Tanpa Indonesia, 4 Negara Daftarkan Kebaya ke UNESCO

Tanpa Indonesia, 4 Negara Daftarkan Kebaya ke UNESCO
info gambar utama

Dewan Warisan Nasional (NHB) Singapura mengumumkan keikutsertaannya mendaftarkan kebaya sebagai Warisan Budaya tak Benda UNESCO, bergabung dengan Brunei, Malaysia, dan Thailand. Penyerahan berkas ditargetkan akan berlangsung pada Maret 2023 dan hasilnya diharapkan keluar akhir 2024. Sementara itu, Indonesia tak terlibat, padahal negara ini telah mengenakan kebaya sejak akhir abad 15.

Keempat negara tersebut mengklaim kebaya sebagai pakaian khas daerah mereka. Dalam siaran pers yang dirilis Rabu (25/11), CEO NHB Chang Hwee Nee mengatakan bahwa kebaya telah menjadi aspek sentral dalam representasi warisan budaya, identitas Melayu, peranakan, dan komunitas lainnya di Singapura.

Ia juga mengakui kebaya menjadi bagian integral dari warisan mereka sebagai kota pelabuhan multikultural, dengan hubungan lintas Asia Tenggara dan dunia.

Pada poin sejarah tertulis, kebaya mewakili bagian penting dari warisan Melayu dan Singapura. Itu mencerminkan perpaduan unik budaya di Asia Tenggara. Kebaya ibarat mikrokosmos dari peleburan budaya dan tradisi kerajinan di Singapura.

Bersama Mendorong Pengakuan Kebaya sebagai Warisan Budaya Tak Benda oleh UNESCO

Lebih lanjut, NHB menerangkan bahwa usulan pencalonan kebaya multinasional ini digagas oleh Malaysia, pembahasannya telah dibicarakan sebelumnya dalam rangkaian rapat kerja sejumlah negara.

Pada 1-3 November 2022, pengurus NHB bersama perwakilan masyarakat Singapura menghadiri lokakarya yang digelar Malaysia di Port Dickson, Negeri Sembilan. Sejumlah pihak dari negara lain turut meramaikan acara ini sekaligus menjadi langkah persiapan pencalonan kebaya. Sampai saat ini, kesempatan masih terbuka luas untuk negara lain yang ingin bergabung.

Pengajuan multinasional ini bisa saja berpotensi memantik respon sentimen publik Indonesia mengingat kebaya telah resmi menjadi busana nasional perempuan tanah air sejak 1978. Perjalanan panjang penggunaan kebaya di Indonesia pun jernih terekam dalam catatan sejarah dan terus melekat menjadi identitas perempuan tanah air sampai sekarang.

Menanggapi persoalan ini, Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Sandiaga Uno justru ingin Indonesia ikut serta mendaftarkan kebaya ke UNESCO bersama empat negara tadi. Menurutnya, Indonesia pernah mendaftarkan kain songket sebagai warisan ke UNESCO, namun hasilnya gagal. Jadi, pengajuan secara bersama-sama dianggap akan memudahkan kebaya untuk diakui UNESCO sebagai warisan budaya.

"Kita single nomination kalah songket. Akhirnya songket dapat ke Malaysia. Kita kerja sama mumpung kita lagi powerful di dunia," kata Sandiaga, dikutip dari Detik.com.

Desainer Anne Avantie Bawa Batik dan Kebaya jadi Haute Fashion Dunia

Jika Anda tertarik untuk membaca tulisan Afdal Hasan lainnya, silakan klik tautan ini arsip artikel Afdal Hasan.

AH
SA
Tim Editor arrow

Terima kasih telah membaca sampai di sini