4 Jenis Rumah Adat Kalimantan Barat: Radakng, Melayu, Baluk, dan Panjae

4 Jenis Rumah Adat Kalimantan Barat: Radakng, Melayu, Baluk, dan Panjae
info gambar utama

Rumah adat Kalimantan Barat merupakan salah satu bangunan tradisional warisan peninggalan nenek moyang dari Suku Dayak. Bahkan beberapa model rumah adat ini telah dijadikan museum dan difungsikan sebagai cagar budaya oleh pemerintah.

Selain itu rumah adat Kalimantan Barat terkhusus rumah adat Dayak Radakng juga memperoleh rekor MURI sebagai rumah adat terbesar di Indonesia bahkan di dunia, Rumah ini memiliki panjang 138 meter, lebar 5 meter, dan tinggi 7 meter.

Memiliki keunikan dan ciri khas tersendiri, mari mengenal fakta rumah adat dari Kalimantan Barat berikut ini:

Sejarah Singkat Rumah Adat Kalimantan Barat

rumah panjang
info gambar

Kalimantan Barat adalah provinsi yang ditinggali oleh beragam suku, dengan dua suku terbesar yaitu Suku Dayak dan Suku Melayu. Kedua suku inilah yang sangat berpengaruh pada terciptanya ragam bentuk rumah adat tradisional di Kalimantan Barat.

Salah satu contohnya adalah rumah panjang. Rumah panjang memiliki bentuk memanjang yang bisa dihuni banyak keluarga. Dengan panjangnya yang bisa mencapai 300 meter, rumah panjang terkadang mampu menampung penghuni hingga 50-60 kepala keluarga. Rumah Radakng yang dibangun guna melestarikan rumah tradisional dari suku Dayak Kanayatn di Kalimantan Barat. Sedangkan rumah adat Melayu merupakan identitas dari Suku Melayu yang tinggal di bumi "Seribu Sungai" Kalimantan Barat.

Baca juga: Keunikan Rumah Adat Sunda di Tatar Pasundan yang Harmonis dengan Alam

Struktur Rumah Adat Kalimantan Barat

rumah adat kalimantan barat dayak
info gambar

Struktur yang digunakan untuk membangun rumah adat Kalimantan Barat yaitu dengan konsep rumah panggung yang rata-rata memiliki panjang hingga 180 meter, lebar 30 meter dan tinggi 5-8 meter dari permukaan tanah.

Penggunaan struktur rumah panggung ini dikarenakan kondisi alam geografisnya masih dipenuhi dengan hutan dan juga rawa-rawa.

Selain itu rumah adat ini sangat terkenal dengan kekokohannya yang dapat bertahan hingga ratusan tahun lamanya. Hal ini karena penggunaan kayu ulin sebagai bahan material utamanya.

Fungsi Rumah Adat Kalimantan Barat

Pada zaman dahulu rumah adat Kalimantan Barat hanya digunakan sebagai tempat berlindung dari serangan hewan buas hingga serangan dari suku lain. Selain itu juga digunakan sebagai tempat berlindung ketika terjadi bencana banjir, mengingat kondisi alam yang masih dipenuhi rawa-rawa.

Kemudian, seiring dengan berjalannya waktu rumah adat ini mulai digunakan masyarakat Dayak sebagai tempat tinggal dan sebagai tempat dilaksanakannya sebuah tradisi, seperti upacara adat atau ritual tertentu.

Tradisi Rumah Adat Kalimantan Barat

Rumah adat Kalimantan Barat juga dapat digunakan sebagai tempat melaksanakan sebuah tradisi. Salah satunya yaitu Tradisi Nyobeng (Nibak’ng) yang merupakan ritual memandikan atau membersihkan tengkorak kepala manusia dari leluhur mereka dan beberapa tengkorak dari musuh mereka.

Tradisi tersebut bertujuan sebagai ucapan syukur kepada Tuhan Yang Maha Esa atas berkat panen padi yang diterima masyarakat Suku Dayak Bidayuh. Tradisi musiman ini biasa digelar pada tanggal 15 Juni di setiap tahunnya.

Model Rumah Adat Kalimantan Barat

Berikut beberapa model rumah adat Kalimantan Barat dengan karakteristik dan keunikannya masing-masing:

1. Rumah Betang Radakng (Dayak Kanayatn)

Rumah betang rakdakng adat kalimantan barat
info gambar
Rumah betang rumah adat kalbar
info gambar

Rumah Betang Radakng atau yang dikenal sebagai rumah panjang merupakan salah satu bangunan tradisional yang paling mewah dengan ketinggian sekitar 7 meter, lebar 10 meter, dan panjang 138 meter. Sehingga rumah ini dapat menampung puluhan hingga ratusan orang sekaligus.

