Kuningan, Menyelam Lebih dalam Tentang Kampung Halaman

Kuningan, Menyelam Lebih dalam Tentang Kampung Halaman
info gambar utama

#WritingChallangeKawanGNFI #CeritadariKawan #NegeriKolaborasi #MakinTahuIndonesia

‘Kampung Halaman’, begitulah para perantau menamai tanah kelahirannya. Jika pada suatu tembok di Bandung tertulis kutipan dari seorang penulis Pidi Baiq yang bertuliskan "Dan Bandung bagiku bukan cuma masalah geografis, lebih jauh dari itu melibatkan perasaan, yang bersamaku ketika sunyi”, maka Kuningan juga bukan sekadar nama melainkan padanya sejauh apapun Saya merantau akan kembali. Telah hampir setengah dari usia Saya saat ini dihabiskan di tanah rantau, tetapi daerah dengan lambang ‘kuda jengke’ sekaligus daerah asal ‘tape ketan’ lah rumah tujuan Saya beristirahat.

Ilustrasi Kuningan | Dokumentasi Pribadi
info gambar

Mari sejenak berkenalan dengan daerah berlambang ‘Kuda Jengke’ (kuda jingkrak)!

Tak kenal maka tak sayang, begitulah pepatah mengatakan. Namun, tentunya hal pertama yang diselami ialah berkaitan dengan bahasa. Telah menjadi sebuah fakta yang diketahui banyak orang ketika bahasa nasional memiliki perbedaan dengan bahasa daerah, tetapi menjadi sebuah hal menarik ketika berbicara mengenai bahasa sunda yang digunakan oleh masyarakat Kuningan ternyata memiliki beberapa perbedaan dengan bahasa sunda pada umumnya. Banyak orang sunda yang mungkin tidak mengetahui makna beberapa kata yang biasa digunakan masyarakat daerah kuningan, bahkan mungkin tidak pernah sekalipun mendengarnya meski masih satu rumpun bahasa sunda. Oleh karena itu, tidak heran apabila penggunaan bahasa yang digunakan masyarakat Kabupaten Kuningan acap kali disebut-sebut pada pembelajaran di bangku kuliah jurusan pendidikan Bahasa Indonesia yang saya tempuh di tanah rantau. Kuningan menjadi salah satu kota yang yang dicontohkan dalam hal ‘keragaman berbahasa’.

Adapun beberapa contoh keragaman bahasa sunda daerah Kuningan ialah jika masyarakat sunda pada umumnya mengenal istilah jangar dan rieut untuk mendefinisikan kata bahasa Indonesia ‘pusing’, maka berbeda halnya dengan orang sunda yang berasal dari Kuningan, masyarakat di Kuningan lebih sering menggunakan kata menit untuk menggambarkan rasa sakit kepala atau pusing. Selain kata menit, beberapa kata yang menarik dan unik yang hanya digunakan oleh orang Kuningan saja ialah kata teoh yang berarti bawah, kata kaligane yang menggambarkan kondisi ’tiba-tiba’, kata kandi yang merupakan kata tanya bermakna ke mana, dan kata ageh yang artinya seruan untuk mempercepat sesuatu (buruan), serta kata lainnya.

Keragaman bahasa sunda yang digunakan oleh masyarakat Kuningan juga disampaikan oleh Budayawan Kuningan, yakni Dodo Suwondo yang dikutip dari tayangan video dalam kanal Youtube Coklat TV pada sesi pembahasan berjudul ‘Dialektika Dialek Kuningan’, beliau mengemukakan bahwa bahasa sunda yang digunakan masyarakat daerah Kuningan sangat beragam bahkan beda gang dan beda kecamatan juga berpengaruh pada dialek bahasa sunda yang digunakan. Contohnya kata kadinya memiliki arti kesana, kata inilah yang biasa digunakan dalam bahasa sunda pada umumnya, tetapi di Kuningan daerah Pasapen 3 menggunakan kata kadia sebagai penunjuk arti kesana. Hal tersebut tentu salah satu faktornya dapat dilatarbelakangi oleh kondisi atau letak geografis Kabupaten Kuningan yang berada di daerah perbatasan Priangan Timur dekat dengan bagian timur Jawa Tengah. Oleh karenanya tak heran apabila ditemukan kata yang terdengar hampir sama dengan kata dalam bahasa daerah sekitar Kuningan.

Menyelami tentang keunikan daerah Kuningan tentu tidak habis hanya pada tataran keragaman bahasa saja, akan lebih menarik jika semakin tahu tentang keindahan alam atau wisata yang digandrungi oleh masyarakat lokal maupun luar kota. Sebagaimana motto juang Kabupaten Kuningan, yaitu ‘KUNINGAN ASRI (Aman, Sehat, Rindang, dan Indah)’, salah satu kata dalam motto tersebut menunjukkan bahwa Kuningan sampai saat ini masih terus melestarikan lingkungannya. Adapun di antara banyaknya objek wisata yang bisa dikunjungi di Kuningan beberapa di antaranya ialah wisata Gunung Ciremai, Waduk Darma, serta Pemandian/ Kolam Cibulan. Bagi para pecinta alam di bidang pendakian, mendaki Gunung Ciremai tentu akan menjadi hal menarik karena merupakan gunung tertinggi di Jawa Barat.

Sedangkan untuk wisata Waduk Darma, objek wisata ini menyajikan pemandangan yang indah dari sebuah bendungan besar yang disempurnakan dengan sentuhan pemandangan perbukitan atau lembah di sekitarnya. Terakhir, wisata Cibulan juga menjadi salah satu wisata terkenal sekaligus menjadi objek wisata tertua di Kuningan, fakta menarik Cibulan ini ialah adanya ikan dewa yang dikenal langka dan juga dianggap keramat.

Itulah kiranya hal-hal menarik berkaitan dengan Kabupaten Kuningan, tentu masih banyak hal menarik lain tentangnya, tidak hanya dari segi keragaman bahasa maupun objek wisata, masih banyak hal lainnya yang bisa digali dari kampung halaman tempat Saya dilahirkan. Kuningan, bukan sekadar tempat kelahiran, melainkan padanya tercipta beragam kenangan tak tergantikan.

Bagaimana kawan GNFI? bukankah menarik untuk menyelami beragam informasi dari setiap penjuru kota di Indonesia?

Referensi:YouTube Coklat TV

Artikel ini dibuat oleh Kawan GNFI, dengan mematuhi aturan menulis di GNFI. Isi artikel ini sepenuhnya menjadi tanggung jawab penulis. Laporkan tulisan.

LN
KO
Tim Editor arrow

Terima kasih telah membaca sampai di sini