Kisah Traveler Mobil Asal Spanyol yang ‘Terdampar’ di Bali Akibat Pandemi

Kisah Traveler Mobil Asal Spanyol yang ‘Terdampar’ di Bali Akibat Pandemi
info gambar utama

Impian Laura dan Maria terwujud. Setelah pernah merasakan backpacker pertama kali ke Bali, wanita asal Madrid, Spanyol ini ketagihan untuk berkunjung kembali ke tempat yang dijuluki Paradise Island itu.

Namun kali ini berbeda. Laura dan Maria akan pergi ke Bali dengan mengendarai mobil sendiri dari Madrid.

Misi keliling dunia menggunakan Volkswagen Caddy Biru pun dimulai. Bali jadi salah satu destinasi wajib mereka.

Perjalanan yang sudah dilakukan sejak Juni 2019 silam itu ternyata menyimpan rahasia yang mengubah nasib Laura dan Maria. Mereka bukan hanya bisa singgah lagi di Bali, namun takdir justru berkata mereka harus ‘terdampar’ di Bali.

Tak bisa kemana-mana dan harus menetap sementara di Amed, bagian utara Bali.

Kondisi pandemi Covid-19 menjadi alasannya.

Volkswagen Caddy
info gambar

-

Pada siaran langsung Instagram bersama Seasia.co, Laura dan Maria berbagi cerita soal perjalanan keliling dunia mereka. Termasuk kisah mereka saat harus ‘terdampar’ di Bali akibat pandemi Covid-19.

Rupanya, sebelum ‘terdampar’ di Bali, keduanya sudah mengunjungi Flores. Destinasi terakhir mereka di Indonesia sebelum (seharusnya) melanjutkan perjalanan ke Australia.

‘’Teman saya mengatakan, kalau ke Indonesia, ‘Kamu harus datang ke Flores!’’’ aku Laura.

Bagaimana Flores?

‘’Fantastic!’’ kata Laura.

Maria terlihat sepakat. Ia mengangguk sepakat dan menggelengkan kepala ketika mengenang ketakjuban dan pengalaman mereka pertama kali melihat keindahan pulau dengan julukan Nusa Bunga itu.

Flores menambah daftar panjang kesan dan memori bagi keduanya setelah mengarungi perjalanan selama hampir delapan bulan perjalanan dari Madrid, Spanyol, lalu ke Rusia, Korea Selatan, Jepang, Malaysia, dan Indonesia.

‘’Rasanya berbeda saat ketika berada di Rusia, Jepang,’’ ungkap Laura

‘’Saya dapat banyak foto bagus di Flores. Pemandangannya… Kamu merasa seperti kamu bukan berada di dunia.’’

Pulau Padar
info gambar

Kenapa kalian melakukan perjalanan keliling dunia menggunakan mobil, bukan menggunakan pesawat terbang?

‘’Ada dua alasan utama. Pertama, Maria sangat takut naik pesawat terbang. Dia bilang, ‘Kita pergi saja pakai mobil!’’’

Awalnya Laura terlihat ragu untuk melakukan itu. Namun kemudian dia berpikir, ‘’Ini mungkin saja dilakukan.’’

Hingga akhirnya mereka merencanakan perjalanan ini untuk 1,5 tahun yang dimulai pada Juni 2019 silam. Menurut Laura, perjalanan ini masih masuk akal.

‘’(Alasan) Kedua, kebebasan. Kalau kita melakukan perjalanan menggunakan mobil, kita bisa pergi kemana saja, kapan saja. You are totally free!’’ jelas Laura.

Bagaimana kalian mendapatkan uang untuk perjalanan kalian?

‘’Ada dua hal yang kami lakukan. Pertama, menabung tentu saja. Di Spanyol kami menerima gaji normal, jadi butuh bertahun-tahun untuk menabung. Kedua, kami bekerja tiga hari dalam seminggu sebagai guru bahasa Spanyol. Itulah cara kami untuk tetap mendapatkan uang.’’

Di Madrid, keduanya memiliki latar belakang profesi yang berbeda. Laura bekerja di rumah sakit sebagai perawat dan Maria bekerja sebagai akuntan.

Maria, Traveler Spanyol
info gambar

Apa negara favorit kalian selama perjalanan?

