Ikan Tapah, Hewan Air Tawar Raksasa yang Sering Diburu untuk Konsumsi

Ikan Tapah, Hewan Air Tawar Raksasa yang Sering Diburu untuk Konsumsi
info gambar utama

Pada bulan Mei 2022 silam, masyarakat di Tebing Tinggi, Sumatra Utara menemukan ikan tapah raksasa yang menjadi viral di media sosial. Penemuan ikan raksasa ini pun menuai perhatian masyarakat luas karena jarang ditemui.

Ikan tapah seberat 65 kg ini berhasil ditangkap oleh sejumlah warga kala memancing di Sungai Padang, Kota Tebing Tinggi, Sumut, Minggu (27/3). Momen penangkapan ikan raksasa itu direkam dan videonya diunggah di akun media sosial Facebook.

Pada video tersebut memperlihatkan enam orang warga yang kesulitan mengangkat ikan karena bobotnya di atas rata-rata. Mereka kemudian berfoto bersama. Orang-orang tersebut juga menyatakan bahwa ini adalah monster sungai.

Coelacanth, Ikan Purba yang Masih Hidup di Indonesia

"Penemuan monster sungai, ikan tapa hasil mancing semalam bersama kawan-kawan para pemancing di sungai Dipo Titi Gantung, Kota Tebing Tinggi, Sumatra Utara. Diperkirakan beratnya kurang lebih 65 kg," tulis narasi di video.

Raden salah seorang warga menyebut awalnya ikan tersebut terkena kail salah satu warga yang memancing. Namun karena ukuran begitu besar, kail tidak mampu mengangkat ikan, sehingga warga lain datang membantu melemparkan pancing supaya mata kailnya nyangkut di tubuh ikan.

Ketika ikan berhasil di darat, para pemancing lantas menimbangnya. Dari sini berat ikan ditaksir mencapai 65 Kg. Ikan selanjutnya dibeli oleh salah seorang warga seharga Rp700 ribu. Penemuan ikan ini memang menuai perhatian masyarakat luas karena jarang ditemui.

Apa itu ikan tapah?

Ikan tapah atau wallago adalah ikan air tawar yang mulai langka di Sumatra Selatan. Ikan ini masuk dalam jenis ikan Filum Cordata, genus Wallago, spesies Wallago leeri. Habitat ikan tapah umumnya di sungai, mereka mudah dijumpai di daerah Sumatra.

Nama tapah diambil dari nama kota di negeri Perak, Indonesia yang dikenal sebagai tempat ditemukannya banyak Wallago attu. Di daerah tersebut memang banyak sekali ditemukan ikan tersebut di sungai-sungai.

Ikan tapah ini biasanya ditemukan di sungai besar yang dalam dengan aliran air lambat. Selain itu, bisa juga ditemukan di bendungan dan air tawar lainnya. Sementara untuk benih biasanya ditemukan di area muara sungai kecil yang tersambung ke sungai besar.

Habitat ikan tapah umumnya di sungai, mereka mudah dijumpai di daerah Sumatra, karena di sana banyak sekali sungai. Ikan tapah termasuk hewan karnivora alias pemakan daging. Beberapa makannya seperti hewan amfibi, udang, dan ikan yang lebih kecil.

Ikan Arwana "Si Raja Ikan Hias" Asli Indonesia

Dijelaskan dari Kumparan, ikan berkumis ini bisa tumbuh mencapai panjang 2,5 meter. Ikan ini punya bentuk badan memanjang dan padat. Kepalanya lebar, gigi tajam, dengan mulut besar yang sudutnya mencapai bagian belakang.

Mata ikan tapa kecil, memiliki dua pasang duri dengan sirip belakang yang panjang. Warna tapah umumnya kehitam-hitaman, abu-abu, cokelat, dan ada pula yang albino. Hebatnya, tapah bisa hidup pada kondisi oksigen yang rendah.

Ikan ini menjadi buruan nelayan Sumut untuk dijadikan hidangan lezat. Sama seperti gabus, patin, belida, toman, dan tapah banyak dikonsumsi oleh masyarakat Sumut. Biasanya ikan ini diolah menjadi pepes, pindang, dan bahan baku utama pembuatan pekasem.

Tetap terancam punah

Ahli Peneliti Utama Bidang Ikan Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) Haryono menjelaskan ikan tapah adalah ikan air tawar asli Indonesia. Selain di Indonesia, habitat ikan ini juga ditemukan di sungai-sungai di berbagai negara Asia.

Berbeda pandangan dengan masyarakat selama ini, Haryono menyebut ikan tapah bukan termasuk hewan yang dilindungi atau masuk kategori langka. Hal ini karena keberadaannya masih relatif mudah ditemukan.

“(Ikan tapah raksasa) keberadaannya masih relatif mudah ditemukan. Belum termasuk jenis ikan yang dilindungi,” tuturnya yang dimuat Kompas.

Namun Dr Mohammad Rasyid Ridho dari Universitas Sriwijaya mengatakan bahwa ikan tapah termasuk ikan tawar di perairan Sumatra Selatan yang keberadaannya cukup sulit ditemukan. Selain itu pembudidayaan cukup sulit sehingga pemerintah perlu turun.

"Diperlukan upaya perlindungan untuk melestarikannya. Pembibitan dan pembudidayaan cukup sulit, sementara konsumsi dan perburuannya masif. Perlu kebijakan dari pemerintah untuk penelitian, pembibitan, dan penangkarannya," ujarnya yang dimuat Mongabay Indonesia.

Temukan Spesies Ikan Baru, Dosen Ini Namanya Disematkan di Nama Ilmiah Ikan Tersebut

Menurut Rasyid yang pernah melakukan penelitian ikan tapah di Kabupaten Ogan Komering Ilir (OKI), ikan tapah akan muncul saat peralihan musim kemarau menuju musim penghujan, karena saat tersebut adalah masa pembiakan.

Meskipun hidup di perairan yang dalam nyatanya ikan ini akan berkembang biak di aliran sungai yang dangkal. Dalam berkembang biak, ikan tapah melakukannya di aliran sungai dangkal dengan cara bertelur atau ovipar.

Berdasarkan IUCN Red List, ikan tapah masuk kategori rawan punah, dikarenakan tingginya angka konsumsi oleh masyarakat di sekitar sungai. Karena itu dibutuhkan penataan dan dukungan teknologi agar menyelamatkan hewan ini.

Jika Anda tertarik untuk membaca tulisan Rizky Kusumo lainnya, silakan klik tautan ini arsip artikel Rizky Kusumo.

Terima kasih telah membaca sampai di sini