Mengintip Museum Santet Cirebon, Bawa Pesan Khusus kepada Manusia

Mengintip Museum Santet Cirebon, Bawa Pesan Khusus kepada Manusia
info gambar utama

Semua itu bermula pada tahun 2004, ketika Ustaz Ujang Busthomi baru lulus dari pondok pesantren. Saat itu Kang Ujang, panggilan akrabnya menjadi penerus perjuangan ayahnya yang terlebih dahulu menghadap Mahakuasa.

Kang Ujang masih ingat betul bagaimana dirinya harus melawan para dukun santet. Tepat tujuh hari meninggalnya sang ayah, ada seseorang yang tiba-tiba datang ke kediamannya.

Ternyata orang itu adalah seorang praktisi spiritual, seorang dukun santet yang terkenal sakti. Ternyata kunjungan dukun itu tidak hanya untuk bertamu, tetapi juga mengancam Kang Ujang bahwa nyawanya hanya hitungan jari.

Kang Ujang tidak gentar, ketika dukun itu mengancam, dirinya lalu menantang balik dukun itu untuk mengeluarkan kemampuannya. Setelahnya, selama tujuh hari berturut-turut dukun santet itu datang di depan rumah Kang Ujang untuk mengadu ilmu.

"Waktu itu saya masih punya guru dan saya telepon guru saya. Kata guru saya, 'Dia itu bukan lawan kamu'. Selama 7 malam itu terus melakukan pertarungan. Saya di dalam rumah, dia di luar rumah. Ya, akhirnya mereka yang out sendiri lah," ungkap Kang Ujang yang dinukil dari Detik, Rabu (8/12/2021).

Legenda Ikan Dewa, Jelmaan Pasukan Siliwangi yang Menjaga Kolam Pemandian

Itulah secuil kisah awal mula Museum Santet yang berada di Talaga Langit di Desa Sinarancang, Kecamatan Mundu, Kabupaten Cirebon, Jawa Barat (Jabar) didirikan. Kang Ujang merupakan pendiri dari museum yang cukup unik ini.

Kang Ujang menjelaskan sebelum mengelola museum ini, dirinya sering berdakwah dengan cara bersilaturahmi dan mendatangi dukun-dukun santet serta praktisi spiritual di berbagai daerah di Indonesia.

Kegiatan silaturahmi ini kemudian Kang Ujang teruskan setelah mendirikan Museum Santet. Sudah tidak terhitung jumlah dukun santet atau praktisi spiritual yang sudah dirinya kunjungi.

Hal yang menarik adalah selesai melakukan kunjungan ke dukun santet, dirinya pasti membawa oleh-oleh berupa artefak atau pusaka yang memiliki kekuatan gaib.

Tidak perlu takut dengan santet

Bila mendatangi tempat ini, suasana horor begitu terasa dengan ditempatkannya beragam properti yang identik dengan ilmu hitam, khususnya santet.

Merujuk Indozone, tempat wisata yang berada di kawasan Wisata Talaga Langit ini memang menawarkan suasana yang mencekam. Untuk memasuki tempat ini para pengunjung perlu melewati sebuah celah kecil di antara pagar bambu.

Para pengunjung harus berjongkok agar bisa memasuki celah kecil tersebut. Setelahnya, pengunjung harus melewati anak tangga untuk menjelajahi museum yang baru diresmikan pada 21 Oktober 2021 itu.

Tidak berada di ruangan tertutup, Museum Santet berada di luar ruangan, dikelilingi oleh pohon yang menjulang tinggi dan tanah terjal. Sejak pertama kali masuk, pengunjung akan disambut dengan banyaknya replika pocong yang tergeletak begitu saja di sisi kanan atau kiri tangga.

Legenda 99 Kera Santri Penjaga Petilasan Sunan Kalijaga di Cirebon

Pengunjung juga akan melihat berbagai macam boneka yang dipasang dengan paku pada batang pohon. Banyak juga boneka yang tidak memakai busana digantung berjejer di tambang, seperti sedang dijemur.

Kang Ujang mengaku dengan suasana mencekam ini, dirinya tidak ada niat untuk membuat takut para pengunjung. Bahkan dia menyatakan ada pesan dakwah di balik museum ini.

"Lewat museum dukun santet ini saya ingin memberikan pelajaran agar orang-orang senantiasa mengingat sang pencipta Allah SWT,” terangnya kepada wartawan, melansir laman YouTube Mang Bendoel-90.

