BJ Habibie, Sosok Inspiratif Bagi Generasi Muda Indonesia

BJ Habibie, Sosok Inspiratif Bagi Generasi Muda Indonesia
info gambar utama

#WritingChallengeKawanGNFI #CeritadariKawan #NegeriKolaborasi #MakinTahuIndonesia

Siapa Sebenarnya Sosok BJ Habibie?

BJ Habibie merupakan presiden ketiga Republik Indonesia yang diangkat setelah Presiden Kedua Replublik Indonesia mundur. Beliau dikenal juga sebagai bapak pesawat karena berhasil menciptakan pesawat pertama Indonesia. Beliau merupakan salah satu tokoh inspiratif bagi banyak orang khusunya generasi muda. Bagaimana tidak, sosok BJ Habibie terkenal dengan kejeniusannya.

Dilansir dari kompasmania.com, Dengan kejeniusannya, selama berada di Jerman, Habibie bekerja di Messerschmitt-Blkow-Blohm yang merupakan perusahaan penerbangan di Hamburg, Jerman. Dalam perjalanan kariernya, beliau juga mencetuskan sebuah teori keretakan yang saat ini dikenal dengan Progression Crack Theory yang sudah diakui secara internasional. Karena inilah beliau juga dijuluki sebagai Mr. Crack.

BJ Habibie | Foto: Detik News
info gambar

Latar Belakang BJ Habibie

Dilansir dari office99.com, Prof. Dr. Ing. H. Bacharuddin Jusuf Habibie aatau yang lebih dikenal dengan B.J. Habibie lahir pada tanggal 25 Juni 1936 di Parepare, Sulawesi Selatan. Ia merupakan Presiden Republik Indonesia yang ke-tiga. Beliau juga dikenal sebagai seorang profesor dan teknokrat yang mendalami ilmu di bidang penerbangan atau aviasi.

B.J. Habibie diketahui sebagai anak keempat dari pasangan Alwi Abdul Jalil Habibie dan R.A. Tuti Marini Puspowardojo. Sang ayah memiliki profesi sebagai ahli pertanian yang memiliki darah etnis Gorontalo. Sedangkan sang ibu memiliki darah etnis Jawa. Marga “Habibie” tercatat secara sejarah nusantara berasal dari suatu wilayah bernama Kabila yang merupakan daerah di Kabupaten Bone, Provinsi Gorontalo, Sulawesi.

B.J. Habibie juga merupakan sosok suami dari Hasri Ainun Besari atau lebih dikenal sebagai Ainun Habibie. Pernikahan mereka dikaruniai oleh dua orang anak laki-laki yaitu Ilham Akbar Habibie dan Thareq Kemal Habibie.

Kisah Inspiratif BJ Habibie untuk Generasi Muda Indonesia

Habibie terlahir dari keluarga yang religius dan taat akan agama. Tak heran, didikan dari keluarganya membuat BJ Habibie dapat melantunkan Ayat suci Al-Qur'an dengan lancar saat usianya masih 3 tahun. Sosok BJ Habibie juga terkenal dengan ketekunannya dalam belajar dan menuntut ilmu. Baginya, belajar dengan sungguh - sungguh adalah hal yang wajib dilakukan untuk membalas hutang budi kepada ibunya yang telah banting tulang menyekolahkannya.

Sejak usianya yang masih belia, Habibie memiliki ketertarikan pada mesin dan fisika. Di tahun 1950, Habibie bersama orang tuanya memutuskan pindah ke Bandung dan bersekolah disana. Saat itu ia bersekolah di Gouvernements Middlebare School lalu ia melanjutkan pendidikan di SMAK Dago, Bandung. Di sekolah inilah Habibie mulai tertarik dengan Ainun.

Setelah lulus dari SMAK Dago, Habibie melanjutkan pendidikan kuliah di Institut Teknologi Bandung (ITB) dengan mengambil pendidikan pada fakultas teknik jurusan elektro. Setelah kurang lebih satu tahun di ITB, Habibie melanjutkan kembali pendidikannya ke Jerman tepatnya di Rheinisch Westfahlische Technische Hochschule (RWTH), Achen, Jerman Barat, dengan mengambil jurusan tekonolgi pesawat terbang.

Selama kuliah di Jerman, Habibie membiayai semua pendidikannya sendiri demi meringankan beban orang tuanya, ia memikirnya betapa susahnya sang ibu banting tulang sendiri demi membiayai pendidikannya. Habibie tinggal jauh dari pusat kota dengan fasilitas seadanya dan berjalan kaki ke kampusnya demi berhemat selama kuliah di Jerman. Semua usahanya selama kuliah terbayar lunas dengan berhasil lulus S3 dengan beasiswa yang ia dapatkan saat ia bekerja sebagai asisten professor setelah ia lulus dari S2.

