Apa Kabarnya Budaya Ngeteh di Tengah Menggeliatnya Tren Ngopi?

Apa Kabarnya Budaya Ngeteh di Tengah Menggeliatnya Tren Ngopi?
info gambar utama

Budaya ngeteh dan ngopi erat kaitannya dengan pola konsumsi masyarakat di Indonesia. Meski sama-sama menjadi dua pilihan minuman yang paling umum ditemui, nyatanya kopi masih lebih diminati sebagian besar masyarakat Indonesia.

Hal tersebut dilaporkan oleh Lokadata dalam tulisan yang berjudul Orang Indonesia Pilih Kopi Ketimbang Teh. Tercatat, konsumsi kopi di Indonesia sebesar 0,66 ons/kapita/bulan sementara konsumsi teh hanya sebesar 0,24 ons/kapita/bulan.

Mengenal Budaya Minum Teh di Indonesia dan Ragam Teh Herbal

Perkembangan teh di Indonesia

Sejenak meninggalkan kopi, di bawah ini adalah sederet data mengenai teh di Indonesia dari dua indikator dalam beberapa tahun belakang. Dua indikator tersebut adalah indikator produksi teh dan indikator luas area lahan perkebunan teh berdasarkan data Kementerian Pertanian.

Produksi teh di Indonesia secara persentase perkembangan mengalami minus atau penurunan. Data terakhir yang didapat bahwa produksi teh pada tahun 2019 mengalami penurunan sebesar -7,42 persen atau turun sebanyak 10.404 ton ketimbang tahun 2018.

Luas lahan yang digunakan untuk area perkebunan teh pun kian berkurang. Hal tersebut terjadi karena beberapa alasan seperti alih fungsi lahan hingga dikenakannya Pajak Pertambahan Nilai (PPN) produk primer untuk teh yang menyebabkan para petani teh kurang termotivasi.

Dari sekian hektar luas area perkebunan teh di Indonesia, provinsi Jawa Barat menjadi ladang teh nasional. Luas perkebunan teh yang berada di Jawa Barat per tahun 2021 adalah 86.976 hektar atau setara dengan 77,6 persen dari total luas area perkebunan teh di Indonesia.

Dengan menjadi ladang teh nasional, hal tersebut menjadikan Jawa Barat sebagai produsen teh terbanyak di Indonesia. Namun, jumlah produksi teh dari provinsi Jawa Barat pun mengalami penurunan seiring dengan penurunan produksi teh nasional.

Produksi teh yang dimaksud berdasarkan data di atas adalah teh hitam dan teh hijau. Puncak tertinggi produksi teh di Indonesia dalam rentang waktu 2005 hingga 2021 ada pada tahun 2010 dengan total produksi 156.600 ton yang dilaporkan oleh Food and Agriculture Organization (FAO).

Publikasi dari FAO atau organisasi di bawah naungan PBB yang berfokus pada makanan dan pertanian dunia, yang dirilis pada tahun 2015 dengan judul World Tea Production and Trade; Current and Future Development memaparkan bahwa Indonesia menjadi salah satu negara produsen teh terbanyak di dunia.

Menurunnya produksi teh beberapa tahun terkahir turut mempengaruhi jumlah ekspor teh Indonesia. Total ekspor teh Indonesia mengalami penurunan dengan data terakhir pada tahun 2019 sejumlah 42,8 ribu ton. Jumlah tersebut menyusut sebanyak 20 ribu ton dibandingkan total ekspor pada tahun 2015.

Meskipun mengalami penurunan jumlah produksi dan jumlah ekspor, teh Indonesia mengalami surplus pada neraca ekspor-impor. Indonesia mengimpor teh sebanyak 16,3 ribu ton pada tahun 2019. Hal tersebut menandai jumlah ekspor teh Indonesia jauh di atas jumlah impor teh.

