Begini Rencana Ekosistem Mobil Listrik di Bandara Soetta

Begini Rencana Ekosistem Mobil Listrik di Bandara Soetta
info gambar utama
  • Mengintip rencana Bandara Soetta menjadi ekosistem kendaraan listrik di Indonesia.
  • Bandara Soetta kini sudah memiliki tiga jenis mobil listrik, dan stasiun pengisian daya.
  • Ke depannya, stasiun pengisian daya mobil listrik ini juga dibuat untuk umum.

PT. Angkasa Pura II (Persero) bertekad menjadikan Bandara Internasional Soekarno-Hatta sebagai ekosistem kendaraan listrik di Indonesia. Langkah ini terlihat dari pengadaan armada kendaraan listrik dan fasilitas penunjangnya.

Armada mobil listrik pertama yang dimiliki Bandara Soetta adalah taksi listrik. Ada dua produsen mobil yang dipercaya jadi penyuplai, yakni BYD dan Tesla, yang semuanya dioperasikan oleh Blue Bird. Kemudian Senin (28/1) kemarin bertambah lagi opsi mobil listrik dengan hadirnya GrabCar Elektrik.

Selain itu, bandara yang berlokasi di Tangerang, Banten, ini juga sudah memiliki stasiun pengisian baterai mobil listrik. Charging station itu terletak di area gedung parkir kendaraan roda empat di Terminal 3 Bandara Soekarno-Hatta, dan khusus digunakan untuk mobil listrik Blue Bird.

Executive General Manager Bandara Internasional Soekarno-Hatta, Agus Haryadi, mengatakan saat ini tengah dijajaki pembangunan fasilitas pengisian daya baterai mobil listrik untuk umum.

“Kami ingin semakin mengembangkan ekosistem kendaraan listrik di Soekarno-Hatta, bukan sekadar pemakaian mobil listrik saja tetapi juga dilengkapi dengan sarana dan prasarana yang lengkap,” jelas Agus Haryadi.“

Saat ini tengah dijajaki kemungkinan agar Bandara Soekarno-Hatta memiliki sekitar 30 titik pengisian kendaraan listrik yang bisa digunakan untuk umum,” imbuhnya, dikutip dari siaran pers yang diterima GNFI.

Sebelumnya, PT. Angkasa Pura II dan PT. PLN juga telah menandatangani nota kesepahaman tentang Kerja Sama Percepatan Program Kendaraan Bermotor Listrik Berbasis Baterai.

Melalui nota kesepahaman tersebut, nantinya bandara-bandara PT. Angkasa Pura II bersama PLN akan menyediakan infrastruktur pengisian baterai mobil listrik, atau dikenal dengan Stasiun Pengisian Kendaraan Listrik Umum (SPKLU).

Rencana selanjutnya, konsep penggunaan sumber energi baru dan terbarukan (renewable energy) di bandara-bandara Angkasa Pura II dapat diimplementasikan.

“Penggunaan mobil listrik sebagai transportasi publik membantu implementasi eco airport di Soekarno-Hatta. Lebih dari itu, kami ingin menyosialisasikan penggunaan mobil listrik di sektor pelayanan publik, dan harapannya adalah di tempat lain juga menyediakan hal yang sama,” ujar Presiden Direktur PT. Angkasa Pura II, Muhammad Awaluddin.

Saat ini sekitar 200.000 penumpang pesawat dan 50.000 pekerja dan visitor (non passenger) yang datang dan tiba setiap harinya di Bandara Soekarno-Hatta, menjadikan bandara ini sebagai tempat yang strategis dalam mengampanyekan penggunaan mobil listrik.**

Artikel ini dibuat oleh Kawan GNFI, dengan mematuhi aturan menulis di GNFI. Isi artikel ini sepenuhnya menjadi tanggung jawab penulis. Laporkan tulisan.

Terima kasih telah membaca sampai di sini