Deretan Film Indonesia Bertema Sepak Bola Karya Sineas Tanah Air, Sudah Nonton?

Deretan Film Indonesia Bertema Sepak Bola Karya Sineas Tanah Air, Sudah Nonton?
info gambar utama

Semua orang tentu tahu jika sepak bola adalah olahraga paling populer di dunia. Di Indonesia pun demikian. Sepak bola punya popularitas paling tinggi dibandingkan olahraga lainnya. Tidak heran apabila kehidupan masyarakat Indonesia begitu dekat dengan sepak bola.

Kali ini, GNFI membahas tentang sederet film Indonesia bertema sepak bola. Ya, para sineas Indonesia memang kerap mengambil tema sepak bola dalam karyanya.

Film-film tersebut mengangkat tema sepak bola dari beragam sudut pandang. Ada yang berkisah mengenai pemain, dan ada pula yang punya cerita mengenai suporternya.

Kawan GNFI yang menggemari sepak bola mungkin sudah mengenal sederet film luar negeri seperti Goal atau Green Street Hooligans. Itu adalah dua contoh film bertema sepak bola dari luar negeri yang terkenal di jagat sinema. Namun jangan lupa, Indonesia juga punya!

Fakta Tentang Pembangunan Stadion Kanjuruhan

1. Garuda di Dadaku

Film pertama Garuda di Dadaku dirilis pada tahun 2009. Sutradaranya adalah Ifa Isfansyah dan diproduksi oleh SBO Films dan Mizan Productions.

Garuda di Dadaku mengambil cerita mengenai sosok seorang anak bernama Bayu yang bercita-cita menjadi pemain sepak bola dan selalu berusaha keras mewujudkan impiannya itu.

Usaha Bayu menemui kesulitan yang utamanya datang dari kakeknya sendiri. Sang kakek melarang Bayu menjadi pemain sepak bola karena dianggap masa depannya suram dan miskin. Bayu kemudian dibantu oleh temannya, Zahra untuk membujuk kakek agar diizinkan bermain sepak bola.

Bayu yang terus mengasah dirinya sebagai pemain sepak bola berhasil masuk Timnas Junior Indonesia setelah lolos seleksi. Ia pun terlibat dalam pertandingan timnas melawan negara lain.

Pada tahun 2011, SBO Films merilis Garuda di Dadaku 2. Dalam film ini, dikisahkan Bayu sudah menjadi bagian timnas junior dan dihadapkan dengan ajang internasional. Cerita berjalan dengan fokus kepada lika-liku yang dihadapi Bayu bersama timnya.

Lika-liku tersebut muncul utamanya lewat konflik Bayu dengan pemain baru bernama Yusuf. Padahal, tim sedang berusaha menjadi juara kejuaraan usia muda tingkat ASEAN.

Di tengah situasi ini, Bayu kemudian seakan putus harapan sementara kejuaraan sudah semakin dekat dengan target tinggi yang diusung.

2. Hari Ini Pasti Menang

Hari Ini Pasti menang adalah film yang diadaptasi dari novel Menerjang Batas karya Estu Ernesto. Film ini disutradarai oleh Andibachtiar Yusuf dan diproduksi Bogalakon Pictures.

Film ini terbilang unik karena latar belakang dan jalan cerita yang dialami tokoh utamanya. Umumnya, film Indonesia bertema sepak bola punya cerita di mana tokoh utamanya sedang berjuang meniti karier dari bawah. Dalam Menerjang Batas, tokoh utamanya justru langsung ditampilkan sebagai sosok pesepak bola Indonesia yang telah merengkuh kesuksesan di level dunia.

Tokoh utama di film ini bernama Gabriel Omar Baskoro. Ia adalah pemain berposisi penyerang yang membela klub Jakarta Metropolitan FC dan Timnas Indonesia. Bersamanya, Indonesia mampu tampil di Piala Dunia dan melaju hingga babak perempat final.

Karier Gabriel memang cemerlang, namun ada isu tak sedap di belakangnya. Orang-orang mendegar isu bahwa karier Gabriel moncer berkat bantuan mafia. Sementara itu, seorang jurnalis olahraga bernama Andi melakukan investigasi mengenai keberadaan mafia bola dan hasil lipitannya menyeret nama Gabriel.

3. Cahaya dari Timur: Beta Maluku

Film Cahaya dari Timur: Beta Maluku disutradai oleh Angga Dwimas Sasongko dan diproduksi oleh Visinema Pictures. Film ini dirilis pada tahun 2014 lalu.

