Lalita, Kisah 51 Perempuan Inspiratif Indonesia

Lalita, Kisah 51 Perempuan Inspiratif Indonesia

Abigail Limuria dan Grace Kadiman, dua penulis buku Lalita © PT. Lalita Project Indonesia

Ayo bantu mencegah penyebaran Covid-19 dengan menjaga jarak fisik dengan orang lain atau dengan di rumah saja 🌎🏠

  • 51 tokoh perempuan inspiratif Indonesia dirangkum kisahnya dalam sebuah buku berjudul Lalita.
  • Buku ini dibuat oleh dua orang mahasiswi, Abigail Limuria dan Grace Kadiman.
  • Dalam pembuatan buku, Abigail dan Grace mewawancarai langsung 51 tokoh perempuan yang hendak diangkat kisahnya.

Dua mahasiswi menulis dan menerbitkan buku cerita yang berisi kisah kehidupan dan pencapaian 51 perempuan Indonesia, serta berkolaborasi dengan 51 ilustrator Indonesia. Mereka adalah Abigail Limuria dan Grace Kadiman, sang penulis buku Lalita.

Lalita merupakan buku cerita yang mengangkat 51 kisah perempuan hebat Indonesia yang mengharumkan bangsa, dari berbagai profesi dan latar belakang. Ada dua tujuan buku ini dibuat, yakni untuk menginspirasikan anak-anak perempuan Indonesia untuk bermimpi tinggi, dan bangga menjadi bagian dari bangsa Indonesia. Selain itu, juga untuk merayakan pencapaian dan keberagaman perempuan-perempuan Indonesia yang layak diteladani.

Tokoh perempuan yang diangkat profilnya di buku Lalita antara lain Sri Mulyani, Susi Pudjiastuti, Najwa Shihab, Susi Susanti, dan mereka yang masih kurang dikenal seperti Herawati Sudoyo (ahli genetika yang mempelajari genetik suku-suku), Ayu Kartika Dewi (co-founder SabangMerauke), dan Adek Berry (jurnalis foto di daerah bencana dan perang).

BACA JUGA: Kearifan Lokal Tradisi Perawatan Tubuh

“Kata Lalita diambil dari bahasa sansekerta yang berarti berharga, jelita, senang bermain, dan suka berbicara. Untuk kami, kata Lalita merepresentasikan perempuan-perempuan Indonesia yang berambisi, cerdas, tangguh dan tidak terbatas. Kami ingin mendefinisikan ulang apa yang dianggap cantik dan menarik di budaya kami,” kata Grace, salah satu penulis buku cerita Lalita.

“Dulu aku tidak pernah mengasosiasikan orang Indonesia sebagai panutan, karena aku anggap orang dari luar negeri lebih berhasil. Oleh karena itu, aku tidak pernah merasa bangga menjadi orang Indonesia,” imbuh Abigail, penulis lainnya.

Abigail dan Grace kemudian terdorong untuk menyorot cerita perempuan-perempuan hebat Indonesia di masa kini. Kisah-kisah yang diceritakan juga dapat menginspirasi anak-anak perempuan Indonesia agar mereka bisa tuimbuh dengan tokoh panutan yang kuat.

BACA JUGA: Moana dari Suku Pamona

Proses pembuatan dan peluncuran

Buku Lalita dibuat selama dua tahun, dengan mewawancarai langsung 51 tokoh perempuan yang hendak diangkat kisahnya. Kisah mereka dirangkum dalam 300 kata, dan setiap kisah juga diilustrasikan oleh ilustrator Indonesia yang berbeda. Oleh karenanya, Lalita berkolaborasi dengan 51 ilustrator Indonesia yang berbeda, baik laki-laki dan perempuan.

“Sewaktu aku sadar bahwa Indonesia memiliki banyak tokoh-tokoh perempuan hebat, aku bilang ke Grace, ‘Seharusnya ada yang buat buku tentang mereka!’ Oleh karena itu, kami putuskan untuk nekat dan menulis buku itu sendiri,” ucap Abigail.

Peluncuran buku Lalita dilakukan di Plaza Indonesia, Jakarta, pada 9-11 Agustus lalu. Abigail dan Grace menargetkan dapat menjual 10.000 buku ke seluruh Indonesia, yang saat ini sudah terjual 2.000 buku.**

WHO merekomendasikan beberapa langkah dasar untuk membantu mencegah penyebaran Covid-19.

  1. Cuci tangan sesering mungkin setidaknya selama 20 detik
  2. Jika batuk/bersin arahkan ke lipatan siku
  3. Bersihkan dan disinfeksi benda yang sering disentuh
  4. Tetap di rumah saja bagi yang bisa
  5. Pakai masker bila keluar dari rumah
  6. Hindari menyentuh wajah
  7. Jaga jarak fisik dengan orang lain (physical distancing)

Yuk, saling menjaga dan membantu. Semoga kita semuanya diberikan kesehatan dan bisa melalui keadaan saat ini.

Pilih BanggaBangga100%
Pilih SedihSedih0%
Pilih SenangSenang0%
Pilih Tak PeduliTak Peduli0%
Pilih TerinspirasiTerinspirasi0%
Pilih TerpukauTerpukau0%

Artikel ini dibuat oleh Kawan GNFI, dengan mematuhi aturan menulis di GNFI. Isi artikel ini sepenuhnya menjadi tanggung jawab penulis. Laporkan tulisan.

Editor:
Yufi Eko Firmansyah

Untuk membantu kami agar lebih baik, kamu bisa memberikan kritik dan saran terkait web ini kepada GNFI di halaman Kritik dan Saran. Terima kasih.
Di Kota Ini, Wanita yang Melamar Pria Sebelummnya

Di Kota Ini, Wanita yang Melamar Pria

Pawai Hadrat di Kaimana, Tradisi Rayakan Idulfitri Tanpa Sekat Selanjutnya

Pawai Hadrat di Kaimana, Tradisi Rayakan Idulfitri Tanpa Sekat

Aditya Jaya Iswara
@adityajoyo

Aditya Jaya Iswara

0 Komentar

Beri Komentar

Silakan masuk terlebih dahulu untuk berkomentar memakai akun Anda.