Yuk Kenali Gulai Nangka Sajian Sayur Berkuah Santan Khas Minang

Yuk Kenali Gulai Nangka Sajian Sayur Berkuah Santan Khas Minang
info gambar utama

Untuk kamu penikmat masakan Padang tentunya sudah tidak asing lagi dengan makanan satu ini. Kuah kuningnya yang kental dengan lembutnya nangka muda sangat cocok disajikan dengan nasi hangat khas restoran Padang. Biasanya Gulai Nangka disajikan sebagai pelengkap pada sajian makanan di restoran Padang.

Gulai Nangka atau yang biasa disebut dengan Gulai Cubadak ternyata merupakan gulai yang paling rumit dibuat. Hal ini karena dalam pembuatannya memakan waktu yang lama terlebih lagi saat kita harus mengupas nangka muda yang masih banyak diselimuti oleh getah yang lengket di tangan.

Asal Mula Gulai Nangka

Gulai Nangka merupakan hidangan yang berasal dari Sumatera yang diadaptasi oleh pengaruh dan penerapan seni memasak India yang kaya dengan rempah sama halnya dengan Kari. Kata "Gulai" sendiri merujuk pada salah satu bumbu hidangan yang terkenal dalam masakan Minangkabau.

Awalnya menu utama dalam Gulai Nangka yaitu nangka muda, namun seiring berkembangnya masyarakat mulai menambahkan dengan daging, jeroan, hingga jengkol.

Hidangan Pesta Perkawinan

Yuk Kenali Gulai Nangka Sajian Sayur Berkuah Santan Khas Minang yang dapat mudah ditemui di rumah makan Padang HD

Bagi masyarakat Minangkabau, hidangan satu ini merupakan hidangan wajib disuguhkan di pesta perkawinan. Konon katanya jika ada orang yang tidak membuat Gulai Nangka atau Gulai Cubadak dalam pesta perkawinan dirasa kurang menarik.

Masyarakat juga biasanya mengucapkan “Ka makan Gulai Cubadak lo wak lai” yang artinya akan ada pesta perkawinan dalam waktu dekat.

Cubadak sendiri juga merupakan kata dalam bahasa Minang yang digunakan sebagai kiasan sesuatu yang tidak kita kerjakan dampaknya bisa saja kita yang menerima. Kiasan "Dampak yang buruk" juga biasanya digantikan dengan istilah “bak cando urang makan cubadak, urang nan makan awak nan anai gatahyo.”

Baca juga: Mencicipi Ayam Pop, Kuliner Ayam Goreng Pucat Khas Padang

Nikmat Dimasak dengan Periuk Tanah Liat

Rasanya yang pedas gurih dengan tekstur kuahnya yang kental ternyata hasil dari pemasakan dengan menggunakan periuk. Masyarakat Minang biasanya memasak Gulai Cubadak dengan menggunakan periuk tanah liat di atas tungku bata serta kayu kering sebagai bahan bakarnya. Ternyata hal ini dipercaya mampu menghasilkan cita rasa yang khas pada Gulai Cubadak seperti rasa yang lebih pekat dan kental.

Hidangan satu ini juga kerap dijadikan sebagai makanan pendamping bersama lontong atau ketupat. Di daerah asalnya, masyarakat biasa menyantap Gulai Cubadak dengan menggunakan telur rebus dan kerupuk merah muda.

Resep Simpel Membuat Gulai Nangka

Nah, untuk kamu yang ingin mencoba memasak sendiri Gulai Nangka atau Gulai Cubadak ini, berikut adalah resep simpel yang bisa kamu ikuti. Tidak perlu khawatir soal rasa, dijamin sama seperti Gulai Nangka khas Sumatera Barat walaupun tidak berkunjung ke daerah asalnya.

Bahan yang diperlukan

  • 300 Gr nangka muda
  • 200 Gr tetelan daging
  • 500 Ml santan kental sedang
  • 200 Ml air kelapa
  • 2 Lembar daun salam
  • 4 Lembar daun jeruk
  • 1 Lembar daun kunyit
  • 1 Batang serai, dimemarkan
  • Garam
  • Gula
  • Kaldu bubuk

Bumbu halus

  • 10 Cabai merah keriting
  • 8 Siung bawang merah
  • 5 Siung bawang putih
  • 2 Cm jahe
  • 2 Cm kunyit
  • 3 Butir kemiri
  • 1 Sdt ketumbar
  • 1 Sdt garam
  • 1 Sdt gula

Langkah dan proses pembuatan

  1. Rebus tetelan sapi hingga matang dan jangan lupa tiriskan dari kotoran dan lemak yang menempel
  2. Tumis bumbu halus hingga harum sambil memasukkan daun salam, kunyit, daun jeruk dan serai.
  3. Masukkan tetelan sapi dan aduk rata dengan bumbu. Tuang air kelapa dan masak dengan api sedang supaya bumbu meresap ke dalam daging.
  4. Jangan lupa untuk menambahkan santan, garam, gula dan penyedap secukupnya.
  5. Masak hingga kuahnya agak menyurut dan kental.
  6. Gulai Nangka siap disajikan

Nah, itulah resep simpel Gulai Nangka yang bisa kamu coba di rumah. Selamat mencoba ya!

Jika Anda tertarik untuk membaca tulisan Rizky Phyar Saiputra lainnya, silakan klik tautan ini arsip artikel Rizky Phyar Saiputra.

Terima kasih telah membaca sampai di sini