Rumah radakng dibuat dari kayu ulin dengan desain panggung yang panjang dan jumlah tangga yang banyak. Jumlah tangga menyesuaikan dengan jumlah kamar berdasarkan keyakinan budaya di masyarakat Dayak.

Bagian-bagian rumah Radakng:

  • Teras (pante)
  • ruang tamu (samik)
  • ruang keluarga
  • atap berupa sirap
  • dapur (uakngmik) untuk memasak makanan khas Kalimantan Barat oleh masing-masing keluarga
  • tangga untuk masing-masing keluarga

Dekorasi di rumah Radakng:

  • Pene atau meja besar untuk menerima tamu dan tempat tidur
  • ukir-ukiran khas Dayak
  • patung burung

2. Rumah Baluk (Suku Dayak Biyaduh)

rumah adat kalimantan barat
info gambar
rumah adat kaliamantan barat rumah baluk
info gambar

Rumah Baluk merupakan salah satu rumah adat khas Kalimantan Barat yang memiliki bentuk lingkaran dengan diameter 10 meter dan tinggi 10-12 meter. Rumah adat Baluk digunakan sebagai tempat menyimpan pusaka dan tengkorak kepala manusia menurut kepercayaan Suku Dayak Biyaduh.

3. Rumah Melayu (Suku Melayu Pontianak)

rumah adat melayu kalimantan barat
info gambar
rumah adat kalimantan barat rumah melayu
info gambar

Rumah Melayu merupakan bangunan hasil akulturasi dari Suku Melayu yang tinggal di provinsi Kalimantan Barat. Rumah ini juga bisa ditemui di negeri jiran di kalangan Suku Melayu Malaysia dan Brunei Darussalam yang memang masih berkerabat dengan Melayu Kalimantan Barat. Desain rumah tradisional suku Melayu Kalimantan Barat umumnya berupa panggung dengan pilar atau tiang yang tinggi serta banyak jendela dan ventilasi.

Pada bagian atap rumah ini sudah banyak terpengaruh dari bangunan rumah Jawa. Hal ini bisa dlihat dari model atapnya yang berbentuk segitiga dengan ketinggian 30 derajat. Desain atap segitiga yang curam tersebut dinamakan atap lipat kajang.

Fungsi banyaknya pilar, ventilasi, jendela, dan atap segitiga memungkinkan rumah adat Melayu Kalimantan Barat tidak panas. Bahkan terasa sejuk meski berada di titik nol khatulistiwa. Ciri khas lain, rumah adat ini biasanya dihiasi ornamen khas Islami dan Melayu. Terutama di dinding, atap, dan bagian atas bangunan.

4. Rumah Panjae (Dayak Iban)

rumah panjae
info gambar

Masyarakat adat Suku Dayak Iban yang tinggal di perbatasan Kalimantan Barat memiliki rumah budaya yang disebut Rumah Panjae (Panjai) yang dibuat dari kayu belian (kayu ulin). Suku Dayak ini tak hanya ada di daerah Kalimantan Barat, tetapi juga mendiami daerah perbatasan Indonesia-Malaysia, dan wilayah Serawak, Malaysia Timur.

Rumah adat Iban didesain dengan struktur bangunan knock-down yang lebih ramah lingkungan dan lebih tahan gempa. Selain itu desain tangga keling dibuat untuk mengamankan rumah dari bahaya seperti serangan musuh, banjir, atau kondisi berbahaya yang bisa mengancam penghuni.

Bagian-bagian rumah adat Iban:

  • kaki lima (teras)
  • tanju' (area luar untuk menjemur baju dan gabah)
  • ruai (ruang tamu, ruang pertemuan)
  • bilik (kamar tinggal) sadau (lumbung)
  • sadau bugau (tempat menyimpan kerajinan dan alat pertanian)

Demikian ulasan mengenai rumah adat Kalimantan Barat yang memiliki ciri khas serta keunikan tersendiri. Semoga dapat bermanfaat dan menambah pengetahuan Anda tentang rumah adat di daerah Kalimantan Barat sekaligus memperkaya khazanah budaya asli Indonesia.

Sumber:
https://badanbahasa.kemdikbud.go.id/resource/doc/files/50._Isi_dan_Sampul_Mengenal_Rumah_Tradisonal_Kalimantan.pdf
https://pontinesia.com/index.php?destinasi&id=melayu
https://kalbar.antaranews.com/berita/459852/dayak-iban-sungai-utik-perbatasan-ri-malaysia-bangun-rumah-budaya

Jika Anda tertarik untuk membaca tulisan Raras Wenny lainnya, silakan klik tautan ini arsip artikel Raras Wenny.

Terima kasih telah membaca sampai di sini