Perjalanan Fatayat NU: Berdiri Sejak 1950, Menempuh Langkah Baru di Pengujung 2022

Perjalanan Fatayat NU: Berdiri Sejak 1950, Menempuh Langkah Baru di Pengujung 2022
info gambar utama

Fatayat NU menempuh langkah baru di pengujung tahun 2022 dengan melantik anggota susunan kepengurusan periode 2022-2027.

Fatayat NU merupakan organisasi Islam yang diisi oleh para perempuan yang terafiliasi dengan ormas Nahdlatul 'Ulama. Di bawah NU, Fatayat NU berstatus lembaga otonom.

Sejarah Fatayat NU terbilang cukup panjang dimana kisah pendirian dan perkembangannya beriringan dengan perjalanan Indonesia di masa-masa awal kemerdekaannya. Fatayat NU didirikan di Surabaya, Jawa Timur pada 24 April 1950 M, atau bertepatan dengan 7 Rajab 1369 H.

Laman resmi Fatayat NU menjelaskan bahwa linimasa sejarah dan perkembangan organisasi tersebut dapat dibagi menjadi beberapa tahap yang dimulai dari perintisan, pengembangan dan konsolidasi organisasi, hingga dinamika pasang-surut organisasi karena faktor internal dan eksternal.

Pada masa perintisan, Fatayat NU didirikan dan dimotori oleh sejumlah figur seperti Khuzaemah Mansur, Aminah Mansur dan Murtosijah Chamid. Fatayat NU pun aktif merekrut anggota dan melebarkan sayap ke berbagai daerah serta menjalankan program yang prioritasnya adalah pendidikan.

Kemudian pada masa pengembangan dan konsolidasi organisasi, Fatayat NU memperkuat program dan menggencarkan kaderisasi. Saat itu, Fatayat NU sudah menjangkau banyak wilayah di berbagai penjuru Indonesia.

Perjalanan Fatayat NU tidak lepas dari dinamika pasang-surut organisasi. Ini dipengaruhi oleh berbagai faktor misalnya politik. Fatayat NU pernah mengalami keterpurukan, kompromi dengan pemerintah, hingga dicibir oleh pihak tertentu karena bermitra dengan pihak asing. Namun, organisasi tersebut tetap kokoh bertahan hingga kini.

Pendirian ‘Aisyiyah dan Upaya Nyai Ahmad Dahlan dalam Kesetaraan Gender

Langkah Baru

Di pengujung tahun 2022 ini, Fatayat NU menempuh langkah baru untuk melanjutkan kiprahnya. Mereka baru saja melantik pengurus baru untuk periode 2022-2027.

Acara pelantikan pengurus Fatayat NU yang baru diselenggarakan di Jakarta pada Jumat (23/12). Dalam acara tersebut, hadir langsung Ketua Umum PP Fatayat NU Margaret Aliyatul Maimunah dan Wakil Sekretaris Jenderal (Wasekjen) Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) Rahmat Hidayat Pulungan.

Perlu diketahui, Fatayat NU lebih dulu punya ketua baru sebelum pelantikan pengurus ini. Margaret Aliyatul Maimunah terpilih dan dilantik sebagai Ketua Umum PP Fatayat NU dalam Kongres di Palembang pada Juli 2022 lalu.

Kini, para pengurus baru sudah menyiapkan rencana selama masa pengabdian berlangsung. Akan ada sejumlah program strategis yang menyentuh langsung tantangan-tantangan masyarakat masa kini, termasuk soal isu ekonomi.

“Ancaman resesi 2023 juga harus menjadi perhatian kita semua, mengingat resesi berpotensi memunculkan dampak kepada masyarakat kelas menengah dan ke bawah,” ujar Sekretaris Umum PP Fatayat NU Ela Siti Nuryamah seperti dilansir Antara.

Cara Dakwah Kiai Rifaiyah Lewat Batik

Jika Anda tertarik untuk membaca tulisan A Reza lainnya, silakan klik tautan ini arsip artikel A Reza.

Terima kasih telah membaca sampai di sini