Mengintip Koleksi Gaun dan Perhiasan Nan Elegan di Museum Harry Darsono

Mengintip Koleksi Gaun dan Perhiasan Nan Elegan di Museum Harry Darsono
info gambar utama

Museum menjadi salah satu tempat yang biasa dikunjungi untuk rekreasi sekaligus menambah pengetahuan. Sesuai dengan fungsinya, museum merupakan tempat terbuka untuk umum yang melindungi benda-benda cagar budaya, pengembangan pengetahuan bagi masyarakat, dan menyampaikan pesan dalam rangkaian display dan ruang pameran.

Keberadaan museum sangatlah penting untuk mengelola hasil budaya serta material alam dan lingkungan yang memiliki nilai sejarah, ilmu pengetahuan, agama, kebudayaan, teknologi, atau pariwisata untuk dikomunikasikan kepada masyarakat umum.

Museum juga terdiri dari berbagai kategori seperti arkeologi, etnologi, sejarah, biografi, militer dan perang, hingga museum seni-budaya. Program dan kegiatan yang ditawarkan museum pun umumnya dapat menjangkau seluruh pengunjung dari berbagau usia dan latar belakang.

Tak melulu menampilkan hal-hal serius, banyak juga museum di dunia ini yang menyajikan sesuatu yang lebih mudah dinikmati. Di Indonesia misalnya, ada Museum Harry Darsono yang berfokus pada dunia mode dan memperlihatkan bagaimana kisah sang perancang busana kenamaan Tanah Air ini sampai ke kancah internasional.

Mempelajari Sejarah dan Kebudayaan Papua di Museum Loka Budaya

Koleksi Museum Harry Darsono

Museum Harry Darsono didirikan pada tahun 1996 dan pembangunan museum ini memang merupakan cita-cita sang perancang busana sejak kecil. Ia ingin memiliki sebuah museum yang berisi koleksi rancangan pribadinya, termasuk busana, aksesori, perhiasan, hingga dekorasi interior agar seluruh koleksi bisa tertata apik dan elegan.

Museum Harry Darsono berada di kawasan Cilandak, Jakarta Selatan, tepatnya di belakang pusat perbelanjaan Cilandak Town Square. Bangunan museum seluas 800 meter persegi ini dirancang dengan gaya baroque, serupa kastil-kastil di Eropa.

Di dalam museum, pengunjung bisa melihat 4.616 karya Harry Darsono yang telah dikumpulkan selama 30 tahun. Karya-karya yang ditampilkan di museum ini antara lain berbagai model gaun, tiara, cincin, topi, lukisan di atas sutra, tenun dan sulaman, patung, kursi, piano, hingga tea set. Tentunya, pengunjung juga bisa melihat karya-karya pribadinya yang telah dibuat sejak tahun 1970 berupa koleksi art to wear dan kostum panggung kontemporer.

Salah satu koleksi termegah dan termahal yang ditampilkan di salah satu sudut museum ini adalah tiga buah mahkota Putri Diana.

Nama Harry dikenal sampai ke tingkat internasional dan pernah mendesain gaun untuk para selebriti dan bangsawan di Asia, Timur Tengah, hingga Eropa. Gaun karya Harry yang kebanyakan berkonsep adibusana pernah dikenakan oleh Putri Diana pada tahun 1980, ia juga pernah merancang gaun untuk Ratu Rania, Ratu Yordania.

Selain itu, Harry juga merancang busana panggung untuk kebutuhan opera. Hasil karyanya pernah ditampilkan untuk pertunjukkan kelas dunia seperti Julius Caesar, Madame Butterfly karya Puccini, Halmet dan Othello, King Lear, dan Romeo dan Juliet karya dari William Shakespeare.

Mengintip Museum Santet Cirebon, Bawa Pesan Khusus kepada Manusia

Kiprah Harry Darsono sebagai perancang busana

Nama Harry Darsono tentu sudah tak asing di kalangan pencinta mode Tanah Air. Ia merupakan perancang busana senior yang telah berkarya selama 50 tahun. Tak hanya aktif sebagai perancang, Harry juga merupakan seorang seniman, psikolog, dan pendidik.

Harry merupakan anak dari pemilik perusahaan rokok terbesar di Jawa Timur. Tidak mengikuti saudaranya bekerja di perusahaan milik sang ayah, Harru malah memilih jalur lain sebagai seorang desainer. Dengan keahliannya, ia termasuk sosok yang mempopulerkan istilah adibusana atau haute couture pada tahun 1970-an.

Pria kelahiran Mojokerto, Jawa Timur, ini menempuh pendidikannya di Paris Academy of Fashion, Fashion Marchandising & Clothing Technology di London College of Fashion, dan mengambil gelar Phd dalam Humanistic Philosophy di Psychology di Christchurch College, Oxford, Inggris.

Pada perjalanan kariernya, ia pernah menjadi instruktur di Paris Academy of Fashion, pengajar etika dan estetika busana muslim, penata motif dan busana sutra, perancang motif dan busana, hingga menjadi konsultan mode dan penasihat rancangan.

Dalam berkarya, ia berfokus pada rancangan haute couture, yaitu teknik pembuatan busana tingkat tinggi yang dibuat khusus untuk pemesan. Rancangan dengan teknik ini juga dipastikan menggunakan bahan kualitas terbaik, penuh detail, dikerjakan manual dengan tangan, dan terkenal dengan proses pembuatan yang memakan waktu lama.

Hasil karya Harry sudah banyak disimpan di museum-museum, dari Jakarta, Yogyakarta, Bali, hingga di Australia, Nothern Teritorry, Jepang, Inggris, dan Kanada.

Museum Rudana, Tempat Menikmati Karya Seni dengan Pemandangan Alam di Ubud

Jika Anda tertarik untuk membaca tulisan Dian Afrillia lainnya, silakan klik tautan ini arsip artikel Dian Afrillia. Artikel ini dilengkapi fitur Wikipedia Preview, kerjasama Wikimedia Foundation dan Good News From Indonesia.

Terima kasih telah membaca sampai di sini