Habibie berhasil menyandang gelar Doktor dalam bidang teknologi pesawat di usianya yang ke-28 tahun. Selama Habibie di Jerman, ia dapat mengatasi semua masalahnya sendiri. Dengan komitmen dan tekat yang kuat, BJ Habibie berhasil membuat dunia mengakuinya sebagai sosok yang jenius. Bahkan penduduk asli Jerman pun mengaggumi kecerdasan seorang BJ Habibie.

Di jerman, sosok Habibie terkenal sangat hebat. Namun beliau tetap melayani Negara Indonesia dengan memenuhi permintaan Presiden Soeharto untuk mengabdikan ilmunya di Indonesia. Pada 2015, Habibie memperkenalkan rancangan pesawat baru yang digarap oleh perusahaan yang didirikannya yang dinamakan R80 yang memiliki kapasitas penumpang hingga 80-90 orang.

Dalam kehidupan sehari-hari, Habibie dikenal dengan sosok rendah hati dan memiliki sikap yang sopan santun. Seorang sutradara yang membuat film kisah B.J Habibie, Hanung Bramantyo juga mengakui bahwa ia seseorang dengan sosok yang sangat rendah hati. Sosoknya yang rendah hati membuat Hanung menghargai posisi beliau dan menganggap bahwa beliau adalah sosok yang benar-benar patut dikagumi.

BJ Habibie juga dikenal sebagai sosok dan romantis dan sangat mencintai pasangannya, Ainun. Selama lebih dari 40 tahun, keduanya hidup bersama dengan penuh cinta dan kebahagiaan. Tak heran, kisah cinta keduanya diabadikan dalam film yang berjudul "Habibie dan Ainun". Namun pada tahun 2010, Aiunun menghembuskan nafas terakhirnya setelah berjuang melawan kanker ovarium yang dideritanya, Habibie begitu berduka karena kehilangan orang yang sangat dicintai dan disayanginya tersebut. Hingga akhirnya pada tanggal 11 September 2019, BJ Habibie meninggal dunia dan membuat seluruh masyarakat Indonesia berduka.

Dari cerita diatas, kita dapat meneladani seorang sosok BJ Habibie mulai dari ketekunannya dalam menggapai pendidikan tertinggi, kemandiriannya dalam membiayai kulahnya sendiri, agamamis dan selalu taat beribadah, rendah hati, mengabdi kepada Negara Kesatuan Republik Indonesia hingga kesetiaan dan kisah cinta selama hidupnya. Hal itu tentu bisa menjadi suatu hal yang sangat menginspirasi bagi kaum muda di Indonesia, para generasi muda dapat mencontoh semangat belajarnya seorang BJ Habibie yang sangat tekun dalam mencapai cita-cita terbaiknya.

Dilansir dari Nasional Tempo, Ketua MPR RI, Bambang Soesatyo, yang akrab disapa Bamsoet, mengatakan bahwa saat ini bangsa Indonesia tengah merasakan ancaman yang luar biasa terhadap karakter serta jati diri. Bahkan, "sosok" ancaman tersebut sangatlah dekat dan akrab dalam keseharian rakyat Indonesia, terutama generasi muda, yakni kemajuan teknologi seperti smartphone, teknologi informasi digital dan media sosial.

Tentunya perkembangan Teknologi yang salah dapat mengiris karakter generasi muda bangsa Indonesia. Para generasi muda Indonesia terancam kehilangan arah akan tujuan dalam mengahadapi kehidupannya. Perkembangan Teknologi membuat para generasi muda menjadi cenderung malas dan terlalu bergantung terhadap gadget. Tak heran,banyak generasi muda yang mengidolakan sosok BJ Habibie untuk bermimpi tinggi dan berkerja keras untuk menngapai mimpi tersebut.

Banyak hal yang bisa kita pelajari dari perjalanan panjang mendiang BJ Habibie bagi generasi muda salah satunya semangat belajar yang tinggi serta diiringi dengan ketaatan dalam beribadah.

Artikel ini dibuat oleh Kawan GNFI, dengan mematuhi aturan menulis di GNFI. Isi artikel ini sepenuhnya menjadi tanggung jawab penulis. Laporkan tulisan.

MY
KO
Tim Editor arrow

Terima kasih telah membaca sampai di sini