Mengenal Bahan Bakar B35 yang Akan Diterapkan Mulai 1 Februari 2023

Mengenal Bahan Bakar B35 yang Akan Diterapkan Mulai 1 Februari 2023
info gambar utama

Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (KESDM) mengumumkan bahwa pemerintah Indonesia secara resmi menerapkan penggunaan bahan bakar nabati (BBN) B35 mulai 1 Februari 2022. Informasi ini tertuang dalam surat edaran Direktorat Jenderal EBTKE Nomor 10.E/EK.05/DJE/2022.

Direktur Jenderal Energi Baru Terbarukan dan Konservasi Energi (EBTKE) Dadan Kusdiana memaparkan, mandatori ini bertujuan untuk meningkatkan penyediaan energi bersih secara berkelanjutan.

"Implementasi program B35 merupakan langkah untuk mengantisipasi lonjakan harga minyak dunia serta menekan impor solar,” sambung Dadan, dikutip dari laman Instagram @kesdm, Jumat (06/01/2022).

Perdebatan Nikuba dan Pemahaman Bahan Bakar Hidrogen, Bukan Air

Apa itu biodiesel B35?

B35 merupakan bahan bakar minyak solar dengan campuran bahan bakar nabati jenis biodiesel yang terbuat dari minyak sawit sebanyak 35 persen. Biodiesel sebagai campuran bahan bakar kendaraan menggantikan fosil, bermanfaat dalam mengurangi emisi polutan dan meningkatkan kualitas udara lingkungan.

Maka dari itu, penerapan mandatori B35 ini berpotensi berdampak pada peningkatan penggunaan minyak sawit domestik dalam negeri, membatasi volume ekspor internasional, dan meningkatkan produksi. Selain itu, Presiden Joko Widodo pernah menyatakan bahwa program ini diharapkan mampu mengurangi emisi gas rumah kaca serta mendorong keberlanjutan kenaikan harga minyak mentah di masa mendatang, dikutip dari Mecardo.com..

Penggunaan B35 telah diputuskan dalam sidang kabinet paripurna 6 Desember 2022 lalu. Kementerian ESDM bahkan telah menetapkan alokasi biodiesel sepanjang tahun 2023 sebesar 16,65 juta kiloliter, mengerahkan 21 badan usaha BBN. Kebijakan ini dianggap mampu menyeimbangkan pasokan sawit di pasar global agar harganya tidak diperpanjang karena kelebihan pasokan.

Kebutuhan CPO (cruped palm oil) sebagai bahan baku biodiesel diperkirakan akan meningkat sampai 12,25 juta ton. Penggunaan biodisel, selain mengurangi impor solar, juga dapat mengirit devisa. Hal ini terbukti selama 2021, biodiesel telah menghemat devisa Indonesia hingga 4,54 miliar dolar AS, dikutip dari Sawit Indonesia.

Telah berlangsung sejak 2008

Program mandatori biodiesel ini diimplementasikan pertama kali pada 2008. Kadar campuran biodiesel waktu itu sebesar 2,5 persen (B2,5). Lalu, melihat keberhasilan dari program ini, pemerintah pun meningkatkan kadar biodiesel hingga 7,5 persen secara bertahap dalam kurun waktu 2008 hingga 2010.

Seiring waktu, kadar biodiesel pun terus meningkat menjadi 10 persen, lalu naik lagi menjadi 15 persen pada 2015. Setahun kemudian, 1 Januari 2016, pemerintah kembali menaikkan kadar biodiesel menjadi 20 persen (B20).

Sampai akhirnya pada tahun 2020, sesuai peraturan Menteri ESDM nomo 12 tahun 2015, persentase biodiesel pun ditingkatkan lagi menjadi 30 persen (B30). Inilah yang terus digunakan sampai akhir Januari 2023.

Inilah Sumber Energi Ramah Lingkungan yang Bisa jadi Pengganti Bahan Bakar Minyak

Jika Anda tertarik untuk membaca tulisan Afdal Hasan lainnya, silakan klik tautan ini arsip artikel Afdal Hasan.

AH
SA
Tim Editor arrow

Terima kasih telah membaca sampai di sini