Gosong Senggora, Wisata Bahari Berbasis Konservasi di Kalimantan Tengah

Gosong Senggora, Wisata Bahari Berbasis Konservasi di Kalimantan Tengah
info gambar utama

Bicara soal objek wisata di Kalimantan Tengah, ada satu destinasi populer yang selama ini sudah cukup banyak dikenal, yaitu kawasan Taman Nasional Tanjung Puting. Tempat satu ini terkenal karena kawasan hutan mangrove dan konservasi habitat satwa paling dilindungi yakni Orangutan.

Padahal, masih ada banyak destinasi wisata lain yang dapat dikunjungi dan dinikmati di Provinsi ini. Bukan hanya cagar alam atau kawasan konservasi berupa hutan hujan tropis yang lebat, di Kalimantan Tengah juga ada destinasi wisata bahari yang gak kalah memesona, salah satunya adalah Gosong Senggora.

Belum cukup diketahui banyak orang, Gosong Senggora adalah salah satu wilayah perairan yang statusnya ditetapkan sebagai kawasan konservasi pada tahun 2019. Untuk lokasinya sendiri, Gosong Senggora berada di Kecamatan Kumai, Kabupaten Kotawaringin Barat, Provinsi Kalimantan Tengah.

Menyusuri Tanjung Puting, Konservasi Orang Utan Terbesar di Dunia

Mengenal Gosong Senggora

Penyelaman di kawasan konservasi Gosong Senggora | mmc.kalteng.go.id
info gambar

Kenapa dinamakan Gosong Senggora? Kata Gosong sendiri merupakan sebutan untuk laut dangkal, karena destinasi ini punya kedalaman air laut antara satu sampai empat meter, jadi dasar lautnya bisa terlihat dengan cukup jelas.

Kalau digambarkan, Gosong Senggora adalah hamparan pasir putih di tengah lautan jernih yang dilengkapi dengan kehadiran hembusan angin laut. Penetapan wilayah satu ini sebagai kawasan konservasi juga bukan terjadi tanpa alasan. Pasalnya, ada berbagai potensi sumber daya yang dapat dinikmati keindahaannya dan dimanfaatkan di wilayah ini.

Mulai dari terumbu karang dan padang lamun, keberadaan dugong, penyu, teripang, lola atau siput berukuran besar, dan kima atau kerang-kerangan besar penghuni perairan laut hangat. Berbagai kekayaan dan satwa bawah laut yang disebutkan di atas, bisa dinikmati oleh wisatawan dengan melakukan kegiatan snorkeling.

Lain itu, status kawasan konservasi juga bertujuan untuk melindungi sekaligus memanfaatkan potensi perikanan yang ada, melestarikan berbagai habitat laut yang penting bagi ekosistem, dan menjaga spesies hewan yang dilindungi.

Sayang, kawasan Gosong Senggora hingga saat ini masih belum banyak dikenal lebih luas. Padahal lokasi ini memiliki daya tarik berupa air laut sebening kaca, ditambah lagi kawasan terumbu karang dan padang lamunnya masih terjaga dengan baik.

Menyusuri Labirin Air Hitam di Taman Nasional Sebangau, Kalimantan Tengah

Dekat kawasan Tanjung Puting

Rute dan akses yang perlu ditempuh untuk datang ke Gosong Senggora juga tidak terlalu sulit. Bagi pengunjung atau wisatawan luar Kalimantan yang memakai transportasi udara, bisa memilih Bandar Udara Iskandar di Kabupaten Kotawaringin Barat, sebagai tempat pemberhentian.

Setelah itu, perjalanan kembali dilanjutkan memakai transportasi darat menuju Pelabuhan Kumai kurang lebih sejauh 10 kilometer. Kemudian untuk bisa sampai ke wilayah Gosong Senggora, perjalanan berlanjut memakai perahu motor cepat (speedboat) yang memakan waktu tempuh selama dua jam, atau bisa juga memakai perahu nelayan setempat yang memakan waktu lebih lama, kurang lebih sekitar empat jam.

Menariknya, para wisatawan yang nantinya datang ke Gosong Senggora juga bisa sekaligus berkunjung ke destinasi wisata populer TN Tanjung Putting. Karena keduanya ternyata berada di satu kawasan yang sama dan dapat dikunjungi bersama sekaligus.

Menurut masyarakat lokal dan pemandu wisata setempat, saran waktu terbaik berkunjung ke Gosong Senggora ada di bulan Juli dan Agustus. Hal tersebut lantaran kondisi ombak dan angin tidak terlalu kencang sehingga kunjungan di waktu tersebut, sehingga aktivitas wisata utama layaknya snorkeling bisa dilakukan dengan leluasa dan lebih nyaman.

Pantai Terindah di Indonesia untuk Snorkeling

Jika Anda tertarik untuk membaca tulisan Siti Nur Arifa lainnya, silakan klik tautan ini arsip artikel Siti Nur Arifa.

Terima kasih telah membaca sampai di sini