Berdayakan UMKM, Ratu Belanda Puji Gojek di Forum KTT G20 Roma

Berdayakan UMKM, Ratu Belanda Puji Gojek di Forum KTT G20 Roma
info gambar utama

Tidak lagi menjadi hal yang mengejutkan bagi masyarakat Indonesia, sederet pencapaian besar berhasil dimiliki oleh salah satu pelopor perusahaan rintisan atau startup di tanah air--yaitu Gojek--dalam menjaga performa bisnisnya.

Namun lebih dari itu, tidak hanya semata-mata untuk menjalankan bisnis, keberadaan Gojek nyatanya juga menjadi salah satu penggerak utama dalam roda perekonomian tanah air, terutama jika bicara kaitannya dalam lingkup ekonomi digital di sektor UMKM.

Bukan hanya dalam bentuk bukti nyata yang dapat dengan mudah ditemui dalam kehidupan sehari-hari, keberhasilan perusahaan yang saat ini berada di bawah payung GoTo Group tersebut dalam menjamin sektor ekonomi digital di Indonesia, bahkan sampai ke telinga Ratu Belanda yaitu Máxima Zorreguieta Cerruti, atau lebih umum dikenal sebagai Ratu Maxima.

Dibuat kagum, Ratu Maxima bahkan mengapresiasi langkah besar yang dilakukan Gojek dalam melakukan digitalisasi UMKM di Indonesia, dan secara terang-terangan mengungkap bahwa Gojek adalah pihak yang menginspirasi. Hal itu ia sampaikan melalui pidato pada forum Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) G20 yang berlangsung di Roma, Italia, Sabtu (30/10/2021).

Gojek, Karya Anak Bangsa yang Memengaruhi Dunia

Dianggap sebagai contoh inspiratif membangkitkan UMKM

Ratu Maxima saat berpidato di KTT G20 Roma
info gambar

Mengutip Antara, dalam kesempatan itu Ratu Maxima menyampaikan pidatonya dalam kapasitas sebagai Advokat Khusus Sekretaris Jenderal PBB untuk Keuangan Inklusif untuk Pembangunan (UNSGSA), sekaligus sebagai Pelindung Kehormataan Kemitraan Global G20 untuk Keuangan Inklusif (GPFI).

Di depan 20 anggota G20 yang terdiri dari masing-masing Presiden, Menteri Keuangan, dan Gubernur Bank Sentral tiap negara--termasuk di antaranya Presiden Joko Widodo, Ratu Maxima menyatakan bahwa Gojek merupakan salah satu pihak yang menginspirasi dalam membangkitkan UMKM dan membawanya ke dalam ekosistem digital.

“Salah satu dari banyak contoh inspiratif yang saya lihat adalah di Indonesia. Namanya Gojek, Gojek adalah aplikasi transportasi online yang menggunakan ekosistem digitalnya untuk membantu usaha kecil mendigitalkan manajemen inventaris, pemasaran, pembiayaan, kredit, dan penjualan mereka. Sekarang, tiba-tiba UMKM ini terhubung ke dunia yang lebih besar,” papar Ratu Maxima, dalam keterangan pers yang dipublikasi.

Bukan tanpa alasan istri dari Raja Willem-Alexander itu secara terang-terangan menyorot upaya besar yang telah Gojek lakukan, mengingat dalam lanjutan pidatonya, Ratu Maxima ternyata memaparkan seberapa penting permasalahan tertinggalnya UMKM dalam adopsi teknologi digital yang mengakibatkan hilangnya peluang, dan menjadi tantangan serius tidak hanya di negara berkembang melainkan juga di negara maju sekalipun.

Oleh karena itu, menurutnya para pelaku UMKM di masa kini perlu membuat lompatan ke depan dan memperluas bisnisnya sekaligus terus berinovasi, yang otomatis membutuhkan akses luas ke barang publik digital dan pengembangan keterampilan digital.

Untuk menjawab kebutuhan tersebut, nama Gojek dijadikan sebagai salah satu contoh pihak yang hadir memenuhi kebutuhan para pelaku UMKM, untuk bisa mengikuti perkembangan zaman dan tidak melewatkan peluang untuk berkembang.

“Oleh karena itu, kita perlu mendongkrak kapabilitas dan prospek UMKM. Kita harus membantu mereka berkembang dengan merangkul digitalisasi, berinvestasi dalam keterampilan, dan meningkatkan ekonomi keuangan,” pungkas Ratu Maxima.

Bagaimana UMKM Menyongsong Ekonomi Digital?

250 ribu UMKM bergabung layanan Gojek sepanjang tahun 2020

Ilustrasi gojek dan pemberdayaan UMKM
info gambar

Tentu tidak berlebihan jika Ratu Maxima menganggap Gojek sebagai inspirasi, ungkapan yang disampaikan dalam pidato di forum tingkat internasional tersebut nyatanya juga bukan timbul tanpa bukti yang kuat.

Sedikit kilas balik, berdasarkan laporan yang dipublikasi oleh Gojek, terungkap bahwa sepanjang tahun 2020 di mana saat kesulitan pandemi melanda, banyak pelaku UMKM yang ingin membuka sekaligus mempertahankan peluang usaha dengan mengambil langkah digitalisasi dan bergabung sebagai merchant dengan startup tersebut.

Novi Tandjung, selaku Head of Merchant Platform Business Gojek, bahkan mengungkap bahwa setiap harinya ada ribuan UMKM yang mendaftar menjadi merchant dalam platform aplikasi tersebut.

“Pandemi Covid-19 telah menyadarkan semua orang, termasuk pelaku UMKM tentang pentingnya membuka usaha di platform digital. Hal ini terlihat dalam satu hari, hingga 3.000 UMKM mendaftar jadi merchant Gojek. Meskipun demikian, masih banyak pengusaha pemula yang membutuhkan dukungan untuk terus meningkatkan usahanya,” ujar Novi.

Belum cukup sampai di situ, berdasarkan pemberitaan yang beredar di sepanjang tahun 2020 bahkan tercatat ada sebanyak 250 ribu UMKM yang bergabung dengan GoFood selama pandemi berlangsung.

Dengan segala pergerakan besar tersebut, pengaruh yang diberikan atas operasional Gojek tidak hanya dalam menjalankan bisnisnya, melainkan juga dalam digitalisasi UMKM yang secara nyata juga memberikan pengaruh langsung terhadap Produk Domestik Bruto (PDB) Indonesia di tahun 2020.

Menukil Katadata, hal tersebut terungkap berdasarkan riset yang dilakukan oleh Lembaga Demografi Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Indonesia (LD FEB UI), yang mengacu pada transaksi di ekosistem Gojek dan GoTo Financial, sekaligus survei kontribusi ekosistem keduanya kepada sebanyak 47.218 responden yang terdiri dari mitra dan konsumen.

"Kami hitung dasarnya dampak dari keseluruhan ekosistem. Jadi hasilnya, kontribusi Gojek mencapai 1,6 persen terhadap PDB atau Rp249 triliun tahun ini," papar Wakil Kepala LD FEB UI, Paksi C.K. Walandouw, dalam sebuah konferensi pers virtual, Kamis (21/10).

GoTo Ajak Masyarakat Jadikan UMKM Lokal Sebagai Pilihan

Jika Anda tertarik untuk membaca tulisan Siti Nur Arifa lainnya, silakan klik tautan ini arsip artikel Siti Nur Arifa.

SA
MI
Tim Editor arrow

Terima kasih telah membaca sampai di sini