Gunakan 5 Bahasa Cinta ini untuk Bangun Organisasimu

Gunakan 5 Bahasa Cinta ini untuk Bangun Organisasimu
info gambar utama

Apakah Kawan mengetahui istilah bahasa cinta atau love language? Dilansir dari ruangguru.com,bahasa cinta atau love language adalah cara seseorang dalam menyampaikan atau memberikan kasih sayang kepada individu atau kelompok yang disayanginya. Istilah tersebut muncul pertama kali pada buku karya Gary Chapman yang berjudul The Five Love Languages: How to Express Heartfelt Commitment to Your Mate (1992).

Meskipun telah diterbitkan 21 tahun lamanya, buku ini populer di kalangan orang yang sedang menjalin asmara. Buku itu menjelaskan, love language memiliki beberapa tipe, yakni words of affirmation, acts of service, receiving gifts, quality time, dan physical touch. Pastinya, setiap orang memiliki tipe tersendiri dalam bahasa cintanya.

Mungkin sebagian besar Kawan GNFI bertanya, "Apakah bahasa cinta ini dapat diterapkan dalam organisasi, seperti OSIS atau organisasi kampus?" jawabannya adalah bisa. Meskipun begitu, Kawan perlu memberikan modifikasi terhadap cinta dan kasih sayang kepada orang yang berbeda.

Perlu diketahui, perilaku Kawan terhadap organisasi tentu berbeda dengan perilaku saat bersama pasangan. Maka dari itu, penerapan tipe-tipe dari bahasa cinta tidak bisa diterapkan kepada sembarang orang atau kelompok. Lalu, bagaimana cara menerapkan tipe-tipe bahasa cinta atau love language untuk membangun organisasi? Artikel ini menjelaskannya dengan membaginya ke beberapa tipe bahasa cinta.

1. Words of Affirmation bagi Kewibawaan Organisasi

Organisasi tidak akan berjalan apabila setiap anggota tidak menjalin komunikasi satu sama lain. Lebih lagi kalau Kawan GNFI terjun pada organisasi yang toxic, yakni yang menganggap seperti ucapan kata tidak sopan atau kasar dan ocehan tanpa alasan sebagai makanan sehari-hari. Tentu Kawan akan merasa tidak betah berlama-lama di organisasi tersebut. Dengan kata lain, nilai kewibawaan atau kebijaksanaan dalam organisasi menurun.

Untuk itu, words of affirmation hadir untuk menciptakan suasana nyaman bagi organisasi. Ada sebuah pepatah yang mengatakan, "Mulutmu adalah harimaumu". Namun, dengan menerapkan tipe bahasa cinta ini, Kawan akan mengubah komunikasi lebih seru dan menyenangkan.

Lalu, bagaimana penerapannya? Penerapannya dapat diurutkan dari hal yang terkecil hingga yang terbesar. Contoh kecilnya adalah Kawan mengucapkan kata-kata pujian atas keberhasilan kinerja anggota. Contoh lainnya, apabila ada anggota yang sedang sakit, Kawan memberikan kata-kata doa kesembuhan baginya. Untuk contoh yang besar, Kawan bisa membangun relasi bersama organisasi lain dengan pidato yang berempati terhadap isu-isu tertentu.

2. Acts of Service demi Mencapai Layanan Prima

Setiap organisasi berusaha yang terbaik dalam memberikan layanan prima bagi anggota-anggotanya atau pihak eksternal. Meski begitu, masalah internal membuat layanan semakin memburuk. Contohnya, organisasi yang tidak mengenalkan anggota-anggota baru pada seniornya. Alhasil, senior mereka tidak mengetahui kehadiran juniornya yang berakibat retaknya hubungan internal.

Untuk itu, acts of service sangat penting dalam jalinan silaturahmi organisasi. Penerapannya adalah Kawan dapat mengenalkan anggota baru kepada anggota organisasi yang lama. Contoh lain, Kawan juga bisa memberikan bantuan kepada anggota yang baru tentang alat-alat kerja organisasi, seperti cara memperbaiki mesin fotokopi. Tidak hanya itu, acts of service juga dapat diterapkan untuk membangun hubungan antaranggota, seperti menyeduhkan kopi atau teh, memperbaiki tugas kelompok, dan aksi lainnya.

