Stabilkan Jaringan Internet dengan Mikrotik, Apa itu?

Stabilkan Jaringan Internet dengan Mikrotik, Apa itu?
info gambar utama

Apakah Kawan GNFI tahu tentang Mikrotik? Apakah ia sejenis benda, makhluk hidup, atau suatu tempat wisata? Mengapa Mikrotik dapat membuat jaringan internet stabil? Nah menjawab hal tersebut, Kawan GNFI bisa melanjutkan bacaan di bawah ini, yuk!

Definisi Mikrotik

Mikrotik sebenarnya bukanlah suatu makhluk hidup, tetapi perusahaan yang bergerak di bidang teknologi jaringan internet. Perusahaan ini berpusat di Latvia yang didirikan oleh John Trully dan Arnis Riekstins. Mengapa harus perusahaannya? Karena perusahaan mereka memiliki produk utama yang digunakan oleh sebagian besar negara di dunia, yakni MikroTik Router (RouterBoard) dan MikroTik OS.

Dengan produk utama tersebut, jaringan LAN maupun WLAN jadi lebih stabil dalam suatu area tertentu. Di Indonesia, produk MikroTik sering digunakan oleh perusahaan, warnet, dan tempat lain yang butuh akses internet besar. Produk yang sering digunakan tersebut adalah MikroTik OS dan RouterBoard. Dua produk tersebut memang disebut oleh pengguna IT di Indonesia disebut Mikrotik. Hal itu lumrah karena dua produk tersebut memiliki berbagai macam model dengan nama rumit, seperti RB1100AHx4, CCR 1036, atau hEX.

Jenis-jenis Mikrotik

Setelah mengetahui nama-nama produk Mikrotik, tidak nyaman rasanya bila tidak dikasih penjelasan lebih lanjut soal jenis-jenis Mikrotik, di antaranya:

1. Mikrotik RouterBoard

Jenis-jenis Mikrotik
info gambar

Sebagai elemen hardware, Mikrotik RouterBoard memiliki beberapa komponen, seperti RAM, prosesor, flash memory, dan ROM. Selain itu, Mikrotik RouterBoard juga menyediakan perangkat lunak RouterOS untuk Kawan GNFI langsung gunakan. Untuk harga di pasaran, Mikrotik RouterBoard memiliki harga berkisar 600-800 ribu rupiah.

Baca Juga: Mengenal DINA, Robot Pintar di Stasiun MRT yang Bantu Penumpang

Kegunaan benda satu ini adalah mengelola jaringan karena ukuran yang praktis dan memiliki jumlah port lebih banyak. Tidak hanya itu, penggunaan daya listrik yang lebih hemat juga menjadi kelebihan bagi Mikrotik RouterBoard. Namun, kekurangannya adalah seluruh komponen Mikrotik RouterBoard sudah terintegrasi, sehingga bila terjadi kerusakan, maka Kawan GNFI harus membeli Mikrotik RouterBoard yang baru.

2. Mikrotik RouterOS

Jenis-jenis Mikrotik
info gambar

Sebelumnya merupakan elemen hardware, maka Mikrotik RouterOS adalah perangkat lunak yang bisa dijalankan dalam komputer atau Mikrotik RouterBoard. Benda satu ini memiliki sistem operasi berbasis UNIX yang mampu menyediakan beragam fitur, seperti paket router, bridge, firewall, proxy server, dan hotspot. Perangkat lunak ini menjadikan komputer/laptop menjadi router jaringan yang andal, khusus untuk jaringan kabel maupun nirkabel. Bagi Kawan GNFI yang ingin meng-instal perangkat lunak ini, sistem operasi harus berbasis Linux.

Bila Kawan GNFI memiliki Mikrotik RouterBoard, tidak perlu khawatir karena Mikrotik RouterOS sudah terpasang dalam perangkat RouterBoard. Namun, bila ingin memasangnya di komputer, maka perlu daya listrik lebih besar. Mikrotik RoutersOS memakan RAM sebesar 32 MB dan ruang penyimpanan sebesar 64 MB.

3. Mikrotik CHR (Cloud Hosted Router)

Mikrotik CHR
info gambar

Jenis Mikrotik ini berfungsi hampir sama dengan Mikrotik RouterOS, tetapi di-instal dalam perangkat komputasi virtual, contohnya VPS (Virtual Private Server). Fungsi utamanya adalah Kawan GNFI tidak perlu menyediakan perangkat sendiri untuk mengelola jaringan. Perangkat lunak ini berbasis open source atau gratis, tetapi kecepatan jaringan dibatasi hingga 1MB/s per VPS.

Sebenarnya, masih banyak beberapa jenis dari Mikrotis tersebut. Dalam perangkat hardware, seperti Cloud Core Router (CCR), Cloud Router Switch (CRS), perangkat wireless outdoor, perangkat wireless indoor, antena wireless, perangkat IoT, interface jaringan, dan sebagianya. Selanjutnya, dalam software, seperti SwitchOS, TheDude, WinBox, Netinstall, Bandwidth Test, dll.

Baca Juga: NexSpace, Aplikasi Rangkuman Isi Buku yang Kini Hadir di Indonesia

Fungsi Mikrotik

Beberapa jenis tersebut, apa saja fungsi-fungsinya secara umum? Berikut ulasannya.

1. Konfigurasi Jaringan Lokal

Fungsi Mikrotik satu ini adalah mengatur dan mengonfigurasi LAN atau Local Area Network yang menggunakan PC/laptop/Mikrotik RouterBoard.

2. Internet Gateway

Fungsi ini adalah mengatur akses internet dari beberapa komputer. Penggunaan ini biasanya dilakukan di sekolah atau kantor. Contoh di sekolah, siswa hanya boleh mengakses internet pada jam istirahat. Dalam kantor, pekerja tidak boleh mengakses situs-situs yang mengganggu produktivitas kerjanya. Dalam hal ini, internet gateway mampu memblokir situs-situs yang merugikan.

3. Hotspot

Kawan GNFI suka meminta hotspot kepada teman? Nah, Kawan GNFI tidak perlu khawatir bila ada Mikrotik. Sebab, Mikrotik dapat berperan sebagai hotspot untuk beberapa perangkat. Tidak heran, Mikrotik sering digunakan di warnet untuk membagi bandwidth ke beberapa komputer.

4. Mengatur Firewall

Seringkali ketika Kawan GNFI berselancar di internet, pasti menemukan situs-situs berbahaya atau virus. Dengan kehadiran Mikrotik, Kawan GNFI bisa memblokir situs-situs tersebut. Dalam hal ini, Kawan GNFI secara tidak langsung telah menutup penyaluran virus dari website berbahaya ke dalam perangkat komputer Kawan.

Dari poin-poin tersebut, Kawan GNFI bisa mengambil kesimpulan bahwa banyak manfaat yang diberikan dengan kehadiran Mikrotik ini. Meski harganya cukup mahal di pasaran dalam segi hardware, Kawan GNFI bisa mencoba perangkat lunaknya yang berbasis open source. Dengan demikian, Mikrotik dapat memberikan kenyamanan dalam berselancar internet.

Artikel ini dibuat oleh Kawan GNFI, dengan mematuhi aturan menulis di GNFI. Isi artikel ini sepenuhnya menjadi tanggung jawab penulis. Laporkan tulisan.

AR
KO
Tim Editor arrow

Terima kasih telah membaca sampai di sini