Spensav, Antivirus Buatan Siswa SMP yang Mendunia

Spensav, Antivirus Buatan Siswa SMP yang Mendunia

Ilustrasi laptop © Clément H/Unsplash

  • Perkenalkan, Spensav. Antivirus buatan siswa SMP yang menjadi runner-up sebuah ajang internasional.
  • Spensav merupakan buah karya Isfha, lelaki asal Sungguminasa, Sulawesi Selatan, yang kini berusia 22 tahun.
  • Selain Spensav, Isfha juga membuat dua program lain yakni Relieve dan WeBlocker.

Saat menjadi pelajar SMP pada 2009-2010, Muhammad Isfhani Ghiath atau yang biasa disapa Isfha, menciptakan inovasi mutakhir di bidang teknologi. Ia menciptakan Spensav, antivirus yang menjadi runner-up di sebuah kompetisi.

Ajang yang diikuti Isfha adalah Asia-Pasific Information and Communication Technology Alliance Awards 2014. Di kompetisi ini, Spensav buatan Isfha berhasil menyabet juara dua, dan mendapat apresiasi dari Menteri Kominfo saat itu, Tifatul Sembiring.

Isfha di kantor pusat Google | Foto: Dok. Google Indonesia

Spensav kemudian langsung diminati banyak orang, dan tercatat telah diunduh sekitar 500 ribu pengguna. Berkat prestasinya, Isfha juga mendapat hadiah laptop dari Menkominfo, yang sekaligus menjadi laptop pertamanya.

BACA JUGA: Google Science Fair dan Tiga Prestasi Anak Bangsa di Bidang Sains

Dilansir dari siaran pers yang diterbitkan Google Indonesia, lelaki kelahiran Sungguminasa, Sulawesi Selatan, 22 tahun yang lalu ini, sudah tertarik terjun ke dunia programming sejak duduk di bangku SD.

Ceritanya ketika menjadi siswa Sekolah Dasar, Isfha tidak sengaja membuat komputer yang disewa ayahnya untuk bisnis percetakan, terkena virus. Ia pun berupaya keras mencari cara untuk mengatasinya, tapi orang tua Isfha justru melarangnya mengoperasikan komputer.

Meski begitu Isfha tidak menyerah. Ia tetap teguh dan belajar otodidak dari internet. Uang jajannya disisihkan tiap minggu untuk ke warnet demi memenuhi hasrat keingintahuannya yang tinggi, agar bisa menjawab hal yang dipertanyakannya selama ini, membasmi virus yang menjangkiti komputer sang ayah.

Isfha kemudian terus menggali ilmu di dunia programming dan mengambil jurusan informatika di STT Terpadu Nurul Fikri. Selain itu Isfha juga memperaktekkan dan melakukan beragam uji coba aplikasi yang diciptakan bersama teman-temannya di Developer Student Clus (DSC).

BACA JUGA: Lindungi Hutan di Sumatra Barat dengan Teknologi Google AI

Kerja keras Isfha akhirnya membuahkan hasil. Selain Spensav, ada dua aplikasi lain yang sedang dikembangkan dan akan segera diperkenalkan ke publik.

Aplikasi pertama namanya Relieve. Aplikasi food sharing yang menghubungkan restoran dengan komunitas food sharing yang nantinya akan membagikan kelebihan makanan kepada tunawisma.

Tampilan aplikasi Relieve | Foto: Dok. Google Indonesia

Lalu yang kedua adalag WeBlocker. sebuah aplikasi parental control yang akan memudahkan orang tua memantau aktivitas anaknya selama berselancar di internet baik melalui komputer maupun melalui ponsel pintar.

Tampilan program WeBlocker | Foto: Dok. Google Indonesia

Melalui karya-karyanya itu, Isfha mendapat kesempatan datang ke Google I/O, salah satu impiannya yang akhirnya terwujud.

Isfha menunjukkan bahwa kerja keras tidak akan mengkhianati hasil. Dari sebuah kesalahan tidak disengaja, membuatnya kini jadi developer potensial yang mengharumkan nama bangsa.**

Pilih BanggaBangga17%
Pilih SedihSedih0%
Pilih SenangSenang0%
Pilih Tak PeduliTak Peduli50%
Pilih TerinspirasiTerinspirasi17%
Pilih TerpukauTerpukau17%

Artikel ini dibuat oleh Penulis Terverifikasi GNFI, dengan mematuhi aturan menulis di GNFI. Isi artikel ini sepenuhnya menjadi tanggung jawab penulis. Laporkan tulisan.

Mengenal Pakaian Adat Sasak yang Digunakan Presiden Jokowi Sebelummnya

Mengenal Pakaian Adat Sasak yang Digunakan Presiden Jokowi

Indonesia dan Brunei (Mungkin) Saling Iri Selanjutnya

Indonesia dan Brunei (Mungkin) Saling Iri

0 Komentar

Beri Komentar

Silakan masuk terlebih dahulu untuk berkomentar memakai akun Anda.