Valmaisa Jazila Tjokro, Petani Milenial dengan Semangat Besar Penyandang Autisme

Valmaisa Jazila Tjokro, Petani Milenial dengan Semangat Besar Penyandang Autisme
info gambar utama

Petani adalah salah satu pekerjaan mulia. Tidak ada alasan untuk menolak menjadi seorang petani, karena dalam praktiknya kini profesi tersebut juga dapat dilakukan dengan cara dan prinsip yang lebih modern sesuai dengan perkembangan zaman.

Sebenarnya sampai saat ini cukup banyak kalangan anak muda yang menggeluti dan menggaungkan bukti nyata menjadi sosok petani milenial. Seakan belum cukup, bahkan bagi beberapa kalangan ada yang dengan semangat menjalani peran tersebut, meski berada di tengah kondisi spesial yang berbeda seperti orang pada umumnya.

Potret itu yang tergambar pada sosok Valmaiza Jazila Tjokro, atau yang lebih akrap disapa dengan sebutan Maisa. Namanya populer di kalangan petani milenial khususnya pegiat hidroponik, karena sukses menginspirasi setelah dirinya diketahui berperan sebagai petani milenial sukses, yang berasal dari kalangan disabilitas, lebih tepatnya mengalami kondisi autisme.

Seperti apa potret Maisa menjalani kegiatan sebagai seorang petani?

Anak Muda Mau Keren? Jadilah Petani

Kesuksesan hidroponik di perkotaan Jakarta

Berusia 26 tahun, Maisa menekuni kegiatan hidroponik sejak tiga tahun lalu, tepatnya saat ia berusia 23 tahun. Sang ibu yakni Irta C Tjokro mengungkap, jika waktu itu dirinya ingin membuat Maisa bisa memiliki kegiatan produktif, dan membentuk kemandirian agar dirinya bisa hidup dengan baik tanpa bergantung pada orang lain di masa depan.

Mengutip Republika, diketahui jika awalnya Maisa diarahkan untuk melakukan kegiatan pertanian urban, yakni hidroponik, akuaponik, dan mengelola berbagai praktik terapan organik. Di saat bersamaan, Maisa juga memiliki semangat besar untuk membuktikan jika kondisi autisme yang dimiliki bukanlah halangan untuk berkarya seperti kebanyakan orang normal pada umumnya.

Dengan bantuan sang Ibu, Maisa membuka dan mengelola kebun hidroponiknya sendiri yang berlokasi di wilayah Ciganjur, Jakarta Selatan. Di atas lahan seluas 3.500 meter persegi, saat ini semua hasil sumber pangan yang dikelola Maisa telah dijual-belikan dengan nama Kebun Maisa Petani.

Fakta tak terduga lainnya, tidak banyak yang tahu jika Maisa ternyata adalah sosok kakak dari salah satu publik figur bertalenta tanah air, yakni Sheryl Sheinafia. Maisa sendiri adalah anak ke empat dari lima bersaudara, termasuk di antaranya Sheryl yang merupakan anak paling terakhir.

Ahmad Fahrizal, Petani Muda Pelestari Varietas Alpukat Asli Jakarta

Penghasilan Rp10 juta per bulan

Bicara mengenai hasil urban farming yang dikelola, jenisnya pun cukup beragam. Untuk akuaponik bermodalkan beberapa kolam, Maisa mengembangbiakkan ikan nila, bawal, gurame, patin, dan lele.

Sementara itu untuk pangan sayur-mayurnya terdiri dari peria, jagung merah, jagung pelangi, daun ginseng, sawi pagoda, kangkung, selada, dan masih banyak lagi.

Disebutkan jika Kebun Maisa Petani mampu memperoleh penghasilan yang terbilang besar, yakni di kisaran Rp10 juta per bulannya.

Bukan hanya sebatas menjadi tempat produktif bagi Maisa sendiri, sejak awal didirikan kebun hidroponik tersebut juga memiliki tujuan untuk menjadi wahana sekaligus tempat edukasi bagi anak-anak berkebutuhan khusus layaknya Maisa, agar memiliki kesempatan berkembang dan semangat produktif yang sama.

Menurut sang Ibu, di tengah kondisi yang dimiliki Maisa kini menjadi lebih produktif dan memiliki arah yang pasti untuk hidupnya ke depan kelak.

"Dia sangat menyukai itu, ekspresi dia melakukan itu tanpa paksaan dan tidak ada mengeluhnya. Itu yang membuat saya merasa kalau ini hal yang tepat buat dijalani oleh Maisa," jelas Irta C Tjokro.

Hingga saat ini, nama Maisa banyak dikenal sebagai pengelola dari kebun hidroponik yang memang dia rawat dan jaga sepenuh hati setiap harinya.

Mengagumi Lukisan Memukau Karya Penyandang Autisme Vincent Prijadi

Jika Anda tertarik untuk membaca tulisan Siti Nur Arifa lainnya, silakan klik tautan ini arsip artikel Siti Nur Arifa.

Terima kasih telah membaca sampai di sini