Lupa Sandi?

Burung-burung Besi Baru Sang Garuda

Akhyari Hananto
Akhyari Hananto
0 Komentar
Burung-burung Besi Baru Sang Garuda
Bulan-bulan ini kita mendengar salah satu maskapai terbaik di Asia Tenggara berencana mengurangi ribuan karyawannya. Malaysia Airlines (MAS) yang telah sering mendapatkan berbagai penghargaan terbaik tingkat dunia, "dipaksa" merestrukturisasi usahanya, agar bisa tetap hidup. MAS memang sangat terdampak dari dua kecelakaan fatal yang terjadi dalam waktu yang tak berselang lama, dan mengundang perhatian seluruh dunia, dan merusak reputasinya yang baik. Makin banyak pesawat yang terbang dengan jumlah penumpang minimum, dan memaksa maskapai kebanggaan Malaysia ini menjual pesawat-pesawat barunya, termasuk 2 type jumbo Boeing 777 dan Airbus A380. Tentu, semua berharap maskapai ini segera pulih, dan siap berkompetisi dengan maskapai-maskapai lain di seluruh dunia, dan menjadi kebanggaan Asia. Di saat yang bersamaan, Garuda Indonesia naik ke level baru, dan dinobatkan sebagai salah satu dari sedikit maskapai bintang 5 (5-star Airline) awal tahun ini Skytrax, dan seolah tak henti menambah rute. Beberapa hari ini, lagi-lagi maskapai flag-carrier ini menghenyakkan publik dengan pembelian pesawat besar-besaran.  Garuda Indonesia baru saja menandatangani kesepakatan dengan Boeing Commercial Airplanes untuk pengadaan 30 pesawat jenis B 787-900 Dreamliners serta 30 unit B 737 MAX 8. Pemesanan 60 pesawat itu dilakukan guna mengembangkan jaringan penerbangan Garuda secara global. Tak hanya itu, Garuda Indonesia juga memastikan kembali pemesanan 50 pesawat pesawatnarrow body tipe terbaru B737 MAX 8 yang telah dilakukan pada Oktober 2014 lalu. Selain memesan 60 unit pesawat Boeing, Garuda Indonesia diketahui juga menandatangani kesepakatan awal atau Letter of Intent (LOI) untuk membeli pesawat badan lebar berupa 30 Airbus A350 XWB untuk mengembangkan rute jarak menengah dan jarak jauh. A350 XWB dipilih karena mampu untuk terbang non-stop dari Jakarta atau Bali menuju Eropa. Semoga sukse, Garuda.

Pilih BanggaBangga100%
Pilih SedihSedih0%
Pilih SenangSenang0%
Pilih Tak PeduliTak Peduli0%
Pilih TerinspirasiTerinspirasi0%
Pilih TerpukauTerpukau0%
Laporkan Artikel

Mengapa Ingin Melaporkan Artikel Ini?

TENTANG AKHYARI HANANTO

I began my career in the banking industry in 1997, and stayed approx 6 years in it. This industry boost his knowledge about the economic condition in Indonesia, both macro and micro, and how to unders ... Lihat Profil Lengkap

Ikuti
Next
Ki Hajar Dewantara

Anak-anak hidup dan tumbuh sesuai kodratnya sendiri. Pendidik hanya dapat merawat dan menuntun tumbuhnya kodrat itu.

— Ki Hajar Dewantara