Pemain Basket Putri Indonesia Semakin Berkesempatan Tampil di Kancah Internasional

Pemain Basket Putri Indonesia Semakin Berkesempatan Tampil di Kancah Internasional
info gambar utama

Para pemain bola basket putri Indonesia kini semakin berkesempatan tampil di ajang internasional. Dalam waktu dekat ini, mereka bisa berlaga di ajang antarklub tingkat Asia Tenggara.

Usulan Indonesia agar diadakannya liga bola basket putri di level Asia Tenggara mendapat sambutan positif. Federasi Basket Internasional (FIBA) menyetujui dilaksanakannya usulan tersebut.

Seperti diketahui, induk organisasi bola basket di Indonesia adalah PERBASI, dan PERBASI-lah yang menyampaikan usulan tersebut kepada FIBA. Adapun usulan tersebut dilontarkan karena liga antarklub tingkat Asia Tenggara akan membantu berkembangnya atlet-atlet bola basket perempuan.

Diterimanya usulan Indonesia diketahui setelah rangkaian pertemuan dengan FIBA Asia di Bangkok, pada Jumat (2/9) lalu. Sekretaris Jenderal PERBASI Nirmala Dewi menerangkan bahwa pihaknya mengusulkan hal tersebut karena liga bola basket putri masih kurang, baik itu di Indonesia maupun negara-negara Asia Tenggara lain.

“Maka kami ingin membuat satu liga bersama, liga bola basket putri untuk Asia Tenggara. Usulan ini sangat didukung FIBA karena liga putri secara umum masih kurang sekali kompetisinya,” ujar Nirmala seperti dilansir Antaranews.com.

Asosiasi Bola Basket Asia Tenggara (SEABA) berpandangan sama dengan Perbasi. Melalui Sekretaris Jenderalnya, Agus Mauro, SEABA menilai kurangnya liga basket putri disebebkan kalah pamor dengan basket putra. Karena itu pula FIBA Asia dan federasi basket di negara-negara Asia Tenggara ikut mendukung usulan agar diadakan liga bola basket putri seperti yang diusulkan Indonesia.

ndonesia Menjadi Tuan Rumah Piala Dunia Basket 2023 Bersama Filipina Dan Jepang

Format Liga

Tidak hanya sebatas usulan, gambaran mengenai format liga pun sudah ada. Rencananya, liga akan digelar tahun ini dengan dimulai pada November mendatang.

Nantinya, liga digelar menggunakan format series yang mana setiap serinya digelar di negara yang berbeda-beda. Adapun untuk musim perdana ini, hanya klub dari empat negara yang ikut serta, yakni Indonesia, Malaysia, Singapura, dan Thailand.

Indonesia diproyeksikan menjadi tuan rumah seri pertama lalu dilanjut seri kedua di Malaysia. Untuk seri penutup, Singapura bakal mendapat giliran menjadi tuan rumah.

Semoga seri penutup atau yang biasa disebut playoff bisa digelar di Singapura dan semua ini kami akan jadwalkan mulai di November 2022,” ucap inisiator liga, Christopher Tanuwidjaja.

Untuk persiapan jelang liga sendiri, Christopher juga menjelaskan bahwa akan ada tahap seleksi pemain. Ia berharap dari seleksi ini akan terjaring para pemain-pemain terbaik, baik itu pemain senior maupun pemain belia.

“Kami akan seleksi dengan memanggil pemain yang sudah mengikuti SEA Games di Vietnam, ditambah dari beberapa pemain kelompok umur,” lanjut Christopher.

“Kompetisi putri ini untuk pemain senior dan diutamakan adalah internal kita sendiri di Indonesia, yaitu untuk program pembinaan timnas kita di senior. Jadi agenda kami adalah membawa atlet-atlet terbaik kami berkompetisi di sana,” pungkasnya.

Ini Dia Sosok Donald Santoso, Penggagas Basket Kursi Roda di Indonesia!

Jika Anda tertarik untuk membaca tulisan A Reza lainnya, silakan klik tautan ini arsip artikel A Reza.

Terima kasih telah membaca sampai di sini