Inilah Hasil Survey Terhadap Para Turis Mancanegara di Indonesia yang Tidak Bisa Pulang selama Pandemi

Inilah Hasil Survey Terhadap Para Turis Mancanegara di Indonesia yang Tidak Bisa Pulang selama Pandemi
info gambar utama

Beberapa waktu lalu, situs berbahasa Inggris yang berafiliasi dengan GNFI, yakni Seasia.co, melalukan interview melalui Instagram Live dengan 2 (dua) orang turis asal Spanyol yang 'terpaksa' tinggal lebih lama di Bali, dan tidak bisa pulang ke negeri karena pandemi. Dua turis ini istimewa, karena mereka melakukan perjalanan darat puluhan ribu kilometer dari Spanyol, sebelum akhirnya tiba di Indonesia. Dari interview tersebut diperoleh keterangan dari Laura dan Maria, dua turis tersebut, bahwa mereka merasa sangat beruntung karena 'harus tinggal lebih lama' di pulau surga. Hasil interview mereka selengkapnya dapat disimak di tautan ini: "Kisah Traveler Mobil Asal Spanyol yang ‘Terdampar’ di Bali Akibat Pandemi".

Berikutnya, Seasia.co juga melakukan survey secara online untuk mengetahui kondisi dan pendapat wisman-wisman yang yang mengalami hal serupa, yakni tinggal lebih lama di Indonesia, dan tidak bisa pulang ke negaranya karena pandemi dan ketiadaan penerbangan. Beberapa yang ditanyakan adalah:

  1. Berapa lama wisman tersebut telah tinggal di Bali karena pandemi?
  2. Kawasan tempat wisman tersebut berasal
  3. Apakah mereka memerlukan pertolongan medis?
  4. Apakah mereka memerlukan bantuan dari pemerintah Indonesia?
  5. Kota/pulau/tempat mereka tinggal di Indonesia selama pandemi
  6. Jenis tempat tinggal selama mereka di Indonesia
  7. Apakah masyarakat setempat aktif membantu selama masa pandemi?
  8. Pendapat umum mereka selama tinggal di Indonesia, apakah mendapatkan pengalaman yang indah, atau sebaliknya
  9. Jika pandemi selesai, apakah mereka akan kembali mengunjungi Indonesia?

Sejak survey itu dibuka pada pukul 17.00 WIB pada 8 Juni 2020, dan ditutup pada 18 Juni 2020 pukul 00:00 WIB, terdapat 121 responden yang mengisi survey tersebut, dan setelah diteliti, hanya 94 responden yang menjawab pertanyaan-pertanyaan utama secara lengkap. Dan berikut adalah hasilnya:

  1. Berapa lama wisman tersebut telah tinggal di Bali karena pandemi?

Sebagian besar responden (81.91%) menyatakan bahwa mereka telah berada di Indonesia lebih dari 5 (lima) minggu, sedangkan 15.96% 3-4 minggu, sisanya (2%) baru di Indonesia 1-2 minggu.

2. Kawasan tempat wisman tersebut berasal

Untuk menyederhanakan pilihan jawaban, responden hanya cukup memilih kawasan-kawasan negara mereka berasal.

Terlihat bahwa hampir seperempat (22.34%) responden adalah wisman yang berasal dari negar Terlihat bahwa hampir seperempat (22.34%) responden adalah wisman yang berasal dari negara-negara di Asia Tenggara, diikuti wisman dari Australia dan New Zealand (17.02%), dan wisman dari negara-negara di Asia Timur (15.96%).

Australia & New Zealand17.02%
Central Asia2.13%
Central Amerika8.51%
Eastern Asia15.96%
Eastern Europe3.19%
Middle Africa2.13%
Northern America10.64%
Northern Europe1.06%
Polynesia1.06%
Southeast Asia22.34%
South Europe4.26%
West Europe11.70%


3. Apakah mereka memerlukan pertolongan medis?Seluruh responden menyatakan bahwa saat ini mereka tidak memerlukan bantuan medis.

4. Apakah mereka memerlukan bantuan dari pemerintah Indonesia?

Seluruh 94 responden menyatakan bahwa saat ini mereka belum memerlukan bantuan dari pemerintah Indonesia, dan ada beberapa yang menyatakan informasi yang masih minim mengetahui penerbangan ke luar negeri, dan informasi-informasi lain terkait dibukanya tempat-tempat wisata.

5. Kota/pulau/tempat mereka tinggal di Indonesia selama pandemi

Hampir 3/4 responden (73.40%) menyatakan bahwa selama pandemi mereka berada di Bali, di susul Jakarta (7.45%), dan Lombok (6.38%).

6. Jenis tempat tinggal selama mereka di Indonesia

Selama masa pandemi, para responden secara merata tinggal di 3 (tiga) jenis tempat tinggal, 36.17% tinggal di rumah sewaan, 34.04% tinggal di hotel atau villa, sedangkan 29.79% tinggal di rumah kawan / relasi.

7. Apakah masyarakat setempat aktif membantu selama masa pandemi?

Sebagian besar responden (totalnya 84.04%) menyatakan masyarakat setempat di area mereka tinggal selama pandemi cukup responsif membantu jika dibutuhkan, terutama masalah keamanan, dan ada juga beberapa yang menyatakan masyarakat membantu makanan dan minuman saat banyak restoran yang tidak buka.

8. Pendapat umum mereka selama tinggal di Indonesia, apakah mendapatkan pengalaman yang indah, atau sebaliknya.

Sebanyak 82% responden menyatakan mereka mendapatkan pengalaman yang menyenangkan meskipun tak banyak yang bisa dilakukan selama pandemi, dan tidak bisa kembali ke negaranya.

9. Jika pandemi selesai, apakah mereka akan kembali mengunjungi Indonesia?

Sebanyak 84.04% responden menyatakan mereka akan kembali mengunjungi Indonesia suatu saat nanti, saat pandemi selesai, sedangkan 6.38% menyatakan belum memiliki rencana untuk itu, dan 9.57% menyatakan belum memutuskan.

Diklaimer : Survey ini dilakukan dengan menggunakan platform tyform dan meskipun secara system memungkinkan responden untuk mengisi survey lebih dari 1 kali

Artikel ini dibuat oleh Penulis Terverifikasi GNFI, dengan mematuhi aturan menulis di GNFI. Isi artikel ini sepenuhnya menjadi tanggung jawab penulis. Laporkan tulisan.

Terima kasih telah membaca sampai di sini