5 Contoh Penggunaan Artificial Intelligence dalam Bisnis, Jadi Efisien

5 Contoh Penggunaan Artificial Intelligence dalam Bisnis, Jadi Efisien
info gambar utama

Dewasa ini, teknologi artificial intelligence (AI) atau kecerdasan buatan telah merambah ke berbagai aspek kehidupan. Keberadaan mereka cukup membantu aktivitas manusia.

Bukan hanya di bidang teknologi saja, AI juga dimanfaatkan di sektor nonteknologi, salah satunya bisnis. Seperti apa penggunaan artificial intelligence dalam bisnis? Merujuk laman Levity, Ekrut, dan Lummo Shop, Berikut ulasan selengkapnya untukmu!

Apa Saja Artificial Intelligence yang Digunakan dalam Bisnis?

ilustrasi teknologi
info gambar

Secara garis besar, ada tiga macam AI yang dimanfaatkan dalam bisnis, yakni

  • automasi

Lewat automasi, pekerjaan-pekerjaan repetitif telah diambil alih oleh AI. Artinya, manusia kini punya lebih banyak waktu untuk melakukan pekerjaan yang lebih penting dan bernilai lebih tinggi.

  • analisis data

AI membantu menemukan informasi yang sebelumnya tidak diketahui. Kehadirannya juga memungkinkan manusia untuk melihat hubungan dan pola dari data yang ditampilkan.

  • Pemrosesan Bahasa Alami(NLP)

NLP membantu memelihara AI, misalnya membuat mesin pencari menjadi lebih pintar dan meningkatkan kemampuan chatbot.

Kehadiran ketiga AI tadi lantas mempermudah sektor bisnis untuk

  • melakukan transfer data, referensi silang, dan pembaruan file;
  • memprediksi perilaku konsumen dan saran produk;
  • mendeteksi penipuan;
  • mengadakan iklan dan pemasaran yang lebih tepat sasaran; serta
  • melayani pelanggan kapan pun dan di mana pun lewat fitur chatbot.

Untuk melihat lebih jelas tentang penggunaan artificial intelligence dalam bisnis, mari simak ke poin berikutnya.

Baca juga: Mengapa Adopsi Artificial Intelligence Indonesia Tertinggi di Asia Tenggara?

1. AI di Sektor Penjualan

Lewat kecerdasan buatan, sebuah bisnis dapat melakukan peramalan permintaan. Hal tersebut bisa terjadi karena automasi. Data seperti interaksi klien dan riwayat penjualan dijadikan landasan utama pembuatan peramalan permintaan.

Kehadiran AI di sektor penjualan cukup memberikan keuntungan yang signifikan. Studi oleh Harvard Business Review menunjukkan, perusahaan yang menggunakan AI untuk penjualan mereka mengalami peningkatan prospek lebih dari 50 persen serta penurunan biaya sebesar 40–60 persen.

2. AI di Sektor Pemasaran

Penggunaan artificial intelligence dalam bisnis: ilustrasi marketing
info gambar

Insan marketing juga getol mengadopsi teknologi AI. Salah satu kegunaannya adalah untuk mengembangkan pemasaran yang lebih strategis. Caranya bagaimana? AI membantu pelaku bisnis untuk memperoleh informasi yang lebih dalam mengenai pelanggan mereka.

Teknologi ini memungkinkan perusahaan untuk memperoleh akses yang lebih luas, seperti memperoleh informasi mengenai demografi, minat, profil pelanggan, dan data lainnya. Dari situ, perusahaan dapat mengelompokkan pelanggan menjadi kategori-kategori tertentu untuk nantinya dibuatkan iklan yang tepat sasaran.

Cara tersebut tentu berpotensi meningkatkan conversion rate. Selain itu, mengaplikasikan AI di sektor marketing juga mampu menghemat waktu dan biaya pengeluaran serta mengurangi beban kerja para insan marketing.

3. Penggunaan Artificial Intelligence di Akuntansi

Seperti yang telah disinggung di bagian sebelumnya, AI—dengan kemampuan automasinya—telah mengambil alih tugas-tugas repetitif. Hal ini dilakukan guna meningkatkan akurasi dan efisiensi serta meminimalisasi terjadinya kesalahan.

Dalam akuntansi, ada banyak tindakan repetitif, misalnya merekam data, mengategorikan transaksi, mengevaluasi laporan pengeluaran karyawan, dan lainnya. Jika tidak dilakukan dengan teliti, tentu akan menimbulkan masalah.

Dengan AI, semua pekerjaan tersebut dapat dilakukan dengan mudah, cepat, dan pastinya tepat. Hal ini karena kecerdasan buatan cenderung tidak merasa lelah ataupun melakukan human error sehingga pekerjaan bisa diselesaikan dengan sangat baik.

Baca juga: Melihat Kecerdasan Buatan yang Ada dalam Kehidupan Kehidupan Sehari-hari

4. AI dan Layanan Pelanggan

Penggunaan artificial intelligence dalam bisnis: ilustrasi customer service
info gambar

Penggunaan artificial intelligence dalam bisnis juga mampu memberikan pengalaman konsumen yang baik. Secara spesifik, pelaku bisnis kini banyak yang memanfaatkan teknologi chatbot untuk menjalankan fungsi customer service.

Cara tersebut tentu sangat efisien karena bot AI mampu melayani banyak pelanggan selama 24 jam nonstop. Dengan ini, pengeluaran dari segi biaya maupun waktu dapat ditekan secara maksimal.

Di samping itu, teknologi kecerdasan buatan juga memungkinkan perusahaan menganalisis feedback atau umpan balik dari konsumen. Dengan adanya tanggapan, kritik, saran, maupun komentar langsung dari pengguna, pihak perusahaan akan terbantu dalam mengevaluasi dan mengembangkan produk-produk mereka.

5. Penggunaan AI untuk Kegiatan Operasional Bisnis

Penggunaan artificial intelligence dalam bisnis juga meliputi kegiatan operasional. Kehadiran teknologi ini memberi peluang bagi pelaku bisnis yang ingin menapaki dunia digital. Dalam hal ini, AI membantu perusahaan melakukan transformasi digital.

Transformasi tersebut bisa berupa pengembangan aplikasi yang dapat diakses kapan saja. Nantinya, dengan bantuan AI, pelanggan akan diperkenalkan dengan fitur maupun teknologi yang lebih canggih lagi. Adapun kiat ini secara tidak langsung menunjukkan bahwa pelaku bisnis senantiasa berinovasi dan berusaha meningkatkan pelayanan mereka kepada konsumen.

Lebih lanjut, kecerdasan buatan dapat pula diaplikasikan untuk keperluan keamanan siber. Hal ini karena AI mampu mendeteksi ancaman lebih cepat daripada manusia. Dengan itu, kegiatan operasional sebuah bisnis dapat berjalan lancar dan aman dari serangan siber.

Baca juga: Manfaat Kecerdasan Buatan dalam Dunia Pendidikan

Jadi, bisa disimpulkan bahwa penggunaan artificial intelligence dalam bisnis dapat memudahkan perusahaan dalam menjalankan berbagai fungsi yang memakan waktu dan sumber daya. Buat Kawan GNFI yang bergelut di bidang bisnis, apakah pekerjaanmu banyak melibatkan AI?

Artikel ini dibuat oleh Kawan GNFI, dengan mematuhi aturan menulis di GNFI. Isi artikel ini sepenuhnya menjadi tanggung jawab penulis. Laporkan tulisan.

FS
KO
Tim Editor arrow

Terima kasih telah membaca sampai di sini