Minuman Tradisional Nusantara; Kalimantan dan Sulawesi

Minuman Tradisional Nusantara; Kalimantan dan Sulawesi

Minuman dengan rempah-rempah © Holamigo

Ayo bantu mencegah penyebaran Covid-19 dengan menjaga jarak fisik dengan orang lain atau dengan di rumah saja 🌎🏠

Kembali lagi menjelajah minuman tradisional khas nusantara. Pada tulisan sebelumnya, yakni Minuman Tradisional Nusantara; Bagian Sumatra, telah disebutkan beberapa macam minuman khas yang ada dan berkembang di dataran Andalas. Nah, kini, saatnya untuk menjelajah minuman khas dari tanah Borneo dan Sulawesi.

  1. Liang Teh – Pontianak
Liang Teh | Foto :
OpenRice Indonesia

Liang teh merupakan minuman khas yang terbuat dari rebusan berbagai bahan alami yang baik untuk kesehatan. Bahan-bahan alami tersebut yakni andong-andong kerang, kumis kucing higga daun mint. Liang teh baik untuk meredakan dan menghilangkan panas dalam, mengingat kata liang atau liong artinya dingin yang dimaksudkan untuk meredakan panas dalam. Biasanya, liang teh disajikan tanpa gula, namun Kawan GNFI juga dapat menambahkan gula sesuai dengan kebutuhan dan selera Kawan GNFI.

  1. Es Lidah Buaya – Kalimantan Barat
Es Lidah Buaya | Foto
99.co

Jika di beberapa daerah memamnfaatkan lidah buaya sebagai bahan untuk merawat kesehatan rambut dan kulit kepala, namun hal tersebut berbeda dengan pemanfaatan lidah buaya Kalimantan Barat. Beberapa daerah di Kalimantan Barat memanfaatkan lidah buaya untuk dibuat minuman dingin yang menyegarkan dahaga yakni es lidah buaya. Es lidah buaya dibuat dengan cara lidah buaya dicuci dan diolah kemudian dipotong dadu. Selanjutnya, campurkan lidah buaya dengan aneka sirup serta tambahan balok es batu. Es lidah buaya biasanya disajikan pada bulan puasa untuk menu berbuka puasa.

  1. Saguer – Minahasa
Saguer | Foto :
Phinemo

Dikutip dari viva.co.id, saguer adalah minuman beralkohol khas dari Minahasa, Sulawesi Utara yang berasal dari pohon aren. Saguer berasa manis serta asam dengan kandungan alkohol kadar rendah. Proses pembuatan saguer terbilang cukup lama dan memerlukan ketelatenan dari pembuatnya. Sementara itu, saguer biasanya dikonsumsi hanya pada acara tertentu seperti pertemuan keluarga ataupun pesta pernikahan.

  1. Sarabba – Makassar
Sarabba | Foto :
Portal Berita Bisnis Wisata

Sarabba merupakan minuman khas Makassar yang terbuat dari campuran jahe, kuning telur, gula aren, santan dan merica bubuk. Sarabba biasanya dikonsumsi oleh masyarakat Makassar sebagai minuman yang dapat membangkitkan stamina, mengingat sarabba yang dapat menghangatkan tubuh karena ada jahe di dalamnya serta telur ayam kampung yang dipercaya sebagai pemulih stamina. Oleh sebab itu, sarabba seringkali disebut sebagai STMJ dari Makassar karena bahan pembuatnya mirip dan memiliki khasiat yang mirip pula.

Dari beberapa jenis minuman khas di atas, kira-kira apakah Kawan GNFI sudah pernah mencoba untuk mencicipinya? Jika belum, Kawan GNFI tidak perlu jauh-jauh untuk terbang ke daerah-daerah tersebut, karena minuman khas di atas dapat dibuat di rumah Kawan GNFI sendiri. Nah, penjelajahan minuman tradisional khas nusantara tidak berhenti di sini, karena pada tulisan berikutnya akan disuguhkan minuman tradisional khas dari Pulau Jawa. penasaran?

Sumber : Borneo Channel | VIVA | Pesona Indonesia

WHO merekomendasikan beberapa langkah dasar untuk membantu mencegah penyebaran Covid-19.

  1. Cuci tangan sesering mungkin setidaknya selama 20 detik
  2. Jika batuk/bersin arahkan ke lipatan siku
  3. Bersihkan dan disinfeksi benda yang sering disentuh
  4. Tetap di rumah saja bagi yang bisa
  5. Pakai masker bila keluar dari rumah
  6. Hindari menyentuh wajah
  7. Jaga jarak fisik dengan orang lain (physical distancing)

Yuk, saling menjaga dan membantu. Semoga kita semuanya diberikan kesehatan dan bisa melalui keadaan saat ini.

Pilih BanggaBangga0%
Pilih SedihSedih0%
Pilih SenangSenang0%
Pilih Tak PeduliTak Peduli0%
Pilih TerinspirasiTerinspirasi0%
Pilih TerpukauTerpukau0%

Artikel ini dibuat oleh Penulis Terverifikasi GNFI, dengan mematuhi aturan menulis di GNFI. Isi artikel ini sepenuhnya menjadi tanggung jawab penulis. Laporkan tulisan.

Untuk membantu kami agar lebih baik, kamu bisa memberikan kritik dan saran terkait web ini kepada GNFI di halaman Kritik dan Saran. Terima kasih.
Hari Film Nasional, Inilah Rekomendasi Short Movie untuk #dirumahaja Sebelummnya

Hari Film Nasional, Inilah Rekomendasi Short Movie untuk #dirumahaja

Guru Besar UGM Sebut Pandemi Covid-19 Jadi Momentum Berhenti Merokok Selanjutnya

Guru Besar UGM Sebut Pandemi Covid-19 Jadi Momentum Berhenti Merokok

Wihdi Luthfi
@wihdiluthfi

Wihdi Luthfi

0 Komentar

Beri Komentar

Silakan masuk terlebih dahulu untuk berkomentar memakai akun Anda.