Lomba Bedah Kelas, Bangkitkan Sumbangsih Masyarakat ke Sekolah

Lomba Bedah Kelas, Bangkitkan Sumbangsih Masyarakat ke Sekolah

Siswa-siswi SDN 011 Balikpapan Tengah © Tanoto Foundation

  • Satu lagi inovasi dari Program PINTAR Tanoto Foundation.
  • Untuk mempercantik ruang kelas, diadakan lomba bedah kelas.
  • Peserta lomba ini adalah orang tua siswa, yang tergabung dalam komite kelas atau paguyuban kelas.

Belajar di ruang kelas yang nyaman adalah impian semua pelajar, tapi sayangnya tidak semua sekolah dapat mewujudkannya. Meskipun begitu, bukan berarti tak ada upaya untuk membuat para murid nyaman belajar di ruang kelasnya.

SDN 011 Balikpapan Tengah misalnya. Sekolah ini mempunyai kiat mempercantik ruangan kelas dengan mengadakan lomba bedah kelas.

Lomba bedah kelas adalah lomba yang diikuti oleh orang tua siswa masing-masing kelas, yang tergabung dalam komite kelas atau paguyuban kelas untuk menunjukkan kelas yang paling rapi, indah, dan menunjang pembelajaran.

Untuk memperbaiki kelas tempat anaknya belajar tersebut, mereka tidak memakai dana sekolah tapi dana bersama-sama yang dihimpun komite kelas masing-masing.

BACA JUGA: 15 Persen Sekolah di Kukar Sudah Pakai Program PINTAR

Lomba ini dilakukan secara bertahap. Pertama, agar orang tua siswa memahami bahwa sekolah tidak bisa membiayai semua kebutuhan sekolah, pada waktu rapat penerimaan rapor siswa, kepala sekolah menceritakan secara terbuka keuangan, dan kebutuhan sekolah, dan apa yang diharapkan dari orang tua siswa untuk berperan.

Kedua, penguatan oleh komite sekolah tentang pentingnya peran komite mendukung sekolah. Lewat keterbukaan tersebut, orang tua menjadi sadar bahwa tentang kebutuhan sekolah dan apa yang bisa mereka sumbangkan secara suka rela.

Pertemuan tersebut akhirnya menyepakati bahwa, agar mereka termotivasi menyumbangkan dana, tenaga, dan lain-lain ke sekolah, mereka semua ikut dalam lomba bedah kelas yang diselenggarakan oleh komite sekolah.

Orangtua murid berpartisipasi dalam Lomba Bedah Kelas | Foto: Tanoto Foundation

“Upaya membangkitkan peran orang tua siswa ini semakin terdorong setelah ikut pelatihan Peran Serta Masyarakat yang diadakan oleh Program PINTAR Tanoto Foundation. Kami langsung eksekusi di sekolah dengan mengadakan lomba ini, “ ujar Kepala Sekolah SDN 011 Balikpapan Tengah, Sahidayati.

Lomba ini sangat efektif memotivasi orang tua siswa untuk berperan secara sukarela mewujudkan kelas yang menunjang anak-anak mereka belajar. Selama dua bulan, waktu yang diberikan oleh juri untuk membenahi kelas, orang tua siswa yang tergabung dalam komite kelas, ramai-ramai bergotong-royong memperbaiki kelas masing-masing. Mereka datang biasanya pada hari sabtu atau minggu sore.

Mereka menyumbang apa saja yang dirasa mampu, baik dalam bentuk tenaga, keahlian dan dana. Ada yang mengecat, menggambar, membuat lemari pojok baca dan lain-lain. Semua dana berasal dari mereka sendiri. Kepala sekolah menyerahkan sepenuhnya hal tersebut pada komite kelas.

BACA JUGA: Kemendikbud Dorong Diseminasi Program PINTAR

Juri yang terdiri dari Ketua Komite, Pengawas dan Kepala sekolah dari sekolah lain, menilai kelas berdasarkan beberapa kriteria: keindahan, kerapian, kreativitas, dan pojok budaya baca. Juri sengaja dipilih dari orang luar, kecuali komite, untuk menjaga netralitas.

Agar pojok budaya baca kaya dengan buku-buku, orang tua siswa juga sepakat bahwa tiap siswa akan menyumbangkan satu buku. Buku tersebut diletakkan di pojok kelas masing-masing dan menjadi miliki bersama.

Lomba tersebut akhirnya dimenangkan oleh kelas tiga. Ibu Sudiyem sebagai wali kelas menerima piala langsung dari pengawas sekolah, Slamet Mulyadi. Rencananya sekolah akan mengadakan lomba bedah kelas per enam bulan sekali, dan piala yang dipegang kelas tiga saat ini adalah piala bergilir.

Penyerahan piala bergilir Lomba Bedah Kelas | Foto: Tanoto Foundation

“Lomba ini berhasil membuat sekolah banyak berubah lebih indah dan lebih menunjang pembelajaran. Buku-buku semakin banyak yang menunjang program membaca 15 menit sebelum pembelajaran yang ada di sekolah kami,” ujar Sahidayati.

Kemudian menurut Communication Specialist Program PINTAR Tanoto Foundation Kaltim, Mustajib, tanpa peran orang tua siswa yang besar, sekolah sulit untuk berkembang melampaui target.

“Sumbangan ke sekolah akan mempercepat kemajuan sekolah dan itu sangat dibolehkan asalkan tidak ditentukan besarannya dan kapan waktu menyetornya,” ujarnya.**

Pilih BanggaBangga0%
Pilih SedihSedih0%
Pilih SenangSenang0%
Pilih Tak PeduliTak Peduli0%
Pilih TerinspirasiTerinspirasi0%
Pilih TerpukauTerpukau0%

Artikel ini dibuat oleh Tim Redaksi GNFI, dengan mematuhi aturan menulis di GNFI. Isi artikel ini sepenuhnya menjadi tanggung jawab penulis. Laporkan tulisan.

Gemerlap Perayaan Idulfitri di 7 Negara Sebelummnya

Gemerlap Perayaan Idulfitri di 7 Negara

Warung Kopi Indonesia dibuka di Montmarte Paris Selanjutnya

Warung Kopi Indonesia dibuka di Montmarte Paris

0 Komentar

Beri Komentar

Silakan masuk terlebih dahulu untuk berkomentar memakai akun Anda.