Jika Tol Ini Rampung, Jakarta-Bandung Bisa Ditempuh Tak Sampai 1 Jam

Jika Tol Ini Rampung, Jakarta-Bandung Bisa Ditempuh Tak Sampai 1 Jam
info gambar utama

Mobilitas masyarakat di dua kota besar yakni Jakarta-Bandung, bisa dibilang jadi salah satu rute mobilitas yang cukup tinggi di Pulau Jawa. Karenanya tak heran, jika pembangunan sejumlah infrastruktur terus digenjot hingga saat ini, salah satunya penggarapan tol Jakarta-Cikampek (Japek) II Selatan.

Untuk diketahui, proyek tol Japek II Selatan ini masuk dalam salah satu proyek strategi nasional (PSN). Tujuannya sendiri adalah untuk mengurangi beban lalu lintas di jalur Japek I yang kerap macet pada hari dan jam-jam tertentu.

Dalam pembangunannya, konsensi tol Japek II Selatan ini melibatkan PT Jasa Marga dengan kepemilikan 80 persen, dan PT Wira Nusantara Bumi dengan kepemilikan 20 persen.

Secara keseluruhan, anggaran yang digelontorkan untuk membangun ruas tol ini mencapai Rp14,69 triliun. Sedangkan untuk pembebasan lahan atau pengadaan tanah mencapai Rp10,86 triliun.

Dengan besar anggaran tersebut, seberapa menjanjikan pembangunan tol Japek II Selatan? Benarkah bisa membuat waktu tempuh Jakarta-Bandung kurang dari satu jam?

Pertama Kalinya, Indonesia Akan Punya Rest Area di Tol Tengah Laut

Tentang proyek Tol Jakarta-Cikampek II Selatan

Proses pembangunan Tol Jakarta-Cikampek II Selatan | jasamarga.com
info gambar

Mengutip keterangan pihak Jasa Marga, tol Japek II Selatan memiliki panjang lintasan 62 kilometer dan terdiri dari tiga seksi. Yakni seksi 1 mulai dari Jati Asih menuju Setu sepanjang 9,3 kilometer, masuk ke dalam wilayah Kota Bekasi dan Kabupaten Bogor.

Kemudian seksi 2 dari Setu menuju ke Taman Mekar sepanjang 24,85 kilometer, masuk ke dalam wilayah Kabupaten Bekasi. Serta Seksi 3 dari Taman Mekar menuju Sadang sepanjang 27,85 kilometer, yang masuk ke dalam wilayah Kabupaten Karawang dan Kabupaten Purwakarta.

Pada tol ini pula, nantinya akan ada tujuh Gerbang Tol (GT) yang terdiri dari GT Jati Asih, GT Bantar Gebang, GT Setu, GT Sukaragam, GT Taman Mekar, GT Kutanegara, dan GT Sadang.

Sedangkan jika bicara mengenai proyeksi waktu tempuh dan tarif tol yang harus dikeluarkan jika ingin melalui tol ini, pihak pengelola menjamin kedua hal tersebut akan menguntungkan bagi masyarakat pengguna jalan.

Hal itu diungkap oleh Bambang Sulistyo, selaku Direktur Teknik PT Jasa Marga Japek Selatan.

"Ini menjadi pertemuan Jakarta dan Cipularang. Rencana kecepatan maksimum di sini 80 km per jam dan ini jaraknya 62 km. Jadi, sekitar 45 menit nyampe Jakarta-Bandung. Lebih cepat," ujarnya, mengutip CNBC Indonesia.

Untuk tarif, pihak yang sama juga mengungkap jika nantinya ketika beroperasi penetapan tarif tol untuk golongan 1 akan dipatok biaya Rp 1.250 per kilometer. Yang artinya jika dihitung kasar dengan panjang lintasan tol secara keseluruhan, akan membutuhkan biata Rp77.500 untuk biasa melalui ruas tol ini.

Sementara itu mengutip keterangan BPJT, masing-masing seksi akan memiliki estimasi waktu rampung yang berbeda. Di mana seksi 3 diproyeksi rampung di akhir tahun 2022, seksi 2 rampung pada tahun 2024, dan seksi 1 rampung di tahun 2025.

Artinya, secara keseluruhan tol Japek II Selatan diproyeksi bisa digunakan secara penuh pada tahun 2025 mendatang. Sedangkan untuk pengoperasian tol ini memiliki masa konsesi selama 35 tahun ke depan.

Secara keseluruhan, tol Japek II Selatan juga melintasi 37 desa dan kelurahan berbeda di Kota Bekasi, Kabupaten Bekasi, Kabupaten Bogor, Kabupaten Karawang, serta Kabupaten Purwakarta. Sehingga adanya jalan tol ini, diharapkan dapat menurunkan biaya logistik distribusi barang, dari wilayah-wilayah yang dilewati jalan tol tersebut.

Inilah Calon Tol Terpanjang di Indonesia. Berapa Tarifnya?

Jika Anda tertarik untuk membaca tulisan Siti Nur Arifa lainnya, silakan klik tautan ini arsip artikel Siti Nur Arifa.

Terima kasih telah membaca sampai di sini