Indonesia Peringkat 6 Negara dengan Pengguna Twitter Terbanyak di Dunia 2021

Indonesia Peringkat 6 Negara dengan Pengguna Twitter Terbanyak di Dunia 2021
info gambar utama

Media sosial merupakan salah satu bentuk perwujudan atas perkembangan teknologi yang semakin canggih di era industri 4.0. Variasi platform media sosial mulai lahir sejak pada awal tahun 2000-an guna menyokong kebutuhan manusia untuk berinteraksi satu sama lain dengan cara yang lebih instan.

Salah satu contohnya seperti Facebook (kini Meta), yang menjadi pionir bagi eksistensi media sosial karena berhasil melambungkan derajatnya semenjak diperkenalkan pertama kali ke publik pada tahun 2004. Fenomena tersebut kemudian mengakibatkan maraknya pertumbuhan jumlah penggiat media sosial yang tidak terhindarkan.

Sama seperti Facebook, hal tersebut juga berlaku pada platform media sosial Twitter yang merupakan salah satu platform bentukan Jack Dorsey pada tahun 2006 silam. Menurut laporan Statista, hingga kuartal II 2021 Twitter telah memiliki total sekitar 206 juta pengguna aktif harian yang dapat dimonetisasi di seluruh dunia.

Twitter sendiri merupakan salah satu layanan jejaring sosial, di mana fungsi awalnya adalah sebagai layanan internal yang digunakan karyawan Odeo. Odeo merupakan perusahaan podcast besutan Noah Glass dan Evan Williams. Twitter memungkinkan penggunanya untuk mengirim dan menerima pesan melalui kicauan atau sebutan lebih akrabnya adalah tweet.

Selain itu, fitur Trending Topic juga menjadi keistimewaan dan kebanggaan milik Twitter, di mana pengguna dapat mengetahui topik hangat yang sedang dibicarakan saat itu di sebuah negara ataupun di dunia.

Pengguna Facebook Indonesia dalam Bingkai Statistik

Negara dengan pengguna Twitter terbanyak

Negara pengguna Twitter terbanyak © GoodStats
info gambar

Sajian data terbaru Statista per Juli 2021 yang rilis September 2021 menunjukan, Amerika Serikat (AS) menjadi negara dengan pengguna Twitter terbanyak dengan angka mencapai 73 juta pengguna. Kemudian disusul oleh Jepang dan India dengan masing-masing mencatat 55,5 juta dan 22,10 juta pengguna.

Adapun Indonesia berada di peringkat ke-6 dengan total 15,7 juta pengguna, tepat satu tingkat di bawah Brasil (17,25 juta pengguna) dan satu tingkat di atas Turki (15,6 juta pengguna).

Sementara menurut laporan Statista bertajuk “Forecast of the number of Twitter users in Indonesia from 2017 to 2025”, pengguna Twitter di Indonesia diproyeksi akan mencapai 16,32 juta pengguna pada akhir 2021.

Lebih lanjut, Statista juga memproyeksikan jumlah pengguna di Indonesia dapat mencapai 18,26 juta pengguna pada tahun 2025 mendatang. Jumlah tersebut telah diperkirakan dengan mempertimbangkan pengajuan perusahaan atau materi pers, penelitian sekunder, unduhan aplikasi, dan dana lalu lintas, yang juga merujuk pada rata-rata pengguna aktif bulanan selama periode tersebut.

Hari Media Sosial, Seperti Apa Cerminan Warganet Indonesia?

Pembaruan Twitter untuk menunjang kenyamanan pengguna

Fitur baru Twitter Blue © Twitter.com
info gambar

Twitter telah menjadi metode yang semakin relevan penggunaannya untuk politik domestik dan internasional. Platform Twitter diperdayakan sebagai salah satu cara untuk mempromosikan kebijakan dan berinteraksi dengan warga dan pejabat lainnya, hingga sebagian besar pemimpin dunia dan kementerian luar negeri memiliki akun Twitter resmi.

Salah satu contohnya yaitu mantan presiden AS Donald Trump yang dulunya merupakan pengguna produktif sebelum akhirnya akun Trump ditangguhkan secara permanen oleh Twitter pada Januari 2021.

Kendati demikian, demi mengoptimalkan kenyamanan dan menjamin penyediaan fitur yang dibutuhkan pengguna, baru-baru ini Twitter meluncurkan “Twitter Blue”, yaitu sebuah layanan untuk memberikan pengguna kebebasan dalam membatalkan dan mengedit tweet.

Twitter Blue merupakan layanan berbayar yang sejauh ini telah diluncurkan di AS dan Selandia Baru pada Selasa (9/11/2021) lalu. Melansir pada suara.com, layanan tersebut sebelumnya telah melakukan uji coba di Australia dan Kanada pada Juni 2021.

Lebih rinci, di Selandia Baru, pengguna Twitter Blue akan dikenakan biaya senilai 3 dolar AS per bulan atau sekitar Rp42 ribu. Direktur senior Twitter bidang manajemen produk Sara Beykpour mengungkapkan, bahwa Twitter Blue akan menargetkan pasar pada pengguna yang menggunakan Twitter dari ponsel dan suka membaca berita.

"Twitter masih dan akan terus gratis. Tetapi Twitter Blue disediakan untuk mereka yang sangat mengandalkan Twitter dan ingin mengakses fitur-fitur premium," ungkap Sara mengutip pada Suara.com.

Nantinya, kehadiran Twitter Blue yang memiliki fitur unggulan berupa Undo Tweet akan membiarkan pengguna untuk dapat membatalkan dan mengedit cuitan dalam waktu 30 detik setelah cuitan diunggah.

Kabar baiknya, Twitter juga akan segera menambahkan sejumlah fitur baru lainya pada Twitter Blue dalam waktu dekat, meskipun belum diketahui waktu persisnya kapan Twitter Blue akan tersedia bagi pengguna di Indonesia.

Keren! Inilah 4 Aplikasi Pengganti WhatsApp Karya Anak Bangsa

Jika Anda tertarik untuk membaca tulisan Dinda Aulia Ramadhanty lainnya, silakan klik tautan ini arsip artikel Dinda Aulia Ramadhanty.

DR
IA
Tim Editor arrow

Terima kasih telah membaca sampai di sini