Waktu Terbaik Berkunjung ke Taman Nasional Taka Bonerate Kepulauan Selayar

Waktu Terbaik Berkunjung ke Taman Nasional Taka Bonerate Kepulauan Selayar
info gambar utama

Barangkali kalian tidak asing lagi dengan nama Taka Bonerate. Ia adalah gugusan terumbu karang yang mengelilingi laguna (atol) terbesar ke-3 di dunia, setelah Kwajifein di Kepulauan Marshal dan Suvadiva di Kepulauan Maladewa.

Taman Nasional Taka Bonerate terletak di Kepulauan Selayar, Sulawesi Selatan dan sejak tahun 2015 telah ditetapkan oleh UNESCO sebagai Situs Warisan Dunia

Mari menjelajah lebih jauh.

Sejarah Singkat Taman Nasional Taka Bonerate

Melansir laman Kementrian Lingkungan Hidup bahwa sebelum resmi menjadi taman nasional, kawasan ini sebelumnya ditetapkan sebagai Cagar Alam tahun 1989.

Barulah pada tahun 2001 Taka Bonerate secara resmi ditetapkan menjadi taman nasional berdasarkan Surat Keputusan Menteri Kehutanan No. 92/Kpts-II/2001 dengan luas wilayah sebesar 530.765 hektar.

Berbicara mengenai asal usul nama Taka Bonerate, ternyata ia memiliki beragam versi.

Menengok ke masa pemerintahan Kerajaan Bone, kawasan taman nasional ini dulunya dikenal sebagai Bone Riattang yang berarti kerajaan Bone di bagian selatan atau juga bisa diartikan sebagai gundukan pasir di selatan.

Kemudian pada masa pemerintahan Kerajaan Gowa dinamakan Gowa Irate yang berarti Kerajaan Gowa di selatan.

Dalam studi lain, Taka Bonerate diartikan sebagai hamparan karang yang berada di atas pasir. Sementara di dalam Sebaran dan Perkembangan Terumbu Karang di Indonesia Timur disebutkan bahwa Taka Bonerate adalah Atol Harimau (Tiger Island).

Kekayaan Flora dan Fauna Bawah Laut Taka Bonerate

Topografi kawasan Taka Bonerate memang sangat unik dan menarik, dimana atol yang terdiri dari gugusan pulau-pulau gosong karang dan rataan terumbu yang luas dan tenggelam, membentuk pulau-pulau dengan jumlah yang cukup banyak.

Diantara pulau-pulau gosong karang, terdapat selat-selat sempit yang dalam dan terjal. Sedangkan pada bagian permukaan rataan terumbu, banyak terdapat kolam-kolam kecil yang dalam dan dikelilingi oleh terumbu karang.

Pada saat air surut terendah, terlihat dengan jelas daratan kering dan diselingi genangan air yang membentuk kolam-kolam kecil.

Diantara gugusan terumbu karang dan pulau-pulau kecil yang mengitarinya, ada banyak kekayaan alam yang terkandung di dalamnya, di antaranya;

  • Tumbuhan didominasi oleh kelapa, pandan laut, cemara laut, dan ketapang.
  • Terumbu karang yang sudah teridentifikasi sebanyak 261 jenis.
  • Ada 295 jenis ikan karang dan berbagai jenis ikan konsumsi yang bernilai ekonomis tinggi seperti kerapu, cakalang, napoleon wrasse , dan baronang.
  • Sebanyak 244 jenis moluska seperti lola, kerang kepala kambing, triton, batulaga, kima sisik, kerang mutiara, dan nautilus berongga.
  • Terdapat beragam jenis penyu seperti penyu sisik, penyu hijau, dan penyu lekang.

Titik Lokasi Wisata di Kawasan Taka Bonerate

Perlu diketahui bahwa tidak semua wilayah di kawasan Taman Nasional Taka Bonerate terbuka untuk wisatawan.

Setidaknya ada 7 zona dalam kawasan ini yakni zona inti, zona perlindungan bahari, zona pemanfaatkan, zona khusus, zona tradisional, zona religi, zona budaya dan sejarah, serta zona rehabilitasi.

Adapun zona yang dapat dijadikan objek wisata diantaranya;

1. Wisata Bawah Laut

Setidaknya ada 17 pulau yang menyimpan pesona bawah laut yang bisa kalian kunjungi selama berada di kawasan ini. Dan salah satu spot favorit untuk diving adalah The Rivers Spot yang berada di Pulau Jinato.

Lokasi diving ini mempunyai karakteristik berupa slope atau dinding dengan suhu mencapai 28 derajat celcius. Kedalaman perairan rata-rata berada pada kisaran 5 sampai 10 meter dengan arus sekitar 0,15 meter per detik.

2. Wisata Bayi Ikan Hiu

Pemandangan bayi ikan Hiu yang unik ini hanya bisa kalian jumpai di Pulau Tinabo yang merupakan salah satu pulau tak berpenghuni di taman nasional ini.

Bayi hiu berjenis black tip yang berada bibir pantai tergolong cukup ramah, sehingga pengunjung dapat berinteraksi dengan nyaman bersama mereka tanpa perlu khawatir akan digigit.

Selain itu, pengunjung juga dapat melakukan kegiatan lain, seperti snorkeling, diving, dan dive discovery di kawasan ini.

Akses dan Waktu Terbaik Berkunjung ke Taka Bonerate

Musim kunjungan terbaik yakni pada bulan April hingga Juni, serta bulan Oktober hingga Desember setiap tahunnya.

Jika kalian berangkat dari kota Makassar, kalian dapat menggunakan bis dari Makassar ke pelabuhan penyebrangan Bira di kab Bulukumba (153 km) dengan waktu tempuh kurang lebih 5 jam

Dari pelabuhan Bira kemudian menyebrang ke pelabuhan Pamatata kab Selayar dengan kapal ferry dengan waktu tempuh sekitar dua jam. Setelah tiba, perjalanan akan dilanjutkan ke kota Benteng sekitar 1,5 jam.

Dari kota Benteng, kalian beralih ke pulau terdekat yaitu Rajuni Kecil menggunakan kapal kayu sekitar lima jam.

Kalian tak perlu khawatir, ada banyak paket travel perjalanan yang ditawarkan tatkala tiba di kota Benteng, jadi kalian dapat memesan sebelum kedatangan.

Referensi:

https://pariwisata.kepulauanselayarkab.go.id/2018/05/taman-nasional-takabonerate-2/

https://ksdae.menlhk.go.id/

Jika Anda tertarik untuk membaca tulisan Achmad Faizal lainnya, silakan klik tautan ini arsip artikel Achmad Faizal.

Terima kasih telah membaca sampai di sini