Google Science Fair dan Tiga Prestasi Anak Bangsa di Bidang Sains

Google Science Fair dan Tiga Prestasi Anak Bangsa di Bidang Sains

Managing Director Google Indonesia, Randy Jusuf (kanan) beserta para pelajar berprestasi di Google Science Fair 2019 © Aditya Jaya/GNFI

  • Tiga pelajar berprestasi di Google Science Fair 2019 diundang untuk mempresentasikan hasil karyanya.
  • Hasil karya mereka sangat menarik, dan merupakan karya mutakhir di bidang sains.
  • Ketiga pelajar tersebut adalah Nicholas Patrick, Celestine Wenardy, dan Reza Juliandri.

Google Indonesia memberikan apresiasi pada tiga pelajar berprestasi di Google Science Fair 2019. Dalam acara yang digelar di kantor Google Indonesia, Pacific Century Place SCBD, Jakarta, hari ini (28/5) ketiga pelajar tersebut juga mempresentasikan hasil karyanya masing-masing.

Nicholas Patrick mendapat kesempatan pertama maju menyajikan temuannya. Siswa SMA Cita Hati Surabaya berusia 16 tahun ini membuat sebuah riset matematika dengan algoritma komputer, untuk mengukur volume bentuk tidak beraturan.

Produknya berupa algoritma dengan rumus tunggal yang dapat digunakan mencari volume bentuk apapun, termasuk bentuk abstrak.

BACA JUGA: Siswa Indonesia Raih Penghargaan di Ajang Sains dan Teknik Internasional

Selanjutnya giliran Celestine Wenardy yang mendapat kesempatan tampil. Perempuan berusia 16 tahun yang bersekolah di British School Jakarta ini sedang mengembangkan alat pengecelk kadar gula darah yang diklaim nantinya akan jauh lebih murah dan lebih mudah digunakan.

"Ke depannya proyek ini akan terus dikembangkan. Aku berharap proyek ini dapat berguna tidak hanya bagi masyarakat Indonesia, tetapi bisa dimanfaatkan untuk masyarakat dunia dalam mengendalikan penyakit diabetes," terang Celestine.

Kiri ke kanan: Reza Juliandri, Celestine Wenardy, dan Nicholas Patrick

Lalu yang terakhir adalah Reza Juliandri. Siswa SMK Negeri 5 Kota Tangerang berusia 17 tahun ini merupakan salah satu pemenang Google Code-In 2018. Sebagai hadiahnya, ia akan mengunjungi kantor pusat Google di California bersama 53 pemenang hadiah utama, dari 18 negara lainnya pada bulan Juni mendatang.

Di kompetisi Google Code-In 2018, Reza membuat program openwisp-lxdox yang berfungsi menginstal openWISP ke Linux Container.

Saat mengikuti Google Code-In, Reza telah mengerjakan belasan hingga puluhan tugas sampai akhirnya terpilih menjadi pemenang di tahun 2018.

BACA JUGA: Dari Review & Hobi Foto, Akhirnya Diundang ke Kantor Google

Google terus mendukung warga Indonesia dari segala usia, dengan program-program seperti Gapura Digital, Womenwill, dan Developer Student Clubs, untuk membantu mengurangi kesenjangan keterampilan digital, dan mempercepat momentum ekonomi digital Indonesia.

"Kami sangat bangga dengan prestasi anak-anak muda Indonesia ini. Kami merasa terinspirasi dengan semakin banyaknya pelajar Indonesia yang berkompetisi di ajang global dan ini adalah sebuah tren yang ingin terus Google dukung di masa mendatang. Kami mengucapkan selamat kepada para pelajar yang suatu saat akan mengubah dunia ini," ujar Corporate Communications Head Google Indonesia, Jason Tedjasukmana, dalam keterangan resminya.***

Pilih BanggaBangga62%
Pilih SedihSedih0%
Pilih SenangSenang0%
Pilih Tak PeduliTak Peduli8%
Pilih TerinspirasiTerinspirasi23%
Pilih TerpukauTerpukau8%

Artikel ini dibuat oleh Penulis Terverifikasi GNFI, dengan mematuhi aturan menulis di GNFI. Isi artikel ini sepenuhnya menjadi tanggung jawab penulis. Laporkan tulisan.

Bergabung dengan Komunitas Menulis Menjadikan Saya Seperti Sekarang Sebelummnya

Bergabung dengan Komunitas Menulis Menjadikan Saya Seperti Sekarang

Osvaldo Haay Top Skor Sementara di SEA Games 2019 Selanjutnya

Osvaldo Haay Top Skor Sementara di SEA Games 2019

Aditya Jaya Iswara
@adityajoyo

Aditya Jaya Iswara

Tidak bisa masak tapi suka makan. Tidak bisa main bola tapi suka nonton bola.

0 Komentar

Beri Komentar

Silakan masuk terlebih dahulu untuk berkomentar memakai akun Anda.