Mitos Pemisahan Pulau Jawa dan Sumatra karena Letusan Gunung Krakatau, Benarkah?

Mitos Pemisahan Pulau Jawa dan Sumatra karena Letusan Gunung Krakatau, Benarkah?
info gambar utama

Para ahli sudah sepakat bahwa Pulau Jawa, Sumatra, dan Kalimantan dahulunya bersatu membentuk daratan yang disebut Sunda Besar. Pemisahan pulau ini diyakini adalah akibat gerakan lempeng Bumi.

Tetapi tidak sedikit yang berpendapat bahwa letusan Gunung Krakatau sebagai penyebab dari pemisahan ini. Hal ini berdasarakan catatan Pustaka Raja Purwa yang ditulis oleh pujangga Jawa, Ronggowarsito.

Dimuat dari Kompas, pada buku itu diceritakan bahwa letusan Gunung Kapi yang belakangan diidentifikasi sebagai Gunung Krakatau menjadi penyebab pemisahan Pulau Jawa dan Sumatra pada tahun 416 Masehi.

Legenda Selat Sunda dan Gunung Krakatau, Tercipta dari Kemarahan Seorang Raja

Merujuk pada catatan itu, disebutkan bahwa terdapat gunung meletus yang terletak di Selat Sunda dan disusul oleh gunung-gunung lain yang berada di sebelah baratnya. Tetapi terjadi ketidakpastian antara tahun 416 Masehi atau 535 Masehi.

Hal ini ternyata senada dengan Ken Wohletz seorang peneliti dari Los Alamos National Laboratory (New Mexico) yang mendukung kemungkinan tersebut. Dirinya membuat simulasi tentang skenario letusan super.

“Namun, berbeda dengan Ronggowarsito, Ken menyebutkan, letusan itu kemungkinan terjadi puluhan ribu tahun lalu,” papar Ahmad Arif dan Indira Permanasari dalam Lahirnya Krakatau: Ketika Jawa dan Sumatera Terpisah.

Belum terbukti

Ahmad menyatakan walau pencatatan Ronggowarsito tentang waktu letusan masa lalu Krakatau diragukan ketepatannya. Pujangga ini, menurutnya, bisa saja benar soal pemisahan Pulau Jawa dan Sumatra yang berkaitan erat dengan letusan Krakatau.

Tetapi menurutnya pemisahan Jawa dan Sumatra sepertinya bukan karena letusan Krakatau. Sebaliknya, kata Ahmad, Krakatau terbentuk karena pemisahan kedua pulau ini sebagai produk gerakan tektonik di dalam Bumi.

Hal ini sama dengan pernyataan Zeilinga de Boer dan Donald Theodore Sandders dalam Volcanoes in Human History pada tahun 2002 yang menyebut melalui penanggalan karbon dan radioaktif memastikan beberapa kali Krakatau pernah meletus hebat.

Catatan Beragam Perilaku Aneh Hewan di Sekitar Letusan Gunung Krakatau 1883

“Sepertinya pembentukan Selat Sunda tidak mungkin karena sebuah letusan tunggal besar dalam legenda (Pustaka Raja Purwa itu. Setidaknya, ada dua periode letusan besar di Krakatau, tetapi itu sekitar ratusan bahkan ribuan tahun lalu, tidak pada tahun 416 Masehi,” paparnya.

Geolog dari Museum Geologi, Indyo Pratomo menyebutkan bahwa pemisahan Jawa dan Sumatra terjadi karena gerakan tektonik. Dirinya menyatakan Pulau Jawa dan Sumatra bergerak dengan kecepatan dan arah yang berbeda akibat tumbukan lempeng.

“Perbedaan ini menyebabkan terbukanya celah di dalam bumi,” kata Indiyo.

Pemisahan telah berabad-abad

Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) Kementerian ESDM meluruskan sejarah bahwa letusan Gunung Krakatau memisahkan Pulau Jawa dan Sumatra adalah keliru dari informasi tersebut.

“Enggak itu, ada yang keliru. Ada yang perlu diluruskan. Jadi sejarah erupsi Gunung Krakatau itu, jauh lebih tua dari itu, bukan ratusan ribu tahun, bukan abad, sebelum ada manusia itu mungkin,” kata Kepala Bidang Mitigasi Gunung Api dan PVMBG, Hendra Gunawan yang dipaparkan Okezone.

Dirinya menjelaskan bahwa pemisahan antara Pulau Jawa dan Sumatra terjadi pada masa lampau, bahkan jauh sebelum Masehi. Sebab, bersatunya daratan Sumatra dan Jawa terjadi sebelum Masehi.

Letusan Gunung Krakatau, Kiamat Kecil dari Ujung Selat Sunda

“Dan itu juga posisinya sudah jadi lautan dulu itu juga. Karena kalau posisi Jawa dan Sumatra bersatu itu lebih tua lagi, jutaan tahun itu,” ujarnya.

Karena itulah, jelas Hendar, letusan Gunung Krakatau ini tidak pernah menjadi penyebab berpisahnya Pulau Jawa dan Sumatra. Disebutkannya Pulau Jawa dan Sumatra terpisah atau sudah ada sebelum munculnya Gunung Krakatau.

“Jadi tidak tepat kalau dibilang letusan yang tahun 500 yang lalu itu mengakibatkan pemisahan Sumatra dan Jawa. Itu lebih tua lagi itu,” pungkasnya.

Jika Anda tertarik untuk membaca tulisan Rizky Kusumo lainnya, silakan klik tautan ini arsip artikel Rizky Kusumo.

Terima kasih telah membaca sampai di sini