Mengenal Candi Singosari, Sejarah, Fakta Menarik, dan Biaya Masuk

Mengenal Candi Singosari, Sejarah, Fakta Menarik, dan Biaya Masuk
info gambar utama

Candi Singosari merupakan salah satu destinasi wisata Malang yang berlokasi di Desa Candirenggo, Kecamatan Singosari, Malang, Jawa Timur. Di dalam kawasan Candi Singosari terdapat banyak spot foto kekinian. Tak jarang wisatawan berkunjung hanya untuk berfoto dengan latar Candi Singosari yang terlihat eksotis.

Candi Singosari bukan hanya tempat wisata saja, melainkan sekaligus bukti sejarah adanya keberadaan kerajaan Singosari. Wisatawan dapat menyaksikan bukti peninggalan sejarah Kerajaan Singasari dalam bentuk bangunan dengan balutan wisata sejarah.

Sejarah Candi Singosari

Jejak keberadaan Kerajaan Singosari di masa lampau masih bisa dilihat hingga saat ini. Kokohnya Candi Singosari menjadi saksi bisu kejayaan Kerjaaan yang didirikan Ken Arok tersebut. Perpaduan unsur agama Budha dan Hindu melekat erat yang menjadi tonggak pembangunan Candi Singosari. Dua agama tersebut tumbuh luas pada masa kejayaan Kerajaan Singosari.

Pembangunan Candi Singosari menjadi simbol untuk menghormati kebesaran raja Kartanegara yang gugur dalam pemberontakan oleh Jayakatwang.

Bangunannya berbentuk limas dengan tinggi sekitar 15 meter berukuran 14x14 meter. Bangunan utama terbuat dari batu andesit. Batu disusun dari bawah hingga ke atas. Pahatan di atas lebih kecil dibanding bagian bawah. Beberapa bagian dari Candi Singosari terdiri dari batur (pondasi), kaki candi, tubuh candi, dan atap candi.

Menurut ahli sejarah, Candi Singosari dibangun sekitar tahun 1300 Masehi. Lima abad setelahnya, tepatnya pada tahun 1803 Gubernur Pantai Laut Timur Jawa menemukan kembali keberadaan Candi Hindu-Budha ini.

Setahun kemudian, Candi Singosari dipindahkan. Lalu pada 1819, beberapa arca dibawa ke Belanda. Pada 1930 Belanda juga sempat melakukan pemugaran sebagian bangunan Candi Singosari. Candi Singosari telah berstatus Cagar Budaya Nasional melalui SK Menteri 21 Juli Tahun 1998.

Fakta Menarik Candi Singosari

1. Sebenarnya Candi Singosari Belum Selesai Dibangun

candi singosari

Candi Singosari menempati sebuah kawasan dengan luas 200 m x 400 m. Konon di area tersebut tidak hanya terdapat Candi Singosari saja, melainkan ada 2 candi lainnya yang telah lenyap dan tidak tersisa.

Namun, ada yang menyebutkan jika masih ada bangunan candi belum selesai dibangun. Hal ini bisa terlihat dengan banyaknya arca-arca kecil yang tampak belum selesai dibuat. Selain itu pahatan-pahatan di Candi Singosari juga berbentuk sederhana seperti pahatan dasar sehingga menguatkan kepercayaan bahwa candi ini belum selesai.

2. Punya Banyak Nama

candi singosari malang

Candi Singosari ternyata punya beberapa nama julukan. Selain Singosari, ada tigas nama lainnya. Pertama, Candi Cungkup. Dinamakan Candi Cungkup sebab saat ditemukan kondisi candi dalam rusak parah.

Lalu, Candi Renggo. Dinamakan Candi Renggo guna menghormati Raja Kartangero karena Renggo memiliki artian kepribadian baik. Terakhir, Candi Menara karena masyakat menilai bentuknya seperti menara.

3. Punya Patung Penjaga Terbesar

patung penjaga singosari

Patung penjaga Candi Singosari memiliki tinggi mencapai 4 meter dengan nama Dwarapala. Nama tersebut memiliki arti penjaga jalan atau pintu gerbang istana. Sosoknya seperti raksasa dengan wajah menyeramkan. Apalagi di tangannya terdapat gada seperti alat pemukul. Ukuran yang besar membuat patung penjaga Candi Singosari dinobatkan sebagai patung penjaga terbesar di dunia.

Jam Operasional dan Tiket

Mengunjungi Candi Singosari bisa dilakukan setiap hari. Dalam kondisi normal, Candi Singosari buka dari pukul 08.00 hingga 16.00. Wisatawan bisa memasuki kawasan candi cukup dengan membayar 5000 rupiah saja per orangnya. Di dalam kawasan candi sudah terdapat area parkir toilet, museum, dan area taman.

Jika Anda tertarik untuk membaca tulisan R. Putra lainnya, silakan klik tautan ini arsip artikel R. Putra.

Terima kasih telah membaca sampai di sini