‘’Itu pertanyaan sulit karena selalu ada hal yang luar biasa dari setiap negara.’’

Laura dan Maria mengaku salah satu hal yang paling menyenangkan adalah ketika mereka diperlakukan baik oleh setiap orang dari negara yang berbeda. Mereka mengaku, hampir semua dari masyarakat di setiap negara memperlakukan mereka dengan baik.

‘’Kami cinta Indonesia. Kami cinta Jepang. Lalu Korea Selatan itu juga luar biasa untuk kami. Rusia juga termasuk negara yang luar biasa.’’

Namun tampaknya mereka sangat suka dengan Asia. Laura mengungkapkan bahwa awal mula mereka melakukan perjalanan ini adalah karena mereka sangat ingin sekali ke Jepang dan kembali ke Indonesia.

‘’Kami sangat suka Asia. Itulah sebabnya kami sangat ingin untuk kembali ke Asia. Kami cinta Asia. Kami suka masyarakatnya, makanannya. Lalu melihat bagaimana mereka hidup,’’ jelas Laura.

Ketika kalian kembali ke Madrid dan teman-temanmu bertanya, ‘’Apa yang paling kalian ingat selama di Indonesia?’’ Terutama saat kalian ‘terdampar’ di Bali seperti ini?

‘’Wah, banyak sekali pengalaman di Indonesia. Bali tempat yang cantik. Lombok juga sangat cantik. Sumbawa juga merupakan pengalaman yang hebat. Lalu saat mendaki Gunung Inerie di Flores, itu sangat luar biasa.’’

Laura juga menjelaskan ketika di tengah situasi pandemi seperti ini, mereka mengaku punya pengalaman yang berbeda. Menambah memori yang mungkin tidak akan pernah dirasakan oleh orang lain.

‘’Maria bilang padaku, kami sangat beruntung. Lihat betapa cantiknya tempat ini! Setiap hari kami bisa melihat laut, matahari terbit. Sepertinya saya akan mengingat bahwa kami sangat beruntung. Kami tidak bisa mengatakan hal lain selain itu.’’

Saat mereka memberi kabar kepada keluarga dan kolega terkait kondisi mereka sekarang, ‘’Teman-teman saya cemburu. Hahaha. Kita tahu bagaimana keadaan (pandemi) di Spanyol. Kolega saya di rumah sakit bilang, ‘Waw! Kau ada di Bali, di Pulau Surga. Kamu bisa relax di sana.’ Hahaha.’’

-

Traveler Mobil Spanyol di Bali
info gambar

Orang bilang, melakukan perjalanan akan mengubah diri seseorang. ‘’Ya, ini mengubah beberapa hal dalam diri kami. Pikiran kami jadi sangat terbuka.’’

‘’Ketika kamu pergi, kamu akan merasakan pengalaman, petualangan. Kamu akan bertemu dengan banyak orang. Saat itu kamu akan sadar bahwa tidak peduli dari mana orang itu berasal, kita akan selalu peduli pada hal yang sama.’’

‘’Kita memang punya perbedaan kultur, tapi sebenarnya kita ini sama. Dan itulah yang mengubah cara berpikirku. Aku dan Maria banyak membicarakan hal ini,’’ kata Laura.

Dalam beberapa minggu ke depan, akhirnya mobil Volkswagen Caddy Biru mereka bisa dikirim ke Madrid. Hanya tinggal memikirkan waktu yang tepat untuk mereka bisa segera menyusul mobil mereka.

‘’Kami sangat mengapresiasi ini. Kami baik-baik saja. Awalnya kami khawatir karena kami tidak tahu apa yang harus kami lakukan. Kami melihat bahwa situasi seperti ini sangat sulit untuk bisa melanjutkan perjalanan.’’

‘’Kami merasa aman di sini. Keluarga di sini sangat baik sekali.’’

‘’Terima kasih,’’ ungkap Maria dalam bahasa Indonesia.

Artikel ini dibuat oleh Kawan GNFI, dengan mematuhi aturan menulis di GNFI. Isi artikel ini sepenuhnya menjadi tanggung jawab penulis. Laporkan tulisan.

Terima kasih telah membaca sampai di sini