Menyikapi keadaan produksi dan produktifitas teh di Indonesia, beberapa usulan akhirnya muncul ke permukaan sebagai langkah menggairahkan kembali industri teh nasional. Dari halaman resmi Kementerian Perindustrian (Kemen Perin) dipaparkan sejumlah langkah tersebut yakni:

  • Penghentian alih fungsi lahan teh produktif di zona 1 agroklimat teh.
  • Mengorganisasikan teh milik perkebunan rakyat dengan Badan Usaha Milik Rakyat (BUMR) untuk bermitra dengan Perkebunan Besar Swasta (PBS) maupun Perkebunan Besar Negara (PBN).
  • Meningkatkan ekspor teh.
  • Gerakan konsumsi teh nasional hingga insentif fiskal penunjang industri teh nasional.
Mantap! Indonesia Jadi Salah Satu Produsen Teh Terbesar di Dunia

Berbagai bentuk pengolahan teh serta pemasarannya di masyarakat

Francshise Tong Tji. | Foto : Universitas Ciputra Entrepreneurship Online
info gambar

Produksi teh di Indonesia sebanyak 50 persen berubah bentuk menjadi teh bubuk atau teh kemasan, 35 persen dikonversi menjadi teh celup dan sisanya sebagai bahan dasar pembuatan teh instan dalam kemasan botol, kotak maupun kaleng.

Produk berbahan baku teh di Indonesia umumnya menyajikan teh dengan rasa asli yang dibumbui dengan rasa tambahan seperti lemon, jeruk, hingga varian rasa kekinian yang dipopulerkan melalui bisnis waralaba atau franchise.

Mengiringi tren budaya ngopi masa kini, tren ngeteh kekinian juga mulai muncul dan meramaikan bisnis minuman kekinian. Beberapa label teh kekinian mulai hadir dan membuka gerai di beberapa daerah seperti Menantea, Tea Break, Es Teh Indonesia hingga mini standing desk dari beberapa label yang membuka kesempatan bisnis franchise dengan harga terjangkau.

Meski demikian, konsumsi teh dengan berbagai modifikasi belum dapat dikategorikan sebagai konsumsi teh yang teliti oleh lembaga survei nasional seperti Badan Pusat Statistik (BPS). BPS mengidentifikasi masyarakat dalam mengkonsumsi teh bubuk dan teh celup sebagai laporan dalam Survei Sosial dan Ekonomi Nasional (Susenas). Oleh sebab itu, hadirnya minuman teh kekinian belum masuk dalam hitungan tren kepemilihan ngeteh sebagai pola konsumsi di masyarakat.

Hadirnya modifikasi minuman berbahan baku teh turut membuka peluang naiknya permintaan teh bagi para petani teh di Indonesia di tengah menurunnya jumlah lahan dan jumlah produksi. Dalam hal ini diambil contoh dari salah satu bisnis franchise teh dengan label Tong Tji.

Franchise mini standing desk Tong Tji merupakan bagian dari sayap bisnis teh bubuk Tong Tji. Label teh yang berpusat di Kabupaten Tegal ini menyerap bahan baku teh dari berbagai daerah salah satunya adalah tetangga terdekat Kabupaten Tegal yakni Kabupaten Pemalang dengan perkebunan teh Semugi di Moga, Pemalang.

Produk yang umum disediakan oleh mini standing desk Tong Tji adalah teh bubuk yang disajikan dalam keadaan dingin, juga dengan varian rasa teh lainnya. Bentuknya yang kecil, biaya kerja sama yang relatif terjangkau serta harga produk yang murah membuat bisnis franchise mini standing desk Tong Tji ini berjejer di berbagai tempat umum maupun kepemilikan sendiri.

Sepenggal Kisah Para Pemetik Teh di Jawa Barat dalam Tari Panarat

Jika Anda tertarik untuk membaca tulisan Widhi Luthfi lainnya, silakan klik tautan ini arsip artikel Widhi Luthfi.

WL
IA
MI
Tim Editor arrow

Terima kasih telah membaca sampai di sini