Alternatif Bensin, Begini 5 Manfaat Penggunaan Kendaraan Listrik

Alternatif Bensin, Begini 5 Manfaat Penggunaan Kendaraan Listrik
info gambar utama

Dewasa ini, banyak kendaraan yang tidak lagi menggunakan bahan bakar utama, yakni bensin atau solar. Hal itu disebabkan karena dorongan pemerintah dan kepedulian masyarakat terhadap lingkungan. Tidak hanya itu, demi menurunkan emisi karbon pada lingkungan, sebagian besar masyarakat mulai menghemat bensin dengan menaiki transportasi umum dan menggunakan energi baru terbarukan (EBT).

Salah satu energi ramah lingkungan yang ramai dibicarakan adalah listrik. Energi yang menjadi penopang dalam penerangan di rumah Kawan GNFI dapat menjadi energi yang bisa digunakan untuk kendaraan listrik. Tidak heran, saat ini, transportasi atau kendaraan listrik banyak menghiasi jalanan kota di Indonesia, baik kendaraan jenis pribadi maupun umum.

Kawan GNFI mungkin pernah menjumpai mobil listrik yang sedang mengisi bensin atau motor listrik yang sedang "nongkrong" di tempat parkir. Dari kendaraan tersebut, mungkin Kawan GNFI juga pernah memikirkan apa gunanya kendaraan listrik, serta seberapa besar manfaat kendaraan tersebut? Daripada penasaran, langsung saja simak penjelasannya berikut ini.

1. Tidak Menyumbang Emisi Karbon

Perlu Kawan ketahui bahwa emisi karbon adalah emisi berbahaya yang menghiasi atmosfer bumi. Tentunya emisi tersebut berperan dalam pemanasan global yang membuat iklim semakin tidak teratur dan meningkatkan permukaan air laut. Dengan begitu, demi mengurangi hal tersebut, peran kendaraan listrik penting untuk mengganti kendaraan konvensional yang biasa memenuhi jalanan kota.

Dilansir dari yoursay.suara.com, kehadiran kendaraan listrik didukung oleh pemerintah Indonesia yang tertuang pada Peraturan Presiden (Perpres) Nomor 55 Tahun 2019 tentang Program Percepatan Kendaraan Bermotor Listrik Berbasis Baterai (Battery Electric Vehicle) untuk Transportasi Jalan.

Peraturan tersebut tidak terbatas pada kendaraan bermotor listrik, tetapi juga mobil listrik dan kendaraan roda tiga yang memiliki tenaga listrik. Dengan dukungan tersebut, pencemaran udara yang disebabkan oleh kendaraan konvensional dapat berkurang.

Baca juga: Kenali 8 Mobil Listrik Buatan Indonesia, Tidak Kalah Canggih

2. Tidak Bising

Kendaraan listrik yang tidak bising
info gambar

Kalau Kawan GNFI pernah menggunakan atau menjumpai kendaraan listrik, apakah Kawan pernah mendengar suaranya? Mungkin sebagian besar menjawab pernah, tetapi frekuensi suaranya kecil atau tidak pernah terdengar. Hal ini berbeda dengan kendaraan konvensional yang memang memiliki suara bising. Apalagi kalau kendaraan tersebut dipasang knalpot balap, bisa-bisa suaranya mengundang amukan tetangga Kawan GNFI.

Kendaraan listrik sebenarnya dirancang untuk memiliki suara demi keselamatan pengguna. Namun, suara yang dihasilkan memang tidak mengganggu pengguna atau orang yang ada di sekitarnya. Hal ini dikarenakan kendaraan listrik menggunakan baterai dan listrik.

3. Lebih Hemat

Dilansir dari Hyundai.com, penggunaan kendaraan listrik lebih hemat bahan bakar daripada kendaraan konvensional yang biasa menggunakan bensin. Hal ini diungkapkan juga oleh Wakil Direktur Utama PLN, Darmawan Prasodjo. Menurutnya, setiap satu liter BBM setara dengan 1,3 kWh listrik.

Tahun 2023, satu liter BBM berjenis pertalite ataupun pertamax berkisar sekitar Rp10 ribu—Rp14 ribu. Tentunya, harga itu jauh lebih mahal dibandingkan dengan biaya listrik per 1,3 kWh yang hanya berkisar Rp1.400,00.

4. Perawatannya Lebih Mudah dan Simpel

Kalau Kawan GNFI tahu, mobil listrik tidak perlu menggunakan oli, lho! Dilansir dari gardaoto.comyang menuliskan bahwa mobil listrik tidak membutuhkan sistem pembuangan seperti mobil konvensional. Kawan GNFI hanya perlu mengecek komponen listrik dan merawatnya secara rutin di bengkel listrik terdekat.

5. Performa Kendaraan Lebih Tangguh

Berbeda dengan kendaraan konvensional, kendaraan listrik memiliki akselerasi lebih cepat. Ditambah, kendaraan listrik memiliki gravitasi yang rendah sehingga akan lebih stabil di jalanan. Hal inilah yang membuat kendaraan listrik memiliki performa yang bisa diandalkan untuk menemani perjalanan Kawan GNFI.

Baca juga: Beli Mobil dan Motor Listrik di Tahun 2023 Bakal Dapat Subsidi?

Meskipun pengembangan kendaraan listrik di Indonesia masih jauh dari kata sempurna, Kawan GNFI patut mengapresiasi kinerja pemerintah yang mendorong masyarakatnya dalam menggunakana kendaraan listrik.

Harapannya pemerintah dapat mendukung kebijakannya sendiri dengan menyediakan infrastruktur, menyediakan pabrik baterai khusus kendaraan listrik, mengurangi penggunaan subsidi bahan bakar konvensional, dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat dengan membuka lowongan kerja.

Selain itu, program penyuluhan terkait energi baru terbarukan harus selalu digaungkan agar masyarakat dapat lepas dari ketergantungan bahan bakar yang menyebabkan pemanasan global.

Artikel ini dibuat oleh Kawan GNFI, dengan mematuhi aturan menulis di GNFI. Isi artikel ini sepenuhnya menjadi tanggung jawab penulis. Laporkan tulisan.

AR
KO
Tim Editor arrow

Terima kasih telah membaca sampai di sini