Asal-usul Seblak yang Lezat Pedas Gurihnya Menarik Generasi Muda

Asal-usul Seblak yang Lezat Pedas Gurihnya Menarik Generasi Muda
info gambar utama

Siapa yang suka seblak?

Belakangan, makanan khas Bumi Parahyangan ini makin terus populer sejak beberapa tahun yang lalu. Bahkan, banyak yang menjadikan seblak menjadi salah satu jajanan favorit. Hal ini wajar saja, mengingat rasa seblak juga sangat lezat.

Perpaduan kenyalnya kerupuk, berbagai isian lain, serta hangatnya kuah yang gurih dan segar berpadu sempurna menjadi semangkuk makanan yang menyenangkan siapa saja yang menyantapnya. Apalagi bila menyantapnya ketika udara sedang dingin.

Terlebih lagi, kreativitas para pedagang makanan berkuah ini juga semakin beragam dengan isian yang kini tidak hanya sekedar kerupuk rebus saja. Bahkan, ada yang mengoperasikannya dengan bahan-bahan makanan khas Korea.

Bagaimana awal mula dari terciptanya makanan khas Jawa Barat ini?

Alasan Mengapa Orang Sunda Suka Makan Lalapan

Riwayat Seblak

Mengapa makanan ini disebut dengan seblak sebenarnya berasal dari kata segak dan nyegak yang artinya menyengat.

Maksud dari menyengat sendiri adalah dari aromanya yang menusuk hidung karena penggunaan bahan kencur yang sangat dominan dari menu masakan ini.

Makanan ini juga memiliki kemiripan dengan krupuk godog yang berasal dari Sumpiuh, Jawa Tengah dan sudah populer sejak 1940-an. Berkaitan dengan hal ini, ada pula yang mengatakan bila kerupuk godog inilah yang menjadi cikal bakal dari terciptanya seblak.

Namun mengenai kapan pastinya seblak ini mulai tercipta atau siapa yang menciptakannya memang masih belum diketahui.

Penyebutan nama seblak sendiri sebagai menu makanan diperkirakan sudah ada sejak dekade 90-an. Di era ini pula mulai bermunculan para pedagang yang menjajakan seblak dengan berjualan di dekat sekolah atau pusat perbelanjaan.

Dalam penelitian Ria Intani. T dari Balai Pelestarian Nilai Budaya Bandung, ada kemungkinan bila seblak tercipta dari kerupuk ceos dan kerupuk ngojay.

Kedua makanan ini sudah populer lebih dahulu sebagai makanan tradisional di Jawa Barat. Yang mana, kerupuk ceos adalah kerupuk yang sudah digoreng dan dicelupkan ke kuah. Sementara kerupuk ngojay adalah makanan yang serupa, tetapi bumbunya menggunakan oncom.

Lalu, ada pula yang menyebutkan bila seblak ini asalnya dari Garut yang dengan nama makanan yang dulu bernama karupuk leor dan sudah ada sejak zaman sebelum kemerdekaan dan semakin populer di tahun 2000-an.

Sementara itu sebagaimana dikutip dari penelitian Hafid Arrasyid di UPN Jatim, seblak sudah bisa ditemukan di daerah Cianjur pada era sebelum 1945 sebagai makanan untuk masyarakat ekonomi menengah ke bawah.

Seblak juga sudah ada di Daerah Cianjur bagian selatan sejak dari jaman sebelum kemerdekaan, makanan ini adalah makanan alternatif kaum masyarakat ekonomi lemah sebagai pengganti jajanan.

Jajanan Unik nan Sederhana yang Menggugah Selera Berasal dari Tatar Sunda

Perkembangan Seblak Kini

Bisa dikatakan bahwa seblak ini adalah salah satu makanan yang jadi favorit anak-anak muda. Kudapan berkuah ini memang punya tempat tersendiri di hati generasi milenial dan gen Z.

Mulanya, kreasi kerupuk seblak ini kerap dimanfaatkan oleh warga yang memiliki tempat tinggal di seputar pabrik kerupuk. Sementara itu, kreativitas pedagang juga semakin meningkat dengan digunakannya berbagai bahan baku yang sebelumnya tak pernah digunakan sebagai pelengkap seblak.

Bahkan, seblak ramen yang memadukan unsur makanan Jepang atau seblak tteokbokki yang memadukan makanan Korea sudah bisa kita jumpai.

Adanya inovasi dari segi bahan inilah yang sedikit banyaknya membuat seblak semakin populer di masyarakat, khususnya di generasi muda.

Bersumber dari sebuah jurnal berjudul Tren Kuliner Seblak Sebagai Faktor Pendukung Perekonomian Masyarakat di Era Milenial dari Institut Teknologi Bandung, 92% kaum milenial yang menjadi responden sudah pernah mencicipi seblak.

Lebih lanjut, penelitian tersebut juga menunjukkan bila seblak bisa memberikan daya tarik tersendiri kepada kaum milenial mengenai makanan tradisional. Ditambah lagi, seblak juga berhasil membuat ekonomi masyarakat lebih meningkat.

Tradisi Ngeliwet, Cara Makan Hemat yang Tunjukan Karakter Masyarakat Sunda

Jika Anda tertarik untuk membaca tulisan Muhammad Fazer Mileneo lainnya, silakan klik tautan ini arsip artikel Muhammad Fazer Mileneo.

Terima kasih telah membaca sampai di sini