanegara, Tulus Sutopo, disebutkan bahwa program PINTAR telah disebar luaskan ke 15 persen sekolah di Kutai Kartanegara (Kukar).

Kemudian untuk 85 persen sisanya, Tulus mengatakan butuh kerja sama dengan semua pihak.

“Untuk itu, Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kukar sangat berharap ada sinergi antara Pemerintah Kutai Kartanegara dengan Kemdikbud, CSR perusahaan di Kalimantan Timur, dan Tanoto Foundation dalam mendiseminasikan Program PINTAR,” ujarnya pada Selasa (28/5) lalu.

BACA JUGA: Kemendikbud Dorong Diseminasi Program PINTAR

Tulus melanjutkan, dengan hadirnya berbagai pihak ikut mendiseminasikan program PINTAR, Sustainibitas Program juga akan semakin terjamin.

“Terutama perusahaan-perusahaan di daerah, dukungan mereka secara terus menerus akan bisa memastikan semua guru di daerah dampingannya kualitasnya meningkat,” imbuhnya.

Pelatihan Manajemen Berbasis Sekolah dan Pembelajaran Aktif dengan skenario MIKIR memang telah disebarkan ke beberapa kepala sekolah dan guru di Kukar, baik oleh institusi di bawah Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kukar maupun Kementerian Agama Kukar.

Diseminasi Pelatihan Manajemen Berbasis Sekolah sudah pernah dilakukan untuk 26 kepala sekolah dan guru di Loa Kulu. Sementara 102 pendidik SD di Loa Kulu dan 61 Pendidik SD di Muarakaman telah mendapatkan pelatihan pembelajaran aktif.

BACA JUGA: Program PINTAR Direplikasi Besar-besaran

Di Marrangkayu, atas bantuan dua perusahaan, Indominco Mandiri dan Pama Persada, 81 Pendidik SD juga telah mendapatkan pelatihan pembelajaran aktif. Kemudian di Tenggarong Seberang dan Muara Jawa, atas inisiasi masing-masing sekolah. sebanyak 54 pendidik juga telah mendapatkan diseminasi pelatihan pembelajaran

Kemenag Kukar juga telah menyebarkan pelatihan pembelajaran aktif untuk 125 guru MI dan 116 MTs di Loa Kulu dan Loa Janan.

Tanoto Foundation melalui Program PINTAR, sampai Mei 2019 telah melatih dan mendampingi 9.647 guru, kepala sekolah, pengawas, dan komite sekolah di 1.465 sekolah dan madrasah yang tersebar di lima provinsi, yaitu Sumatra Utara, Jambi, Riau, Jawa Tengah, dan Kalimantan Timur.

Diharapkan pada tahun 2022, ada lebih dari 9.000 sekolah dan madrasah yang mendapatkan manfaat dari Program PINTAR untuk meningkatkan kualitas pembelajaran, manajemen sekolah, dan budaya baca.**

Pilih BanggaBangga0%
Pilih SedihSedih0%
Pilih SenangSenang0%
Pilih Tak PeduliTak Peduli0%
Pilih TerinspirasiTerinspirasi0%
Pilih TerpukauTerpukau0%

Artikel ini dibuat oleh Tim Redaksi GNFI, dengan mematuhi aturan menulis di GNFI. Isi artikel ini sepenuhnya menjadi tanggung jawab penulis. Laporkan tulisan.

Harapan Sosok Pengawal Harta Karun Perairan dari Kaimana, Papua Barat Sebelummnya

Harapan Sosok Pengawal Harta Karun Perairan dari Kaimana, Papua Barat

10 Bali Baru: Danau Seluas Singapura di Sumatra Utara Selanjutnya

10 Bali Baru: Danau Seluas Singapura di Sumatra Utara

0 Komentar

Beri Komentar

Silakan masuk terlebih dahulu untuk berkomentar memakai akun Anda.