Di Balik Nikmatnya Kopi, Ada Daya Tarik Wisata yang Menarik

Di Balik Nikmatnya Kopi, Ada Daya Tarik Wisata yang Menarik
info gambar utama

Kopi dikenal luas sebagai minuman nan nikmat. Namun lebih dari itu, kopi juga bisa menjadi daya tarik wisata bagi suatu daerah.

Jejak eksistensi kopi di Indonesia bisa ditarik hingga akhir era 1600-an. Saat itu, Belanda membawa kopi dari Malabar, India, ke Jawa untuk dibudidayakan. Sayang, upaya itu gagal karena tanamannya rusak akibat gempa bumi dan banjir.

Eksistensi kopi tidak lenyap begitu saja dihantam gempa dan banjir, karena pada tahun 1907 Belanda mendatangkan kopi lagi dengan jenis robusta (coffe canephora). Hingga kini, kopi robusta terus dibudidayakan dan dikonsumsi.

Bersama dengan budidayanya yang terus berjalan, di berbagai daerah, bermunculan kedai-kedai kopi yang menyerap produk hasil budidaya tersebut. Bagi masyarakat Indonesia, aktivitas ngopi bahkan sudah menjadi gaya hidup.

Dengan demikian, jelas bahwa kopi telah menjadi penggerak ekonomi Indonesia. Menariknya, potensi ekonomi kopi bukan hanya ada pada kenikmatan rasanya yang terwujud dalam bentuk minuman, namun juga daya tarik wisata. Seperti apa?

Tempat Asik Bagi Penikmat Kopi dan Seni

Kopi sebagai Daya Tarik Wisata

Kopi memang punya daya tarik bagi suatu tempat untuk menjadi destinasi wisata. Hal ini disampaikan oleh Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Sandiaga Uno yang melihat bahwa wisata kopi sangat potensial untuk dikembangkan.

Ya, lewat wisata kopi, pelancong yang datang di suatu daerah tidak hanya diajak untuk menikmati minum kopi khas setempat, namun juga mengenal seluk-beluk kopi lebih dalam. Misalnya, pelancong dapat berjalan-jalan di perkebunan kopi atau menyaksikan langsung proses pengolahannya.

“Melalui wisata kopi, wisatawan tidak sekadar diajak menikmati kopi khas Tanah Air, juga akan dipandu mengenal lebih jauh tentang kopi. Mulai dari datang ke kebun kopi, mengenal jenis-jenis kopi, cara pengolahan, sampai dihidangkan sambil berinteraksi langsung dengan petani kopi," ujar Sandiaga seperti dilansir Antara.

Perlu diketahui, saat ini sebetulnya wisata kopi sudah tersedia di beberapa daerah. Oleh karena itu, konsep tersebut bisa direplikasi oleh daerah lain dengan menonjolkan kekhasannya masing-masing.

Di Bali, wisata kopi misalnya tersedia di Desa Wisata Catur, Kintamani. Di sana, pelancong dapat menyaksikan langsung proses membudidayakan tanaman kopi hingga panennya. Sementara itu di Bali Pulina, Gianyar, terdapat wisata kopi luwak. Bagi pelancong yang tertarik mengetahui proses pembuatan kopi Luwak secara tradisional, maka Bali Pulina sangat cocok dikunjungi.

Selain Bali, Jawa Tengah juga punya destinasi wisata kopi. Salah satunya adalah Doesoen Kopi Sirap, Semarang, dan Mesastila Magelang. Keduanya sama-sama menawarkan pengalaman menikmati indahnya kebun kopi dan menyeruput kopi, serta belajar tentang proses pengolahannya.

‘Bumi Sriwijaya’ Lumbung Kopi yang Terlupakan



Jika Anda tertarik untuk membaca tulisan A Reza lainnya, silakan klik tautan ini arsip artikel A Reza.

Terima kasih telah membaca sampai di sini