Cahaya dari Timur: Beta Maluku bercerita tentang seorang warga Ambon, Maluku, bernama Sani Tawainella (diperankan oleh Chicco Jericho) yang berusaha menyelamatkan
anak-anak di daerahnya dari konflik agama yang berkecamuk. Untuk menjalankan misi itu, Sani memanfaatkan sepak bola.

Sani mengasuh tim berisi anak-anak Maluku dari beragam agama hingga membawa mereka tampil di kejuaraan tingkat nasional. Namun, usaha Sani menemui jalan terjal karena bau-bau konflik agama justru menerobos masuk ke timnya hingga para pemainnya berselisih satu sama lain.

4. Romeo Juliet

Jangan salah dulu! Romeo Juliet yang dimaksud di sini bukanlah film Romeo + Juliet yang berasal dari Amerika Serikat pada tahun 1996 itu. Meski judulnya mirip, film Romeo Juliet yang sedang dibahas di sini adalah film Indonesia yang bertema sepak bola.

Romeo Juliet adalah karya lain dari Sutradara Andibachtiar Yusuf. Dirilis pada 2009, film ini melibatkan sejumlah artis sebagai pemerannya seperti Sissy Priscillia, Edo Borne, dan Alex Komang.

Menariknya, Romeo Juliet tidak berfokus kepada cerita mengenai kiprah tim atau perjalanan hidup seorang pemain, melainkan suporter. Jalan ceritanya pun mengambil tema mengenai kisah percintaan.

Romeo Juliet bercerita tentang seorang pendukung Persija bernama Rangga yang bermusuhan dengan pendukung Persib. Namun, ia justru kemudian jatuh cinta dengan perempuan yang merupakan adik dari pemimpin suporter Persib.

Kisah cinta keduanya berlangsung ruwet karena ini tidak hanya melibatkan dua manusia, namun juga dua keluarga dan kelompok suporter besar.

5. Garuda 19

Garuda 19 adalah karya lain dari Andibachtiar Yusuf. Film ini dirilis pada tahun 2014 dan diadaptasi dari buku berjudul Semangat Membatu karya FX Rudi Gunawan & Guntur Cahyo Utomo.

Film ini mengangkat kisah Timnas U-19 Indonesia yang bertanding di ajang Piala AFF U-19 2013 di Sidoarjo. Jalan cerita berfokus kepada proses dan lika-liku tim saat dibentuk dan dikembangkan.

Timnas harus dibentuk dan dilatih di tengah berbagai masalah, mulai dari konflik di tubuh federasi yang berujung dualisme, fasilitas kurang memadai, dan minimnya dana. Kendati demikian, pelatih Indra Sjafri tetap melaksanakan tugasnya dengan penuh keyakinan.

Para pemain pun direkrut dari berbagai penjuru Nusantara. Beberapa di antara mereka datang dari daerah pelosok yang penuh keterbatasan. Mereka semua pun berproses bersama setiap harinya demi menjadi tim yang mumpuni.

Beberapa tokoh di film ini adalah tokoh Timnas U-19 Indonesia yang benar-benar nyata. Contohnya adalah pelatih bernama Indra Sjafri dan salah satu pemain yang bernama Evan Dimas.

6. Gara-gara Bola

Gara-gara bola adalah film mengenai penggemar sepak bola. Tokoh utamanya adalah Ahmad dan Heru serta pacarnya, Laura. Ahmad dan Heru tinggal bersama di sebuah rumah kos dan punya satu kesamaan lagi, yakni mereka adalah penggila sepak bola.

Sebagai penggemar berat, Ahmad dan Heru tidak hanya sekadar menonton sepak bola, melainkan juga melakukan taruhan. Tak disangka, taruhan ini kemudian menimbulkan masalah pelik dalam kehidupan mereka.

Saat Piala Dunia 2006 berlangsung, Ahmad dan Heru bertaruh bahwa Jerman akan juara. Sayangnya, prediksi mereka meleset karena yang juara adalah Italia. Hal tersebut membuat mereka terlilit utang untuk melunasi uang taruhan.

Heru dan Ahmad hanya punya tenggat waktu hingga pertandingan final Piala Dunia untuk melunasi utang. Masalah pun muncul karena mereka harus berhadapan dengan penagih utang yang ditugaskan oleh bandar judi untuk mendatangi mereka.

Sejarah Stadion Menteng, Saksi Lika-liku Persija dan Sepak Bola Jakarta

Jika Anda tertarik untuk membaca tulisan A Reza lainnya, silakan klik tautan ini arsip artikel A Reza.

AR
SA
Tim Editor arrow

Terima kasih telah membaca sampai di sini