Tentang Indomie dan Gastro Diplomacy

Tentang Indomie dan Gastro Diplomacy

Indomie (sumber : Blibli.com)

Baru-baru ini, sebuah produk dari PT. Indofood CBP, Indomie berhasil mencatatkan diri ke dalam peringkat 10 terbaik menurut Los Angeles Times. Dua produk yang mencatatkan diri ke dalam peringkat terebut adalah BBQ Chicken (Peringkat 1) dan Indomie Goreng original (peringkat 10). Kawan GNFI tahu tidak bahwa apa yang dicapai oleh Indomie sebagai produk kebanggaan kita ini termasuk dalam Gastro Diplomacy.

Lalu apa itu Gastro Diplomacy ? Gastro Diplomacy atau disebut juga diplomasi kuliner merupakan salah satu element dari soft diplomacy yang menggunakan makanan sebagai sarananya. Beberapa akademisi memiliki pengertian mengenai diplomasi model ini.

Ilustrasi Gastro Diplomacy (Sumber : www.npr.org)

Menurut The Hague Journal of Diplomacy, diplomasi kuliner memiliki konsep menggunakan makanan untuk menciptakan pengertian lintas budaya dengan harapan dapat meningkatkan interaksi dengan publik . Rockower (2012) yang juga seorang penulis mengidentifikasikan diplomasi kuliner sebagai the act of winning hearts and minds through stomachs. Pada garis besar, diplomasi ini menggunakan sarana dalam meningkatkan citra negara dan menjalin suatu kerjasama.

Beberapa contoh gastro diplomacy yang paling dekat dengan kita adalah jika kita mendengar dim sum maka tentu kita akan tahu makanan tersebut berasal dari Tiongkok, sama hal nya dengan kita tahu bahwa Kimchi berasal dari Korea.

Melalui nasi goreng dan rendang yang pernah didaulat menjadi makanan terenak di dunia melalui vote, dunia mengetahui bahwa kedua makanan tersebut berasal dari Indonesia.

Lalu bagaimana dengan Indomie ?

Indomie sendiri telah melebarkan sayapnya mulai tahun 90an dan kini telah hadir di 80 negara. Bahkan, di Nigeria ada rumor yang menyebutkan bahwa kata mie disana diganti dengan kata Indomie saking terkenalnya produk ini.

Sumber : Los Angeles Times

Dengan adanya regional office di berbagai belahan dunia dan tenarnya Indomie di banyak negara, Indomie telah berkontribusi dalam meningkatkan brand nation melalui makanan. Hal ini juga termasuk dalam gastro diplomacy karena pada akhirnya mereka tahu bahwa mie instant ini berasal dari Indonesia.

Perpaduan dari kenyalnya mie dan rasa yang enak merupakan senjata dari Indomie yang mampu menembus lintas batas kebudayaan.

Berkenaan dengan diplomasi, jika dulu hanya bisa dilakukan oleh utusan negara sebagai main actor dari diplomasi. Kini, diplomasi bisa dilakukan oleh siapa saja bahkan oleh sebuah perusahaan.

Banyak negara telah melakukan diplomasi model ini seperti Jepang dengan program kuliner Shoku-bunka kenkyu suishin kondankai pada tahun 2005, Malaysia dengan , Malaysia dengan program Malaysia Kitchen For The World di Amerika, United Kingdom, Australia, Selandia Baru dan Cina. Australia dengan program There’s Nothing Like Australia pada tahun 2014 dan masih banyak lagi.

Sumber :

Kompasiana | Los Angeles Times|GNFI| Katadata

Sam Chapple-Sokol (2013) Culinary Diplomacy : Breaking Bread to Win Hearts and Minds.The Hague Journal of Diplomacy Volume 8 Issue2. USA : Martius Hijhoff Publishers. p. 161-183

Pilih BanggaBangga100%
Pilih SedihSedih0%
Pilih SenangSenang0%
Pilih Tak PeduliTak Peduli0%
Pilih TerinspirasiTerinspirasi0%
Pilih TerpukauTerpukau0%

Artikel ini dibuat oleh Penulis Terverifikasi GNFI, dengan mematuhi aturan menulis di GNFI. Isi artikel ini sepenuhnya menjadi tanggung jawab penulis. Laporkan tulisan.

Sudah Pernahkah ke Pantai Nglambor? Sebelummnya

Sudah Pernahkah ke Pantai Nglambor?

Berbagi Tugas Bersihkan Bumi dari Sampah Plastik Selanjutnya

Berbagi Tugas Bersihkan Bumi dari Sampah Plastik

adli hazmi

Coffee addict, travel and sport enthusiast. a person who really likes international politics. Follow my Instagram @adli_hazmi

0 Komentar

Beri Komentar

Silakan masuk terlebih dahulu untuk berkomentar memakai akun Anda.