Memang selain mengisi museumnya dengan beragam properti yang terkait ilmu hitam. Kang Ujang tidak lupa menghias tempat ini dengan pesan dakwah yang ditempatkan di berbagai titik.

Pesan dakwahnya berupa peringatan agar manusia senantiasa mengingat agama untuk melawan kejahatan. Pesan berupa tulisan ini juga menunjukkan bahwa kejahatan bisa dikalahkan dengan kebaikan dan bantuan Sang Pencipta.

Jangan Takut!!!, Takutlah Hanya Kepada Allah, Perbaiki Salat dan Perbanyak Selawat dan Setan Belek, Kepret!!!

Dirinya memberikan pesan itu dengan tujuan agar pengunjung yang datang tetap berlindung kepada Sang Pencipta. Pasalnya hanya dengan hal itu, setiap gangguan jahat baik secara fisik ataupun metafisik akan bisa dicegah.

Bagi Ujang, museum yang dirinya dirikan tidak bermaksud untuk menampilkan suasana horor. Dirinya malah mengajak dengan melihat pernak-pernik ini, para pengunjung tidak lagi ketakutan dengan santet.

Dirinya menegaskan tidak ada hal yang bisa melawan kekuatan mutlak dari Sang Pencipta, termasuk makhluk gaib. Karena itulah dirinya cukup miris bila melihat banyak orang selama ini masih takut kepada ilmu gaib, terutama santet.

Diresmikan sebagai tempat wisata

Para pengunjung yang ingin melihat artefak dari dunia gaib ini tidak perlu khawatir, karena benda yang ada di Museum Santet telah bersih dan tidak lagi memiliki kekuatan gaib.

Beberapa artefak yang bisa dilihat berupa pusaka seperti keris, cambuk, pedang dan tombak, ada pula yang berbentuk benda seni seperti guci hingga patung.

"Saya nyatakan Insya Allah semua steril. Tidak ada aura-aura negatif di sini. Ini semua sudah kosong tidak ada kekuatan apapun. Tidak ada jin-jin jahat yang merasuk. Saya pastikan 100% kosong," tegas Kang Ujang.

Dirinya juga menyatakan bahwa tidak ada pantangan bagi orang yang ingin berkunjung ke Museum Santet. Semua umur dipersilakan untuk datang.

Karena menurut Kang Ujang, tujuan museum ini adalah untuk sarana edukasi yaitu agar masyarakat tidak lagi takut dengan hal-hal gaib seperti santet.

Kerupuk Melarat Cirebon, Camilan Unik yang Digoreng Tanpa Minyak

Merujuk About Cirebon, melihat potensi yang ada Wakil Gubernur Jabar, Uu Ruzhanul Ulum melakukan peresmian Talaga Langit Wisata Anti Galau di Desa Sinarancang, Cirebon, milik Ustaz Ujang Bustomi. Salah satu tempat wisata yang terdapat di kompleks tersebut adalah Museum Santet.

Dirinya mengapresiasi Kang Ujang, karena wisata Anti Galau sangat cocok untuk dengan visi misi Jabar. Jabar Juara Lahir Batin, jelas juara lahir karena terpenuhinya kebutuhan secara duniawi yang identik dengan meningkatkan kesejahteraan.

Uu juga berharap dengan peresmian ini tidak hanya berdampak secara ekonomi, tetapi juga ada unsur pemerataan dan keadilan. Salah satunya dengan pemamfaatan potensi wisata di Talaga Langit, Cirebon.

Mantan Bupati Tasikmalaya ini menjelaskan, di Wisata Anti Galau Talaga Langit, bukan saja ada tempat wisata. Tetapi, ada padepokan yang mempelajari ilmu agama.

Dengan penerapan protokol kesehatan, diharapkan tempat wisata ini menjadi destinasi menarik ketika libur akhir tahun. Tempat wisata milik Ustaz Ujang Busthomi ini telah dibuka untuk umum pada 21 Oktober 2021.

Talaga Langit Wisata Anti Galau ini merupakan wisata alam dengan view Setupatok dan juga Pantai Utara (Pantura). Talaga Langit memiliki fasilitas kolam renang, Museum Santet, coffee shop, resto, hingga spot selfie.

Jika Anda tertarik untuk membaca tulisan Rizky Kusumo lainnya, silakan klik tautan ini arsip artikel Rizky Kusumo.

Terima kasih telah membaca sampai di sini