Mengintip Sederet Prestasi Greysia-Apriyani, Peraih Penghargaan Pair of The Year 2021

Mengintip Sederet Prestasi Greysia-Apriyani, Peraih Penghargaan Pair of The Year 2021
info gambar utama

Seperti biasa, setiap ajang World Tour Final selalu ada penghargaan untuk para atlet yang diberikan oleh Federasi Bulu Tangkis Dunia (BWF). Penghargaan tahun ini terdiri dari 5 kategori di antaranya Male of The Year, Female of The Year, Pair of The Year, Most Improved Player of The Year, dan Eddy Chong Most Promising Playing of The Year.

Hasilnya, ganda putri andalan Indonesia Greysia Polii-Apriyani Rahayu berhasil menyabet penghargaan Pair of The Year (pasangan terbaik) 2021 dari BWF. Itu merupakan kategori penghargaan yang baru diperkenalkan tahun ini.

Penyematan penghargaan diberikan langsung oleh presiden BWF, Pour-Erik Hoyer Larsen, di Bali International Convention Center & Westin Resort, Nusa Dua, Jumat (3/12).

Greysia-Apriyani berhasil mengungguli empat pasangan lainnya, yakni ganda putri Korea Selatan, Kim Soyeong-Kong Heeyong, ganda putra Taiwan, Wang Chi-Lin-Lee Yang, ganda campuran China, Wang Yi Lyu-Huang Dong Ping, dan ganda campuran Jepang, Yuta Watanabe-Arisa Higashino.

Tak luput Greysia mengucapkan rasa terima kasih kepada pihak BWF atas penghargaan yang diraihnya bersama Apriyani. Ia juga menuturkan akan terus melakukan yang terbaik untuk masyarakat Indonesia dan pecinta bulu tangkis.

"Terima kasih kepada BWF atas penghargaan ini. Kami berharap untuk terus melakukan yang terbaik dan dapat melakukan banyak hal positif untuk masyarakat Indonesia dan semua orang yang mencintai bulu tangkis," ucap Greysia Polii dalam keterangan resmi PBSI.

Selain Greysia-Apriyani, ada satu wakil Indonesia lainnya yang juga berhasil meraih penghargaan dari BWF, yakni Leani Ratri Oktila. Pebulu tangkis disabilitas tersebut meraih penghargaan dalam kategori Female Para Badminton Player of The Year 2021.

Bungkam Wakil Tuan Rumah, Greysia-Apriyani Juara Thailand Open 2021

Sederet prestasi Greysia-Apriyani

Keberhasilan Greysia-Apriyani merengkuh penghargaan Pair of The Year 2021 jelas tak lepas dari prestasinya di lapangan, termasuk pencapaian gemilangnya pada Olimpiade Tokyo 2020.

Karena kondisi pandemi COVID-19, nominasi untuk BWF Player of the Year Awards 2021 diambil berdasarkan kiprah pemain selama periode 1 November 2019 hingga 31 Oktober 2021 dan Olimpiade dan Paralimpiade Tokyo 2020.

Sepak terjang Greysia-Apriyani periode 1 November 2019-31 Oktober 2021 | GoodStats
info gambar

Selama periode tersebut, Greysia-Apriyani tercatat mampu meraih 3 gelar World Tour (Super 300-1.000) dan medali emas Olimpiade. Selain itu, perolehan poin BWF mereka juga naik signifikan.

Catatan gemilang pada periode tersebut dimulai kala mereka mampu membawa pulang trofi Indonesia Masters 2020 (Super 500). Greysia-Apriyani yang menjadi unggulan 8 sukses meraih juara setelah mengalahkan Maiken Fruegard-Sara Thygesen (Denmark) di partai puncak dengan skor ketat 18-21 21-11, dan 23-21.

Tidak berselang lama, Greysia-Apriyani kembali menambah trofi dengan menjuarai Spain Masters 2020 (Super 300). Greysia-Apriyani memastikan gelar juara setelah menekuk pasangan nomor 1 Bulgaria, Gabriela Stoefa-Stefani Stoefa dengan skor 18-21 21-17, dan 21-18.

Di level turnamen yang lebih tinggi, Greysia-Apriyani sukses mengamankan gelar Thailand Open 2020 (Super 1.000). Di final, mereka berhasil mebungkam wakil tuan rumah, Jongkolphan Kititharakul-Rawinda Prajongjai dengan skor telak 21-15 21-12. Atas hasil ini, mereka diganjar tambahan poin sebesar 12.000.

Puncaknya, Greysia-Apriyani mampu meraih medali emas Olimpiade Tokyo 2020 setelah mampu menumpas perlawanan ganda putri nomor 1 China, Chen Qingchen-Jia Yifan, dengan skor meyakinkan 21-19 21-15. Menariknya, mereka menjadi ganda putri pertama Indonesia yang berhasil meraih medali emas di Olimpiade.

Rentetan prestasi tersebut membuat BWF tak segan memberikan penghargaan Pair of The Year 2021 bagi Greysia-Apriyani.

Peringkat BWF Greysia-Apriyani Usai Raih Emas Olimpiade Tokyo 2020

Jika Anda tertarik untuk membaca tulisan Iip M. Aditiya lainnya, silakan klik tautan ini arsip artikel Iip M. Aditiya.

Terima kasih telah membaca sampai di sini