Dengan begitu, acts of service berguna untuk mempercepat knowledge management dan adaptasi bagi anggota-anggota baru di organisasi Kawan. Apakah Kawan termasuk dalam tipe ini?

Baca juga: Antara Organisasi dan Kuliah, Kenapa Tidak Keduanya!

3. Receiving Gifts untuk Apresiasi Anggota

Setiap orang pasti menyukai hadiah. Lalu, apakah Kawan termasuk orang yang memberikan atau menerima hadiah? Bagaimanapun, tipe ini sering diterapkan dalam organisasi terhadap pencapaian kinerja anggota-anggota.

Beberapa penerapan tipe bahasa cinta receiving gifts dalam organisasi, antara lain memberikan insentif bagi anggota yang berhasil mencapai target, menyediakan merchandise exclusive bagi anggota-anggota baru, dan sebagainya. Dalam organisasi, receiving gifts bisa menjadi sarana untuk Kawan dalam mempererat hubungan antaranggota.

Perlu diingat, hadiah yang dimaksud tidak selalu berupa barang. Kawan bisa memberikan hadiah berupa perhatian, seperti kata-kata pujian (words of affirmation).

4. Quality Time untuk Solidaritas Organisasi

love language
info gambar

Bagi anggota yang menerapkan tipe bahasa cinta ini, maka ia menganggap waktu adalah sesuatu yang berharga. Dengan kata lain, organisasi tidak boleh menyia-nyiakan waktu yang terus berjalan. Quality time dalam organisasi biasanya diiringi dengan acara keakraban atau makan malam bersama.

Namun, acara tersebut akan sia-sia apabila rekan-rekan Kawan fokus pada handphone, sehingga tidak menghargai nilai kebersamaan. Maka dari itu, dalam organisasi harus dibentuk kesepakatan bahwa acara keakraban merupakan acara yang dapat meningkatkan nilai solidaritas. Hal inilah yang membuat rekan-rekan organisasi bisa mematikan handphone-nya dan menjadi lebih terbuka tentang keluh kesahnya.

5. Physical Touch untuk Capai Emosional Antaranggota

Tipe ini menekankan pada sentuhan fisik. Namun, sentuhan fisik bukan berarti mengarah ke hal-hal yang negatif. Kawan bisa menerapkan tipe ini dalam organisasi, tetapi ada batasan tertentu, ya. Contohnya, Kawan bisa memberikan high five kepada rekan Kawan yang berhasil mencapai target.

Contoh lain, dalam acara keakraban, antaranggota bisa merangkul bersama untuk bernyanyi lagu kebanggaan organisasi mereka. Dengan ini, kegiatan akan lebih emosional dan menyenangkan bagi setiap anggota. Apakah Kawan mau menerapkan tipe bahasa cinta ini dalam organisasi?

Baca juga: Melihat Eksistensi Orgnanisasi Saat Pandemi

Kawan harus mengetahui bahwa setiap tipe dari bahasa cinta belum tentu diterima oleh banyak anggota. Untuk itu, pastikan Kawan mengetahui tipe bahasa cinta yang dominan dari setiap anggotanya. Selain itu, keakraban bisa dimulai dari tipe yang tidak memberatkan Kawan.

Kalau Kawan sudah bisa menerapkan kelima bahasa cinta tersebut di dalam organisasi, maka mimpi-mimpi organisasi kemungkinan besar akan terwujud. Untuk itu, terapkan sekarang di organisasi Kawan, ya!

Artikel ini dibuat oleh Kawan GNFI, dengan mematuhi aturan menulis di GNFI. Isi artikel ini sepenuhnya menjadi tanggung jawab penulis. Laporkan tulisan.

AR
KO
Tim Editor arrow

Terima kasih telah membaca sampai di sini