Sejarah Hari Ini (25 Mei 1963) - Pendirian Perusahaan Negara Kereta Api

Sejarah Hari Ini (25 Mei 1963) - Pendirian Perusahaan Negara Kereta Api

Lokomotif CC200 15 di Stasiun Ambarawa, tampak logo lama PT KAI terpampang di bagian muka lokomotifnya. © Commons Wikimedia/Saverailfansindo

Ayo bantu mencegah penyebaran Covid-19 dengan menjaga jarak fisik dengan orang lain atau dengan di rumah saja 🌎🏠

Perusahaan Kereta Api Indonesia atau PT KAI mengalami sejarah yang panjang dengan sempat berganti-ganti nama.

Setelah mendapatkan pengakuan sebagai sebuah negara oleh Belanda, aset-aset milik pemerintah Hindia Belanda termasuk perusahaan kereta api diambil pemerintah Republik Indonesia pada 1950.

Pada tahun tersebut, Djawatan Kereta Api Indonesia Republik Indonesia (DKARI) yang terbentuk pada 28 September 1945 (kemudian tanggal ini menjadi HUT KAI) dilebur dengan perusahaan kereta lain, Staatsspoorwegen/Verenigde Spoorwegbedrijf (SS/VS), menjadi Djawatan Kereta Api (DKA).

Setelah satu dasawarsa lebih kemudian atau pada 25 Mei 1963, DKA berganti status atau nama menjadi Perusahaan Negara Kereta Api (PNKA).

Peraturan Pemerintah Republik Indonesia Nomor 22 tahun 1963.
Peraturan Pemerintah Republik Indonesia Nomor 22 tahun 1963. Sumber: Bphn.go.id

Hal itu tercantum dalam Peraturan Pemerintah Republik Indonesia nomor 22 tahun 1963 tentang Pendirian Perusahaan Negara Kereta Api.

Dengan adanya PNKA, seluruh perusahaan kereta api di Indonesia dilebur ke dalamnya, termasuk yang ada di Sumatra.

Logo Perusahaan Kereta Api Indonesia.
Evolusi logo Perusahaan Kereta Api Indonesia. Sumber: Kabarpenumpang.com

Masih pada tahun yang sama, pihak perusahaan memperkenalkan lambang Wahana Daya Pertiwi berupa seekor burung garuda dengan dua sayap yang terdiri dari 8 helai bulu membentang di atas roda kereta api berjeruji 8 buah.

Burung garuda diapit padi 28 butir dan kapas 9 kuntum yang melambangkan HUT Perkeretaapian Indonesia dan di bagian bawahnya terdapat tulisan "Wahana Daya Pertiwi".

Logo PJKA dan Wahana Daya Pertimi.
Logo Wahana Daya Pertiwi milik PJKA yang sampai saat ini dipertahankan PT KAI. Sumber: Commons Wikimedia/Desoleh

Lambang Wahana Daya Pertiwi bisa kita temui pada setelan seragam petugas PT KAI.

Baca Juga:

Referensi: Djka.Dephub.go.id | Heritage.Kai.id | Bumn.go.id | Cyrillus Harinowo, Tjipta Purwita, "Kebangkitan BUMN Sektor Perhubungan" | Neny Anggraeni, "Seri Transportasi - Kereta Api"

WHO merekomendasikan beberapa langkah dasar untuk membantu mencegah penyebaran Covid-19.

  1. Cuci tangan sesering mungkin setidaknya selama 20 detik
  2. Jika batuk/bersin arahkan ke lipatan siku
  3. Bersihkan dan disinfeksi benda yang sering disentuh
  4. Tetap di rumah saja bagi yang bisa
  5. Pakai masker bila keluar dari rumah
  6. Hindari menyentuh wajah
  7. Jaga jarak fisik dengan orang lain (physical distancing)

Yuk, saling menjaga dan membantu. Semoga kita semuanya diberikan kesehatan dan bisa melalui keadaan saat ini.

Pilih BanggaBangga100%
Pilih SedihSedih0%
Pilih SenangSenang0%
Pilih Tak PeduliTak Peduli0%
Pilih TerinspirasiTerinspirasi0%
Pilih TerpukauTerpukau0%

Artikel ini dibuat oleh Penulis Terverifikasi GNFI, dengan mematuhi aturan menulis di GNFI. Isi artikel ini sepenuhnya menjadi tanggung jawab penulis. Laporkan tulisan.

Untuk membantu kami agar lebih baik, kamu bisa memberikan kritik dan saran terkait web ini kepada GNFI di halaman Kritik dan Saran. Terima kasih.
Meninjau Fenomena Pandemi dari Sisi Psikologi dan Kriminologi Sebelummnya

Meninjau Fenomena Pandemi dari Sisi Psikologi dan Kriminologi

Tren Sepekan: Warna Warni Durian hingga Kepunahan Pesut Mahakam Selanjutnya

Tren Sepekan: Warna Warni Durian hingga Kepunahan Pesut Mahakam

Dimas Wahyu Indrajaya
@dimas_wahyu24

Dimas Wahyu Indrajaya

0 Komentar

Beri Komentar

Silakan masuk terlebih dahulu untuk berkomentar memakai akun Anda.