Menakar Kekuatan Militer Indonesia di Tahun 2021

Menakar Kekuatan Militer Indonesia di Tahun 2021
info gambar utama

Tentara Nasional Indonesia (TNI) baru saja memperingati hari ulang tahun (HUT) yang ke-76. Tema peringatan HUT TNI tahun ini adalah “Bersatu, Berjuang Kita Pasti Menang.”

Asal-usul tentara dimulai dari Badan Keamanan Rakyat (BKR) yang dibentuk pada 23 Agustus 1945. Kala itu, BKR berada di bawah Komite Nasional Indonesia (KNI) yang berada di setiap daerah.

Kemudian, tercetus ide untuk membuat wadah militer dalam bentuk tentara nasional dengan tujuan untuk menjaga kedaulatan Indonesia pasca-kemerdekaan dan memperkuat fungsi BKR.

Akhirnya, Tentara Keamanan Rakyat (TKR) resmi dibentuk pada 5 Oktober 1945. Sejak saat itu, hari jadi TNI diperingati setiap 5 Oktober, bertepatan dengan berdirinya TKR.

Kekuatan militer Indonesia

Pada tahun 2021, kekuatan militer Indonesia berada di peringkat ke-16 di dunia dengan skor power index 0,27. Meskipun demikian, skor ini menempatkan kekuatan militer Indonesia pada posisi teratas di kawasan Asia Tenggara.

Data tersebut dipublikasikan oleh situs pemeringkat militer dunia Global Fire Power (GFP). GFP melakukan pemeringkatan untuk 138 negara dengan lebih dari 50 faktor untuk menentukan skor power index (indeks kekuatan).

Kekuatan militer Indonesia 2021 | Goodstats
info gambar

Selain itu, tercatat juga rincian kekuatan militer Indonesia. Sebagai pendukung utama kekuatan militer, Indonesia memiliki 1,08 juta personel militer yang terdiri dari 400 ribu personel aktif, 400 ribu personel cadangan, dan 280 ribu paramiliter.

Personel aktif berarti tentara yang betul-betul aktif dan bekerja di kemiliteran serta siap ditugaskan untuk pertempuran. Kemudian, tentara cadangan dapat dipanggil sesuai kebutuhan.

Untuk kekuatan udara, Indonesia memiliki 458 pesawat yang terdiri dari 41 jet tempur, 38 pesawat serang darat, 15 helikopter tempur, 64 pesawat angkut, 109 pesawat latih, 17 pesawat misi khusus, 188 helikopter, dan 1 pesawat tanker.

Kemudian, untuk kekuatan laut, Indonesia memiliki pertahanan berupa 7 fregat, 24 korvet, 5 kapal selam, 179 kapal patroli, dan 10 kapal penyapu ranjau. Maka, Indonesia memiliki total 282 kapal.

Terakhir, untuk kekuatan darat, Indonesia memiliki 332 tank, 1.430 kendaraan lapis baja, 366 artileri tarik, 153 artileri swagerak, dan 63 peluncur roket.

Inilah Penampakan Kapal Siluman Baru TNI AL, KRI Golok 688

Mandat yang belum dipenuhi

Menjelang peringatan hari jadi TNI, riset Setara Institute menemukan 3 dari 7 mandat reformasi TNI yang belum terpenuhi. Kerangka 7 mandat reformasi ini dideduksi dari TAP MPR No VII/MPR/2000 tahun 2000 tentang Peran TNI dan Peran Polri serta Undang-Undang (UU) Nomor 34 Tahun 2004 tentang TNI.

Tiga mandat yang belum terpenuhi atau dilaksanakan secara tepat adalah penghormatan terhadap HAM dan supremasi sipil, kepatuhan terhadap kebijakan dan keputusan politik negara, serta larangan menduduki jabatan sipil.

Terkait mandat penghormatan terhadap HAM dan supremasi sipil, Setara Institute mencatat 4 kasus yang mendapat sorotan publik luas terkait kekerasan aparat TNI terhadap masyarakat yang terjadi selama periode penelitian. Kasus-kasus tersebut terjadi di Merauke, Purwakarta, dan NTT.

Sayangnya, persoalan kekerasan makin sulit diselesaikan karena TNI masih menikmati privilese selama UU 31/1997 tentang Peradilan Militer belum direvisi.

“Inilah menjadi salah satu hal yang yang menyebabkan kasus kekerasan ini masih terjadi dan akan sulit terselesaikan,” kata Peneliti Setara Institute Ikhsan Yosarie pada pemaparan hasil riset secara daring, Senin (4/10/2021).

Tjilik Riwut, Putra Dayak Pemimpin Pasukan Terjun Payung Pertama TNI AU

Peringatan hari jadi TNI tahun ini

Presiden Joko Widodo beserta Ibu Negara Iriana Joko Widodo dan Wakil Presiden Ma’ruf Amin beserta Ibu Wury Ma’ruf Amin berkesempatan meninjau pameran alutsista tersebut. | BPMI
info gambar

Peringatan ke-76 hari TNI dilaksanakan berbeda. Selain digelar upacara peringatan, dipamerkan juga alat utama sistem persenjataan (alutsista) milik negara. Alutsista tersebut ditempatkan di Jalan Medan Merdeka Utara dan Jalan Medan Merdeka Barat, Jakarta sejak Minggu (3/10/2021) hingga Rabu (6/10/2021).

Kepala Sekretariat Presiden, Heru Budi Hartono mengatakan bahwa pameran alutsista tersebut digelar agar masyarakat mengetahui alutsista yang dimiliki TNI. Selain itu, juga untuk lebih mendekatkan TNI kepada masyarakat.

“Ada lebih dari 100 unit alutsista milik TNI yang dipamerkan, tentunya memberikan kebanggaan kepada kita, seluruh masyarakat,” kata Heru pada Senin (4/10/2021) lalu.

Beberapa jenis alutsista yang ditampilkan yaitu 2 unit kendaraan taktis ringan Sherpa Light Scout, 35 unit kendaraan taktis Anoa, 8 unit Indonesia Light Strike Vehicle (ILSV) Armoured Personel Carrier, dan 2 unit Rantis Bushmaster.

Ada juga 19 unit P6 ATAV, 18 unit Rudal Mistral, 2 Unit Mistral MPCV, 4 unit radar MCP, 2 unit BTR 4, 1 unit Aligator, 2 unit APC Turangga, 4 unit MLRS RM 70 Vampire beserta 1 unit Rantis Tatrapan, 2 unit Orlikon Skyshield, 4 unit MLRS Astros, dan 6 unit Armed Caesar 155 MM.

“Kita harapkan publik, masyarakat bisa tahu bahwa kita misalnya telah memiliki Astros. Astros ini sebanyak 56, ini roketnya bisa meluncur jarak 39 km, dan yang lain-lainnya nanti tolong ditanyakan ke Panglima TNI, KSAD, KSAL, atau KSAU. Inilah yang kita miliki dan ini adalah pembelian-pembelian baru. Misalnya kalau yang ini Astros baru saja di 2014 kita membeli ini. Jadi kelihatan sekali barangnya masih barang-barang baru semuanya,” kata Presiden Joko Widodo setelah memimpin upacara peringatan Hari TNI, Selasa (5/10/2021).

Telkom Perkenalkan Satellite On The Move sebagai Solusi Mobilitas TNI

Jika Anda tertarik untuk membaca tulisan Lydia Fransisca lainnya, silakan klik tautan ini arsip artikel Lydia Fransisca.

LF
IA
Tim Editor arrow

Terima kasih telah membaca sampai di sini