Kisah Pak Roh, Pemilik Rumah yang Selamat dari Erupsi Gunung Semeru

Kisah Pak Roh, Pemilik Rumah yang Selamat dari Erupsi Gunung Semeru
info gambar utama

Pada 4 Desember 2021 lalu telah terjadi letusan Gunung Semeru di Jawa Timur. Muntahan lahar dan awan panas di akhir tahun ini tercatat sebagai erupsi terdahsyat sepanjang 58 tahun terakhir.

Terhitung sejak tahun 1963, Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) mencatat urutan terdekat terjadinya erupsi ini dari tahun 2021 adalah tahun 2002, 1994, 1981, 1977, dan tahun 1963.

Bencana alam ini meninggalkan kesedihan bagi seluruh masyarakat Indonesia, terlebih bagi warga yang tinggal di sekitar lokasi kejadian. Erupsi berimbas pada habisnya harta-benda, hewan ternak, dan orang-orang terkasih.

Pada saat terjadinya erupsi, banyak orang dan bangunan tertimbun abu vulkanik yang kemudian berujung pada berita meninggal dunia dan ada pula yang anggota keluarganya masih belum ditemukan.

Mengutip CNN Indonesia, data korban Semeru per 13 Desember menunjukkan bahwa 48 orang dinyatakan tewas dan setidaknya ada 2.004 orang masih melakukan rawat jalan di puskesmas dan posko kesehatan.

Sementara itu, tercatat 9.997 jiwa mengungsi di 148 titik lokasi pengungsian. Kemudian untuk kerusakan rumah akibat bencana ini, BNPB mencatat ada 2.970 unit. Rumah-rumah yang berada di kaki gunung hancur lebur dan nyaris rata dengan tanah.

Namun, ada sebuah keajaiban yang terjadi dalam momen erupsi ini. Dalam video yang beredar di media sosial, terlihat sebuah rumah masih tampak kokoh tanpa kerusakan sedikitpun, padahal rumah-rumah di sekitar kampung tersebut telah porak poranda tertimbun lahar.

Gunung Semeru, Tempat Bersemayam Para Dewa yang Jadi Paku Tanah Jawa

Rumah Pak Roh yang selamat dari erupsi

Nama Pak Roh dan rumahnya sedang ramai diberitakan dan jadi perbincangan. Bagaimana tidak, rumah milik pria itu menjadi satu-satunya rumah yang masih utuh dan tampak tidak mengalami kerusakan di tengah erupsi yang melanda daerahnya.

Namanya Wadiman, biasa dipanggil Pak Roh karena kebiasaan orang Jawa yang memanggil sosok ayah dengan menggunakan nama anak pertamanya. Nama anak Wadiman adalah Rohmah, maka ia lebih dikenal dengan nama Pak Roh alias bapaknya Rohmah.

Pak Roh hanyalah seorang warga biasa yang tinggal di Kampung Renteng, Desa Sumber Wuluh, Kabupaten Lumajang, Jawa Timur. Kegiatan sehari-harinya tak ada yang spesial, seperti masyarakat desa pada umumnya.

Ia mengambil kelapa, mengurus ladang kopi dan cengkeh, dan mencari rumput untuk makanan kambing. Seperti umat Muslim lain, ia pun akan pergi ke langgar ketika waktunya salat tiba.

Kini banyak orang datang ke rumah beliau untuk melihat langsung bagaimana keajaiban yang ramai diberitakan itu benar-benar terjadi. Bahkan, beberapa orang pun mengambil foto rumah Pak Roh dan diunggah ke media sosial membuat kediaman tersebut semakin ramai dibahas.

Mengutip dari laman Facebook Salam Aid, Pak Roh menceritakan bahwa saat kejadian erupsi, ia sedang memanjat pohon kelapa yang nantinya akan diolah sang istri menjadi gula merah. Namun, ia melihat kepulan awan hitam lengkap dengan suara gemuruh datang dari arah Gunung Semeru.

Melihat pemandangan tersebut, ia segera turun dan memberi tahu keluarga dan tetangganya untuk segera berlari ke tempat yang aman. "Suasana sudah gelap oleh debu, seperti malam hari. Saya ajak isteri dan anak saya serta tetangga untuk segera berlari" jelas Pak Roh.

Benar saja, tak sampai lima menit, lahar dan awan panas langsung menerjang kampung. Hampir semua hancur dan tak ada yang bisa diselamatkan. Di beberapa titik, lahar bahkan mencapai atap rumah dan truk-truk pasir pun ikut tertimbun.

Pak Roh sendiri bercerita bahwa ia pasrah dan merelakan rumah, kebun, dan hewan ternaknya. Ia pun tetap bersyukur karena seluruh anggota keluarganya selamat.

Setelah situasi mulai kondusif, ia dan warga lain mulai kembali ke pemukiman untuk melihat kondisi rumahnya. Pak Roh pun tak menyangka jika rumahnya masih utuh, bahkan terasanya tak terkena lahar.

"Saya juga kaget kok rumah saya bersih aja, enggak kena lahar sama sekali. Padahal rumah-rumah tetangga saya sudah pada hancur. Saya tengok kebun saya aman, kambing saya juga masih hidup semua ada 16 ekor. Mungkin ini rezeki saya dari Allah, saya bersyukur" ujarnya.

Karena rumahnya viral di media sosial, banyak orang penasaran dengan apa yang telah dilakukan Pak Roh sehingga rumahnya bisa selamat. Pak Roh pun menyampaikan bahwa ia hanya orang biasa.

“Jangan dihubung-hubungkan dengan jimat, mistis, dan sejenisnya. Ini murni karena kuasa Allah saja".

Seperti dikutip Galamedia News, Pak Roh menjelaskan kebiasaannya selama ini. Entah berkaitan atau tidak dengan kejadian rumahnya yang selamat, beliau mengaku kerap melakukan beberapa amalan.

Amalan ini termasuk membaca surat Al Ikhlas 31 kali, surat Yasin tiga kali, dan khatam Alquran sampai tiga kali setiap Maulid Nabi Muhammad SAW.

Selain itu, amalan yang tak pernah ditinggalkan tentunya salat lima waktu, bersedekah, dan menjalin hubungan baik dengan tetangga.

Bunga Abadi Tengger Semeru dari Desa Wisata Edelweis

Jika Anda tertarik untuk membaca tulisan Dian Afrillia lainnya, silakan klik tautan ini arsip artikel Dian Afrillia.

DA
MI
Tim Editor arrow

Terima kasih telah membaca sampai di sini