Menyinergikan Ekosistem Startup di Indonesia Lewat Gelaran BUMN Startup Day 2022

Menyinergikan Ekosistem Startup di Indonesia Lewat Gelaran BUMN Startup Day 2022
info gambar utama

Geliat startup hingga saat ini masih menjadi bidang yang mengalami pertumbuhan cukup baik di Indonesia. Hal tersebut terbukti, dengan adanya laporan yang menyebut bahwa Indonesia berada di peringkat ke-5 dalam hal jumlah perusahaan rintisan (startup) terbanyak di dunia.

Setidaknya, tercatat ada sebanyak 2.346 perusahaan rintisan di Indonesia saat ini, dan membuat Indonesia mengekor beberapa negara maju yang miliki startup paling banyak yakni Amerika, India, Inggris, dan Kanada.

Tentu bukan hanya dari segi banyaknya entitas, kemajuan juga dilihat dari kepemilikan daya saing yang membuat pasar startup Indonesia lebih menarik di mata para investor dunia.

Disebutkan dalam laporan firma riset Cento Ventures, perusahaan rintisan atau startup di Asia Tenggara mendapat suntikan dana sebesar 8,2 miliar dolar AS, atau sekitar Rp 118 triliun (kurs Rp 14.400) sepanjang 2020.

Dari total kucuran dana tersebut, startup asal Indonesia menjadi yang paling banyak mendapat investasi. Persentasenya sekitar 70 persen dari total modal yang diinvestasikan di Asia Tenggara sepanjang 2020.

Bahkan Indonesia jauh mengungguli negara tetangga, termasuk Singapura yang meraup kurang dari 20 persen dari total modal.

Jajaran Startup Indonesia yang Masuk Daftar Forbes Asia 100 To Watch

Memajukan ekosistem startup lewat BUMN Startup Day 2022

Launching BUMN Startup Day 2022| Dok. Kementerian BUMN
info gambar

Berangkat dari kondisi tersebut, Pemerintah melalui Kementerian Badan Usaha Milik Negara (BUMN), menghadirkan BUMN Startup Day 2022, yang akan berlangsung pada tanggal 26-28 September di Indonesia Convention Exhibition (ICE) BSD, Tangerang.

Program tersebut hadir sebagai inisiatif untuk mempertemukan dan menguatkan sinergi antara BUMN yang bergerak di berbagai sektor dan industri, dengan startup yang dikenal gesit dan jeli memanfaatkan perkembangan teknologi.

Dengan sinergi tersebut, diharapkan tercipta akselerasi pemulihan ekonomi nasional yang didorong geliat ekonomi digital dan startup sebagai salah satu aktor penting.

Erick Thohir selaku Menteri BUMN menjelaskan, bahwa ekonomi digital Indonesia diperkirakan akan tumbuh hingga Rp4.818 triliun pada 2030. Sehingga dalam lanskap ekonomi digital itulah startup berperan penting, mulai dari menyediakan solusi digital terhadap kebutuhan sehari-hari, menciptakan lapangan pekerjaan, dan mendorong pencapaian serta daya saing teknologi Indonesia.

Harapan dijalankannya program ini disampaikan Erick Thohir dalam peluncuran BUMN Startup Day yang berlangsung pada Selasa (23/8/2022).

"Lewat BUMN Startup Day saya berharap kita berkolaborasi, kita ingin BUMN makin berperan dalam ekosistem ekonomi digital,” jelas Erick.

Nantinya dalam gelaran BUMN Startup Day 2022, akan terdiri berbagai agenda di antaranya pameran startup yang berada di early dan growth stage, diskusi panel dengan pembicara dari dalam dan luar negeri, rapid mentoring yang menyediakan ruang diskusi peserta dengan para pemimpin startup yang sudah berhasil.

Lain itu akan ada juga business matching untuk menjajaki peluang bisnis antara startup dan BUMN, serta investor pitching untuk membuka peluang para startup mendapat pendanaan dari corporate venture capital (CVC) di bawah BUMN.

Tak heran, jika BUMN Startup Day 2022 dinilai penting bagi para founders, startup enthusiasts, mahasiswa, dan komunitas untuk menjajaki peluang bisnis, menambah pengetahuan, dan memperluas network.

Merah Putih Fund, Upaya Pemerintah ‘Menjaga’ Startup Indonesia dari Dominasi Asing

Jika Anda tertarik untuk membaca tulisan Siti Nur Arifa lainnya, silakan klik tautan ini arsip artikel Siti Nur Arifa.

Terima kasih telah membaca sampai di sini