Jadi Makanan Favorit Suzanna, Inilah Ragam Sate dari Pulau Jawa (Bagian 1)

Jadi Makanan Favorit Suzanna, Inilah Ragam Sate dari Pulau Jawa (Bagian 1)
info gambar utama

Apakah Kawan GNFI pernah menonton film lawas yang diperankan oleh aktris legendaris Indonesia, Suzanna? Jika iya, tentunya Kawan GNFI mungkin teringat salah satu adegan di mana Suzanna meminta sate sebanyak 200 tusuk untuk dimakannya sendiri. Nah, bukan hanya Suzanna yang menyukai sate, ternyata memang sate dari Indonesia memiliki rasa yang lezat dan memiliki banyak jenisnya. Sebelumnya, telah ditulis secara singkat tentang beberapa sate yang ada di Sumatra. Nah, kali ini akan diulas secara singkat mengenai beberapa jenis sate khas Indonesia yang berasal dari pulau Jawa tepatnya pulau Jawa bagian barat.

  1. Sate Lembut Betawi
Sate Lembut | Foto : Anjungan DKI
info gambar

Sama dengan namanya, sate lembut merupakan makanan khas Betawi. Daging lembut yang menjadi bahan dasar sate lembut Betawi berasal dari daging sapi yang tidak terdapat kandungan lemak pada dagingnya. Tekstur lembut daging sate ini berasal dari gilingan daging sapi segar. Untuk membuat sate lembut, langkah pertama yang harus dilakukan adalah menggiling daging sapi kemudian dililitkan pada tusuk sate. Selanjutnya, daging giling yang sudah berbentuk sate ini dibakar setengah matang agar tidak mudah hancur. Rasa dari sate lembut Betawi adalah sedikit manis dan gurih yang nantinya akan membuat Kawan GNFI menjadi ketagihan.

  1. Sate Bandeng Serang
Sate Bandeng | Foto : Travelingyuk.com
info gambar

Sate bandeng dari Kota Serang merupakan salah satu makanan khas daerah tersebut. Ikan bandeng yang notabene memiliki banyak duri tidak hanya dapat diolah menjadi lauk yang digoreng hingga dipresto seperti bandeng presto khas Semarang, namun juga dapat diolah menjadi sate yang lezat dan mengenyangkan. Karena memiliki duri yang cukup banyak, sebelum dijadikan sate, menghilangkan duri ikan bandeng dengan cara ikan tersebut dipukul hingga dagingnya hancur dan terpisah dari kulitnya, kemudian tulang ikan dicabut dengan menarik tulang bagian bawah kepala. Hal tersebut dapat membuang duri-duri halus yang ada dalam ikan bandeng. Daging tersebut kemudiam dicampur dengan santan dan bumbu rempah dan daging ikan dimasukkan kembali ke dalam kulit ikan yang sudah terpisah sebelumnya. Selanjutnya daging yang sudah dimasukkan ke dalam kulit ikan bandeng dibakar dan menjadi kuliner khas ibukota Banten.

  1. Sate Maranggi Purwakarta
Sate Maranggi | Foto : Jatiluhuronline.com
info gambar

Sate maranggi merupakan sate yang berasal dari Purwakarta, Jawa Barat. Di balik kelezatan sate maranggi, terdapat cerita menarik tentang asal usulnya. Mulanya, sate maranggi dijual oleh pedagang asal Tiongkok yang menetap di Indonesia. Ciri khas tiongkok terdapat pada rempah yang digunakan sebagai bumbunya. Kemudian, sate maranggi dulunya berbahan dasar daging babi, namun setelah ajaran Islam masuk dan mulai banyak penduduk yang belajar tentang agama Islam, daging babi tersebut kemudian diganti dengan daging sapi, kambing ataupun ayam. Sebelum sate di bakar, sate maranggi direndam terlebih dahulu ke dalam bumbu rempah sehingga setelah dibakar sate tidak perlu ditambah bumbu lagi, cukup disantap dengan irisan tomat dan cabai.

  1. Sate Kalong Cirebon
Sate Kalong | Foto : Kumparan.com
info gambar

Cirebon yang dikenal sebagai kota udang ternyata memiliki kuliner khas yang berbahan dasar bukan dari udang, yakni sate kalong. Kalong jika diartikan ke dalam bahasa Indonesia berarti kelelawar, namun sate kalong bukanlah sate dari daging kelelawar melainkan dari daging sapi dengan bumbu khas. Dinamakan sate kalong karena pada mulanya sate tersebut hanya dijual pada malam hari layaknya kalong atau kelelawar yang hanya keluar untuk beraktifitas pada malam hari. Namun, kini sate kalong dapat Kawan GNFI jumpai di berbagai tempat di Cirebon baik pada siang maupun malam hari, dan sate kalong tidak hanya berbahan dasar daging sapi namun juga daging kerbau.

Nah, beberapa sate di atas merupakan sate khas dari daerah Banten, Jakarta dan Jawa Barat. Jika Kawan GNFI berada atau dekat dengan lokasi sate-sate tersebut, jangan lupa untuk menyicipinya, ya. Dijamin, Kawan GNFI akan ketagihan. Berikutnya, akan ditulis mengenai sate-sate yang ada di pulau Jawa di daerah Jawa Tengah, Jawa Timur dan Yogyakarta.


Catatan kaki: Dikutip dari berbagai sumber

Jika Anda tertarik untuk membaca tulisan Widhi Luthfi lainnya, silakan klik tautan ini arsip artikel Widhi Luthfi.

Terima kasih telah membaca sampai di sini