Mengapa Aceh Disebut Serambi Mekkah?

Mengapa Aceh Disebut Serambi Mekkah?
info gambar utama

Nanggroe Aceh Darussalam atau yang kerap disebut sebagai Aceh saja adalah sebuah provinsi yang berada di ujung barat Indonesia. Provinsi ini juga menjadi salah satu daerah yang menjalani otonomi khusus di Indonesia layaknya DKI Jakarta, DI Yogyakarta, serta provinsi di Papua.

Sebagai daerah istimewa, tentunya Aceh memiliki keunikannya tersendiri, yaitu misalnya dari segi hukum yang diterapkan menggunakan hukum syariat. Sehingga, daerah ini pun sangat kental dengan penerapan nilai-nilai keislaman.

Selain itu, Aceh juga memiliki salah satu julukan yang sangat terkenal, yaitu Serambi Mekkah. Lalu, mengapa daerah ini disebut demikian? Apakah karena adanya penegakan hukum di daerah ini atau karena alasan lain?

Mari kita ketahui lebih lanjut.

Menjelajah Kawasan Leuser, Sepotong Surga yang Diciptakan Tuhan di Aceh

Tempat persinggahan jemaah haji di zaman dulu

Paulharding00 | Shutterstock
info gambar

Sebenarnya, julukan Aceh sebagai Serambi Mekkah bukanlah sebuah hal yang baru. Hal ini sudah bermula sejak Aceh masih dipimpin oleh sistem kerajaan oleh Kesultanan Aceh.

Bahkan, daerah Aceh inilah yang menjadi awal mula munculnya Samudera Pasai sebagai kerajaan islam pertama sekaligus menjadi gerbang masuknya islam ke Nusantara.

Nama Serambi Mekkah sendiri bahkan sudah tercatat dalam kitab ulama penasehat Kesultanan Aceh yang bernama Syekh Nuruddin Al-Raniri. Pada kitabnya tersebut terdapat kata tertulis kata berbahasa Aceh yaitu Seuramoe Mekkah yang artinya adalah Serambi Mekkah.

Alasan penyebutan ini bermula ketika Aceh menjadi tempat untuk singgah bagi para umat Islam yang hendak melaksanakan ibadah haji ke tanah suci.

Yang mana, di zaman dahulu tentunya kapal menjadi moda transportasi utama, apalagi bila harus ke negeri seberang. Selain itu, pada zaman tersebut pula umat Islam yang harus berangkat ke tanah suci tidaklah banyak.

Sebab, untuk melakukan ibadah haji pada saat itu membutuhkan biaya yang sangat banyak dan tentunya perjalanannya juga menghabiskan waktu berbulan-bulan.

Mengingat Aceh juga lokasinya berada di ujung paling barat Indonesia dan memang pelayaran untuk ke Mekkah ini jalurnya melewati Selat Malaka, maka Aceh pun cocok menjadi tempat untuk jemaah haji melakukan transit terlebih dahulu.

Terlebih lagi, Aceh menjadi pusat dari perkembangan agama Islam pada saat itu. Para umat Islam yang hendak melaksanakan ibadah haji pun tidak hanya sekedar transit saja di sini. Tetapi, mereka juga belajar soal pelaksanaan haji, misalnya seperti manasik, hingga memakan waktu berbulan-bulan.

Bila mereka semua sudah memahami soal manasik haji, maka mereka pun segera diberangkatkan. Ketika pulang pun mereka juga tidak langsung ke daerahnya masing-masing, tetapi tetap singgah sejenak di kawasan Aceh.

Bahkan, ada pula yang menetap dan menikah dengan warga lokal hingga akhirnya memiliki keturunan yang menjadi penduduk Aceh.

Karena ibaratkan sebuah "teras" atau "serambi" yang menjadi tempat berkumpulnya para calon jemaah haji yang berkumpul sebelum harus menapakkan kakinya di tanah suci, maka julukan Serambi Mekkah ini pun sangat melekat pada daerah ini hingga sekarang.

Legenda Banta Seudang dari Aceh, Perjalanan Seorang Anak Menyembuhkan Raja yang Buta

Jika Anda tertarik untuk membaca tulisan Muhammad Fazer Mileneo lainnya, silakan klik tautan ini arsip artikel Muhammad Fazer Mileneo.

Terima kasih telah membaca sampai di sini