Angkot di Jakarta Akan Pakai Kendaraan Listrik, Ini Rutenya

Angkot di Jakarta Akan Pakai Kendaraan Listrik, Ini Rutenya
info gambar utama

Angkutan kota (Angkot) selama ini identik dengan citra transportasi publik yang tersedia dengan armada atau kendaraan ‘seadanya’. Keberadaannya pun masih banyak menggunakan kendaraan konvensional model lama, yang dimodifikasi sedemikian rupa. Tapi, apa jadinya jika angkot di-upgrade dengan mengunakan kendaraan listrik?

Perubahan itu yang nyatanya memang sedang dijalankan secara bertahap oleh Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta. Bukan hanya bus Transjakarta, armada transportasi dengan kapasitas lebih kecil yakni mikrotrans, juga sedang dalam proses elektrifikasi yang sama.

Kepastian mengenai transisi tersebut semakin pasti, setelah pihak Transjakarta menjalin kerja sama dengan salah satu pabrikan otomotif tanah air yakni DFSK, untuk menyediakan armada yang dimaksud.

Basis kendaraan yang digunakan adalah Gelora E, salah satu lini kendaraan dari DFSK yang mengandalkan penggerak tenaga listrik. Sedikit informasi, kesepakatan kerja sama ini diresmikan dalam event Gaikindo Indonesia International Auto Show (GIIAS), pada Kamis (11/8/2022) lalu.

“…kerja sama dengan Transjakarta ini menjadi bukti bahwa DFSK Gelora E bisa menjadi solusi bagi kehadiran transportasi massal yang berkelanjutan, dan efisien untuk memberikan pelayanan terbaik bagi masyarakat Indonesia.” ujar Marketing Head PT Sokonindo Automobile (DFSK) Achmad Rofiqi, mengutip Detikcom.

Mewah di Ibu Kota, Nyatanya Fortuner dan Pajero Justru Jadi Angkot di Papua

Detail rute dan spesifikasi kendaraan

Sebelum diberlakukan secara massal, penggunaan armada listrik ini tentunya akan lebih dulu dilakukan dengan tahap uji coba. Lebih detail, tahap uji coba yang dimaksud akan berlaku mulai bulan September 2022 mendatang.

Nantinya, baru ada satu rute yang memiliki armada Mikrotrans listrik, yakni rute Tanah Abang-Kota (JAK 10). Sedangkan secara total, ada 20 unit kendaraan yang diturunkan dalam rute ini.

Berbeda dengan angkot biasanya, armada mikrotrans listrik ini sudah dilengkapi dengan komponen pelengkap seperti Display rute LED, CCTV 4 titik, palu pemecah kaca, bahkan sabuk pengaman di setiap kursi.

Sama halnya seperti penggunaan bus listrik pada armada Transjakarta, tahap uji coba dan elektrifikasi Angkot bermuatan 11 penumpang ini juga memiliki tujuan untuk merealisasikan keseriusan transportasi ramah lingkungan, di tahun 2030 mendatang.

Hal tersebut disampaikan oleh Anang Rizkani Noor, selaku Kepala Divisi Sekretaris Perusahaan TransJakarta.

"Transjakarta secara bertahap akan melakukan elektrifikasi seluruh armada dari bus besar hingga mikrotrans. sebagai bentuk keseriusan kami dalam mencapai target elektrifikasi seluruh armada hingga 2030 mendatang," jelasnya.

Sedikit informasi, kendaraan listrik DFSK Gelora E yang digunakan memiliki kapasitas baterai sekitar 42 kWh, yang dapat mencapai jarak tempuh hingga kisaran 280 kilometer. Mengenai pengisisan daya, kendaraan ini hanya membutuhkan waktu sekitar 2,5 jam untuk sekali pengisian penuh.

Karena kemampuan jarak tempuh itu pula, biaya operasional Mikrotrans yang menggunakan armada Gelora E ini diklaim cukup kompetitif, jika dibandingkan dengan kendaraan konvensional.

Kendaraan Listrik di Indonesia Diwajibkan Bersuara, Ini Alasannya

Jika Anda tertarik untuk membaca tulisan Siti Nur Arifa lainnya, silakan klik tautan ini arsip artikel Siti Nur Arifa.

Terima kasih telah membaca sampai di sini