TWA Sorong Papua, Tempat Rekreasi dan Edukasi Tentang Pelestarian Alam

TWA Sorong Papua, Tempat Rekreasi dan Edukasi Tentang Pelestarian Alam
info gambar utama

Selain taman nasional, beberapa daerah di Indonesia juga punya taman wisata alam (TWA). Tak hanya sebagai tempat melestarikan keanekaragaman hayati, kekayaan alam yang ada di negeri kita juga punya potensi wisata yang besar. TWA sendiri dibangun dengan beberapa fungsi termasuk edukasi, pelestarian, penelitian, dan pastinya rekreasi. Keberadaan TWA juga sangat penting karena merupakan bagian dari upaya konservasi lain seperti taman nasional dan taman hutan raya yang tujuan sama-sama untuk pelestarian.

Sederhananya, TWA bukan hanya tempat konservasi, tetapi juga dimanfaatkan untuk hutan wisata dan rekreasi alam, di mana pengunjung bisa menikmati keindahan alam sambil melihat kehidupan berbagai flora dan fauna di habitat aslinya. Adapun TWA tetap dikelola mengikuti prinsip-prinsip pelestarian dan perlindungan alam.

Salah satu TWA yang bisa Anda kunjungi adalah TWA Sorong di Kota Sorong, Papua Barat. Salah satu keunikan dari kawasan ini adalah memiliki ekosistem berupa hutan lindung seluas 954 hektare dan jaraknya berada sekitar 14 kilometer dari pusat kota. TWA Sorong masih memiliki udara yang segar dan dianggap sebagai paru-paru kota Sorong. Kini, objek wisata alam tersebut dikelola oleh Balai Besar Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Provinsi Papua Barat.

Mempelajari Sejarah dan Kebudayaan Papua di Museum Loka Budaya

Keanekaragaman hayati di TWA Sorong

TWA Sorong berada di hutan khas dataran rendah yaitu hutan hujan lebat. Di dalamnya terdapat beragam flora dan fauna yang menjadi daya tarik bagi pengunjung. Di sana juga ada hutan tanaman damar yang ditetapkan sebagai sumber benih oleh Balai Perbenihan Tanaman Hutan (BPTH) Ambon. Pengunjung dapat melihat 53 jenis vegetasi berkayu seperti merbau, medang, angsana, matoa, amugia, rambutan, cempedak, dan langsat.

Anda juga bisa melihat satwa-satwa endemik Papua seperti julang Papua, kakatua jambul kuning, kakatua raja, pergam, kepodang cokelat, nuri kepala hitam, raja udang, kuskus, dan cikukua tanduk.Selain itu ada puluhan jenis burung yang mudah ditemukan di taman wisata alam tersebut, misalnya kakatua putih jambul kuning, nuri merah kepala hitam, nuri raja, kumkum, dan masih banyak lagi.

Tak hanya menjadi rumah bagi beraneka ragam floran dan fauna. TWA Sorong juga memiliki fungsi lain sebagai daerah resapan air bagi beberapa sungai yang ada di dalamnya, yaitu Sungai Klawulu, Sungai Klasege, Sungai Pletok, dan Sungai Klabeling. Hal unik lain yang bisa ditemukan di sana adalah adanya tempat penangkaran buaya. Pengunjung bisa melihat langsung buaya berkembang biak di area tersebut.

Matoa, Varietas Unggul dan Tanaman Identitas dari Tanah Papua

Kegiatan wisata di TWA Sorong

Ada banyak kegiatan yang bisa dilakukan di TWA Sorong. Salah satunya adalah jungle tracking atau menyusuri hutan sambil menikmati suasana dan udaranya yang begitu sejuk menyegarkan. Ada tiga jalur untuk trekking, mulai dari yang ringan, sedang, hingga berat.

Di setiap jalur yang dilewati, pengunjung bisa melihat berbagai tumbuhan endemik, satwa langka, hingga bertemu dengan burung-burung khas Papua. Selama trekking, Anda juga akan menjumpai beberapa spot untuk menikmati pemandangan Kota Sorong dari ketinggian.

Bila tak ingin ketinggalan banyak momen, Anda bisa memutuskan untuk berkemah di TWA Sorong. Di sana memang disediakan area yang bisa digunakan untuk berkemah sambil menikmati pemandangan alam, ditemani kicauan burung dan angin semilir.

Di TWA Sorong juga ada beberapa spot untuk bird watching atau pengamatan burung. Biasanya kegiatan ini dimulai pada pagi hari, mulai pukul enam sampai sembilan atau bisa juga sore mulai pukul tiga sampai enam. Pihak TWA telah menyediakan fasilitas untuk kegiatan ini berupa teropong atau binocular.

Setelah itu, Anda juga bisa berjalan-jalan menyusuri sungai-sungai yang di kawasan taman wisata alam ini. Bahkan, TWA Sorong juga sering dijadikan tempat piknik keluarga dan acara kantor, serta bisa mengadakan kegiatan outbound.

Jika Anda tertarik untuk membaca tulisan Dian Afrillia lainnya, silakan klik tautan ini arsip artikel Dian Afrillia.

Terima kasih telah membaca sampai di sini