Inikah Calon Kapal Raksasa TNI AL untuk Menjaga Kedaulatan RI di Laut?

Inikah Calon Kapal Raksasa TNI AL untuk Menjaga Kedaulatan RI di Laut?
info gambar utama

Bangsa Indonesia dibuat panas. Di tengah begitu banyaknya tantangan dan masalah di dalam negeri yang menunggu diselesaikan, tersiar kabar yang menggores nasionalisme kita saat kapal-kapal penjaga pantai (Coast Guard) Tiongkok tanpa merasa bersalah memasuki wilayah laut Natuna. Tiongkok berkeras memiliki kedaulatan di wilayah perairan sekitar Natuna, Kepulauan Riau. Beijing menganggap perairan itu termasuk ke dalam perairan Laut China Selatan, yang sebagian besar diklaim sebagai wilayah kedaulatannya dengan dalil nilai historis.

TNI AL pun mulai mengerahkan kapal-kapal perang menuju ke Laut Natuna. Menteri Pertahanan Prabowo Subianto pun bereaksi. Salah satu yang lama ditunggu adalah saat sang menteri menyatakan akan melakukan pengadaan kapal besar untuk TNI AL, agar makin perkasa di lautan.

Saat ini TNI AL mengoperasikan 8 kapal jenis light frigate. KRI Ahmad Yani saat ini panjangnya 113 meter. Sementara KRI Raden Eddy Martadinata yang lebih canggih mempunyai panjang 105 meter. Sementara kapal besar yang rencananya akan diakuisisi oleh kementerian pertahanan adalah sepanjang 138-140 meter.

Kira-kira kapal apa yang sesuai ?

Beberapa waktu lalu, Pemerintah Denmark menawarkan Iver Huitfeldt Class, fregat fregat kelas berat rasa Destroyer yang kini dioperasikan AL Denmark. Jika jadi diakuisisi oleh Indonesia, Iver Huitfeldt Class ini akan menjadi kapal perang terbesar di Asia Tenggara. fregat ini nantinya digadang-gadang bakal menjadi yang tercanggih dan terbesar di Asia Tenggara melebihi Formidable Class milik Singapura. Bayangkan, berat Iver Huitfeldt Class sendiri mencapai 6.645 ton berbanding dengan Formidable yang 'hanya' 3.200 ton.

Iver Huitfeldt Class | Michael Leek Flickr
info gambar

Iver Huitfeldt Class sendiri dibangun oleh Odense Steel Shipyard di Denmark pada tahun 2008. AL Denmark sendiri membangun tiga kapal di kelas ini yakni Iver Huitfeldt (F 361), Peter Willemoes (F362), dan Niels Juel (F363).

Persenjataan Iver Huitfeldt Class pun tergolong mumpuni dan lengkap, yakni canon reaksi cepat Oto Melara 76mm Super Rapid, 32 sel peluncur rudal vertikal (VLS) Mk 41 untuk rudal permukaan ke udara SM-2 IIIA, 24 sel VLS Mk 56 untuk rudal permukan ke udara RIM-162 ESSM (Evolved SeaSparrow Missile), 2 peluncur berisi empat tabung untuk rudal anti kapal Harpoon, satu unit Oerlikon Millennium 35 mm sebagai CIWS, dan dua peluncur torpedo MU90.

Dengan panjang 138.7 meter dan lebar 19,75 meter, fregat raksasa ini mampu melajy 30 knots karena dukungan empat mesin disesel MTU 8000 20V M70. Ada dek dan hanggar helikopter di fregat ini yang mampu menampung heli ukuran medium untuk misi buru kapal selam dan keperluan lain.

Sumber : Tribunnews.com | Merdeka.com | Cimsec.com

Jika Anda tertarik untuk membaca tulisan Akhyari Hananto lainnya, silakan klik tautan ini arsip artikel Akhyari Hananto.

Terima kasih telah membaca sampai di sini